Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 72 Disekap


__ADS_3

Helikopter terus melaju di udara meninggalkan kawasan hutan itu dan menuju ke suatu tempat.


Di dalam helikopter Sean sama sekali tidak berontak dan diam saja saat para awak heli mengikat tubuhnya ke kursi.


“Apa sebenarnya yang di mau lelaki gila ini ?”batin Sean menatap tiga lelaki berbaju hitam dalam heli.


Sean pun hanya diam dan mengamati apa yang mereka lakukan. Saat ini dia memikirkan Alexa.


“Bagaimana dengan dia ?”batinnya sambil melihat ke arah luar untuk melihat Alexa yang berada dalam helikopter yang terbang berdampingan.


“Uh...lepaskan aku ! Vous bâtard... !”ucap Alexa berontak sambil meluapkan amarahnya dalam makian pada para awak kapal.


“Diam kau !”ucap salah satu awak kapal merasa kesal pada Alexa karena menyebabkan laju heli sedikit terombang-ambing karenanya.


Alexa yang merasa tak terima diperlakukan seperti seorang sandera meluruskan kakinya dan menendang lelaki tadi.


“Vous salope ! Jangan paksa aku untuk bertindak lebih kejam.”ucap seorang lelaki yang membentur dinding heli terkena tendangan Alexa.


Ia pun menjadi emosi dengan sikap paling sayang dari tadi tak bisa tenang dan terancam membahayakan mereka semua.


Satu lagi lain mendekat dan kembali mengikat Alexa agar gadis itu tak bisa bergerak leluasa lagi.


“slap.... !” akhir kali seorang lelaki membuka lakban dan menutup mulut Alexa dengan itu agar dia tidak berisik dan mengganggu konsentrasi pengemudi.


Sean hanya bisa menatap saja dan tak bisa berbuat apa-apa.


“Di situasi seperti ini percuma saja jika melawan dan malah akan semakin menambah sebuah masalah.”batin Sean setelah melihat reaksi yang ditunjukkan Alexa.


Sean kembali menatap ke depan. Ia melihat ke mana mereka membawanya pergi.


“Kemana mereka membawa kami pergi ?”batin Sean melihat lokasi yang tidak dikenalnya.


Dari heli lain Alexa yang sedari tadi belum tak dan saat ini sudah lelah duduk diam dan melihat ke samping menatap Sean yang tenang bahkan sama sekali tak bersuara.

__ADS_1


“Tumben sekali lelaki itu hanya diam dan tak berontak ?”batin Alexa saat melihat Sean yang terlihat kooperatif, tidak seperti dirinya.


Setelah lama berada di udara akhirnya dua heli tadi mendarat di atas sebuah gedung tinggi.


“whir...”dua kru awak heli turun setelah mendarat.


“bugh.... !”mereka melompat turun ke atas sebuah atap gedung bersama dengan sandera yang mereka bawa.


Empat lelaki berada di samping Alexa dan Sean, sementara dua kru lainnya masih tetap berada di heli dan menunggu mereka kembali.


Setelah mendarat seseorang melepaskan sebagian tali yang mengikat tubuh Sean dan Alexa agar mereka bisa berjalan.


“Kalian berdua jalan sekarang !”ucap seorang lelaki memberi perintah.


Alexa yang berdiri di samping Sean menatapnya, namun Sean hanya diam saja dan sama sekali tidak berucap.


“tap... tap... tap...”Alexa dan Sean akhirnya berjalan mengikuti dua orang lelaki yang berjalan di depan mereka hingga ke ujung bangunan.


Di ujung bangunan dua lelaki yang berjalan di depan yang berhenti di sebuah tanda berbentuk gambar yang menyerupai kepala serigala.


Terlihat banyak anak tangga di sana.


“Ayo jalan !”ucap dua orang lelaki yang berdiri di belakang Alexa dan Sean sambil menodongkan pistol laras panjang ke arah punggung mereka berdua.


Alexa dan Sean pun menurut pada permintaan mereka.


“tac... tac... tac...”Alexa berjalan menuruni anak tangga diikuti oleh Sean yang berjalan di belakangnya.


Rupanya anak tangga itu berjumlah ratusan dan mereka baru sampai di ujung tangga setelah lama berjalan menurunnya.


Setibanya di sana terdapat sebuah ruangan kosong yang ada di bawah anak tangga. Tempat itu seperti gudang yang tidak terpakai dan terlihat sedikit kotor.


“bugh... !” seorang lelaki mendorong tubuh Sean dan Alexa dan membuat mereka jatuh ke lantai.

__ADS_1


Seorang lelaki lainnya datang menghampiri mereka berdua lalu menariknya ke tepi ruangan lalu mengikat mereka berdua.


“Nikmatilah hari kalian di sini !”ucap seorang lelaki yang berdiri menetap dua orang itu terikat.


Keempat orang tadi kemudian kembali menaiki anak tangga dan menuju keluar.


“klak... !” sesampainya di luar, mereka segera mengunci kembali pintu brankas yang tadi mereka buka.


Keempat lagi tadi kembali berjalan menghampiri hari yang masih terparkir di sana.


“chug... chug... !”suara baling-baling yang terus berputar dan bersiap untuk tinggal landas.


“Cepat naik !” teriak seorang lelaki yang duduk di dalam heli.


Keempat lelaki tadi segera berlari dan melompat ke dalam heli.


“whirr... whirr...” helikopter segera tinggal landas meninggalkan bangunan tinggi tadi dan dalam sekejap mata hari itu saat ini sudah tak terlihat lagi dan menghilang di balik gelapnya awan.


Di dalam ruangan Alexa dan Sean masih terikat dengan erat. Mereka sejenak menghela nafas panjang setelah mendengar suara heli menghilang dari sana.


“Apa yang sebenarnya terjadi ? Kenapa kita disekap seperti ini ?”ucap Alexa bersandar pada bahu Sean dalam keadaan terikat.


“Haah... entahlah yang jelas ini adalah ulah lelaki gila itu, si Austin Bertrand !”jawab Sean kesal.


Alexa benar-benar tak mengerti kenapa lelaki itu menangkap mereka berdua tanpa alasan.


“Tapi apa alasannya ?”tanya Alexa penasaran.


“Bagaimana aku mengetahuinya jika aku juga baru pertama kali bertemu dengan lelaki itu, yang kemungkinan saja adalah ayahmu.”jaaab Sean panjang lebar sambil mendengus kesal.


“Tidak.... tidak mungkin dia ayahku. Aku dingin punya seorang ayah seperti dia !”jawab Alexa kesal karena memperlakukan mereka seperti sandera.


Alexa mencoba melepaskan ikatan namun sia-sia saja. Dua jam kemudian setelah lelah bergerak, dia pun tertidur di bahu Sean.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2