Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 48 Negosiasi


__ADS_3

Sean masih menatap laptop yang dia taruh di tempat tidur dan mengamati apa yang sedang dilakukan Alexa saat ini. Lelaki itu juga memutar mundur rekaman untuk melihat apa saja yang sudah dilakukan gadis itu di sana.


“Ternyata gadis itu benar-benar tidak lembut sama sekali...”gumam Sean saat melihat rekaman CCTV saat Alexa menggedor pintu.


“Kucing liar itu sekarang memejamkan mata sambil memegang perut. Dia lapar ato apa ?”gumam Sean lagib saat melihat tayangan CCTV saat ini.


Alexa beralih miring ke kiri untuk menahan perutnya yang terasa lapar. Dia berganti posisi beralih miring ke kanan untuk menahan perutnya masih terasa lapar.


Dia pun tetap memejamkan matamu dan memaksakan dirinya untuk tidur.


Dua jam kemudian gadis itu benar-benar tertidur.


Sementara Sean masih duduk di kamarnya sambil melihat laptopnya. Dia berpikir apa yang seharusnya dia lakukan pada Alexa.


“Apa sebaiknya aku bebaskan saja dia... karena liontin ini sudah kembali padaku.”batin Sean saat menatap tayangan CCTV.


Entah kenapa lelaki itu tiba-tiba merasa iba dan ingin melihat secara langsung kondisi Alexa.


“Aku hanya akan melihatnya sebentar saja...”gumam Sean yang menjadi gelisah tanpa sebab.


Lelaki itu mematikan laptopnya dan berjalan keluar dari kamarnya menuju ke ruang belakang tempat di mana Alexa berada saat ini.


“klik...”Sean membuka pintu yang terkunci setelah tiba di sana.


Sean masuk ke kamar dan mengunci kembali pintu kamar itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

__ADS_1


“Apa dia benar-benar sudah tidur...”batinnya lalu mendekat dan berdiri di depan Alexa untuk melihatnya secara langsung.


Sean melihat Alexa benar-benar tertidur bukan pura-pura tidur. Entah kenapa dia terus menatap wajah Alexa yang tertidur. lagi itu kemudian bergeser dan berdiri di samping tempat tidur Alexa.


“Semoga kau benar-benar tidak mengambil lagi liontin ini dariku. Ku harap kau benar-benar bisa bekerja sama dan aku akan memberikan kompensasi padamu.”batin Sean masih menatap Alexa yang memejamkan mata.


Dia pun tanpa sadar menyentuh pipi Alexa sebentar.


Alexa meskipun dalam kondisi tidur, tapi gadis itu peka dengan sentuhan suara atau gerakan sedikit saja di sekitarnya.


“Siapa... siapa yang menyentuh pipi ku ?” batin Alexa merasa ada yang menyentuh pipinya dengan lembut.


“greb...”Gadis itu berusaha membuka matanya yang terasa berat untuk dibuka, namun tangannya bergerak lebih cepat daripada matanya dan meraih serta memegang erat tangan seseorang yang menyentuh pipinya.


Sean tersentak kaget saat gadis itu memegang tangannya, dia pun refleks menarik tangannya namun hal itu malah menyebabkan Alexa bangun dari tidurnya.


Gadis itu menatap tangan Sean dan mendapati gelang itu sudah dipakainya kembali.


“Kurasa... ini adalah zat yang tepat untuk mengambil liontin itu kembali.”batin Alexa yang melihat ada kesempatan untuk dirinya.


“Aku sebenarnya ke sini mau mengajukan kerjasama dengan dirimu...”balas Sean menjelaskan.


Alexa tidak menanggapi ucapan Sean. Dia masih menatap tangan kiri Sean. Dengan gerakan cepat berusaha mengambil gelang itu dari pergelangan tangan kiri Sean.


“greb... !”

__ADS_1


Hampir saja bilang itu lepas dari tangan Sean, namun ternyata lelaki itu waspada dan menggerakkan tangannya dengan cepat sehingga Alexa tidak bisa mengambilnya.


“Gadis ini ternyata masih berusaha mengambil liontin ini dariku...”batin Sean menarik tangannya dengan cepat dari Alexa.


“Kerja sama apa ?”tanya Alexa kemudian melepaskan tangan Sean yang masih dipegangnya.


Sean kemudian menjelaskan pada Alexa Jika dia akan memberikan kompensasi tambahan untuknya jika dia berniat tak akan mengambil kembali liontin itu darinya.


“Tidak.... aku menginginkan kompensasi apapun darimu. Sebanyak apapun kompensasi mu aku tetap akan mengambil liontin itu kembali darimu.”balas Alexa.


Sean kembali mencoba bernegosiasi dengan Alexa namun gadis itu tetap keras kepala dan teguh pada pendiriannya.


“Tak ada gunanya bicara dengan dia...”batin Sean yang merasa lelah meyakinkan gadis itu.


Karena tak ada yang dia bicarakan lagi dia pun segera keluar dari kamar itu dan menguncinya kembali.


“Hey... kembali lepaskan aku dari sini !”teriak Alexa saat Sean kembali mengurungnya di ruangan itu.


Gadis itu kemudian kembali menggedor pintu dengan keras namun Sean menutup telinganya dan terus berjalan kembali ke kamarnya.


Lelaki itu akhirnya berubah pikiran dengan sikap keras kepalanya Alexa.


“Jika aku melepaskannya sekarang pasti dia akan kembali mengambil liontin ini dariku.”batin Sean merasa khawatir jika nanti itu akan kembali direbut oleh Alexa.


Sean pun memutuskan untuk menunda waktu pembebasan Alexa dan melakukan negosiasi ulang dengannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2