
Alexa tampak bersantai sejenak di tempat tidur dan merebahkan dirinya di sana untuk beberapa waktu meskipun dia tidak mengantuk sekedar untuk meluruskan punggungnya yang kaku.
Sore hari Alexa keluar dari penginapan. Dia mencari tempat makan terdekat di sekitar lokasi penginapan berada.
“tap... tap... tap...”Alexa berjalan kaki dan melewati beberapa rumah warga yang tertata rapi dan beraturan.
Dia benar-benar menikmati keberadaannya di sana dan menganggapnya seperti liburan.
“Sepertinya itu rumah makan...”ucap Alexa saat melihat banyak orang duduk sedang makan.
Alexa berjalan menuju ke rumah makan di seberang jalan. Dia kemudian memesan menu makanan dan menunggunya sambil duduk di kursi yang kosong.
Saat dia sedang makan, banyak pasang mata yang menatapnya namun dia sama sekali tak memperhatikannya dan fokus pada makanan yang saat ini disantapnya karena dia sudah biasa diperhatikan seperti itu di negerinya sendiri.
Selesai makan gadis itu tak langsung kembali ke penginapan. Dia mengeluarkan ponselnya dan masuk ke akun jejaring sosialnya.
“Aku ingin memastikan lagi lokasi dan alamat kantor atau tempat tinggal si brengsek Sean itu.”batinnya yang ingin segera bergerak dan cepat menyelesaikan misinya, karena semakin lama dia di sana semakin cepat tabungannya terkuras.
Alexa membuka beranda akun media sosialnya. Dia lalu mencari akun bernama Dyana untuk membaca aktivitas Sean.
“Aku hanya ingin tahu alamat perusahaan Aldric Group.”batinnya lalu mencari dan membaca alamat perusahaan Sean.
“Jadi ini alamat nya...”Alexa membaca berulang kali untuk menghafal alamat itu.
Alexa mencoba membuka Google map untuk mencari alamat perusahaan Sean.
“Emm... jadi di sini letak perusahaannya... sekitar empat puluh menit dari penginapan ku berada saat ini.”batin gadis itu memperkirakan sendiri waktu yang dia tempuh menuju ke sana melihat dari jarak tempuhnya di google map.
Alexa kemudian berpikir bagaimana caranya bertemu dengan lelaki itu. Dia pun punya plan A dan plan B, entah nanti plan mana yang akan berhasil.
Tak berapa lama kemudian Alexa berjalan kaki kembali menuju ke Auberge de la luna, tempat yang menginap saat ini.
__ADS_1
Dia berjalan melewati jalan yang sempit sebelum sampai ke penginapan.
“Siapa yang mengikuti ku...”batin Alexa merasa ada seseorang yang dari tadi mengikuti setelah keluar dari rumah makan.
“Oke... aku akan tahu siapa kau nanti...”batin Alexa.
Tiba-tiba Alexa memelankan langkah kakinya. Semakin lama dia berjalan semakin pelan hingga membuat seseorang yang mengikutinya berjalan mendahului dirinya.
“Hey... attends... !”ucap Alexa lalu menarik baju seorang lelaki dari belakang dan memegangnya erat.
“Qui es-tu ?” ucap Alexa menanyakan identitas lelaki itu.
Lelaki itu tampak terkejut ternyata Alexa bisa bahasa Perancis. Lelaki itu diam saja dan dia melihat ke arah tas yang dipegang Alexa.
Alexa yang sudah curiga pada lelaki itu waspada dan semakin yakin jika pria itu merupakan seorang pencuri dan berniat mengambil sesuatu darinya saat melihat matanya yang jelalatan.
“bruak... !” tanpa pikir panjang Alexa segera mendorong tubuh lelaki itu hingga menabrak ke dinding jalan.
Dia kembali melayangkan pukulan dan akan mengarahkan di bagian perut.
“Arrête ça. Laisse moi. Je ne te dérangerai plus. Je ne suis qu'un mendiant.”jawab pria tadi menjelaskan identitasnya sebagai seorang pengemis.
Alexa pun melepaskan pria tadi meskipun dia yakin jika pria itu bukanlah pengemis tapi seorang pencuri.
“tap... tap... tap...” pria tadi segera berdiri dan berlari dengan cepat menjauh dari Alexa.
“Hampir saja aku kehilangan dompetku...”gumamnya sambil membersihkan tangannya.
Alexa kemudian meneruskan berjalan menuju tempat yang menginap.
Setelah tiba di sana dia langsung masuk ke kamar dan mengunci pintunya. Di dalam kamar dia mengeluarkan laptopnya dan segera menyalakan nya.
__ADS_1
Alexa duduk dengan membawa laptop di pangkuannya.
“tik... tik...tik...”Alexa boleh menggerakkan jari-jari yang cepat mengetik aplikasi pekerjaan yang akan dia kirim ke perusahaan Sean esok hari.
Cukup lima menit dan dia selesai menulis lamaran pekerjaan beserta daftar riwayat hidupnya. Setelah itu dia segera menyimpan data tadi pada flash disk.
Gadis itu keluar dari kamarnya dan menuju ke resepsionis penginapan. Dia meminta tolong pada salah satu dari mereka untuk mencetak file yang ada di flash disk dan beruntung sekali resepsionis itu mau membantunya.
“Merci beaucoup dame...”ucap Alexa tersenyum lebar saat menerima lembaran resume lamaran kerjanya lalu kembali ke kamar.
Keesokan paginya Alexa pagi-pagi sekali sudah bangun. Dia sudah selesai bersiap dan kali ini dia memesan menu makanan sarapan pagi di tempatnya menginap saat ini.
“Aku tak sabar ingin segera bertemu dengannya...”ucap Alexa sambil menyebut secangkir kopi hangat di Tengah dinginnya cuaca saat ini.
Tiga puluh menit kemudian Alexa sudah selesai sarapan pagi. Dia pun berdiri lalu berjalan keluar dari Auberge de la lune.
Seperti biasa dia menunggu kendaraan yang lewat di jalan raya.
“Semoga saja kali ini aku menemukan taksi...”gumamnya menatap ke jalanan.
Tak beberapa lama kemudian sebuah taksi melintas di depannya.
“Arrête... !”teriak Alexa menghentikan taksi sambil mengacungkan tangannya.
Sopir taksi pun berhenti meskipun sedikit merasa aneh dengan style Alexa yang tak biasa saat memanggil.
Alexa masuk dan duduk di kursi belakang. Dia pun menyebutkan arah tujuan pada sang sopir.
“Oui... mademoiselle...”jawab sang sopir kemudian melajukan mobilnya menuju ke alamat yang diberikan oleh Alexa.
BERSAMBUNG....
__ADS_1