
Satu jam kemudian Alexa selesai mengemasi semua barangnya. Kamar yang ditempati sekarang ini terlihat rapi sekali.
“Huft.... akhirnya selesai juga...”gumam Alexa menghela nafas panjang sambil berdiri menatap semua barang yang sudah dia kremasi.
Gadis itu tak langsung Kembali ke tempat Sean berada namun dia merupakan diri di tempat tidur hingga menjelang sore hari.
Di luar penginapan anak buah Sean memantau Alexa dari kejauhan dan melaporkan pada Sean jika gadis itu belum keluar dari penginapan sudah beberapa jam lamanya. Namun meskipun begitu tak ada perintah dari Sean untuk menangkap Alexa.
Menjelang malam gadis itu baru membuka matanya. Dia melihat suasana sekitar yang hampir gelap.
“Oh... jam berapa sekarang... ?”gumamnya terkejut dan langsung duduk sambil melihat jam dinding. Dia benar-benar tak mengira bisa lama ketiduran di penginapan.
Alexa kemudian berdiri dan berganti baju. Lima menit kemudian dia keluar dari kamar dengan membawa semua barangnya dan berhenti di petugas resepsionis.
“Permisi... aku mau check out hari ini.”ucap Alexa pada petugas resepsionis dan menanyakan total biaya yang harus dibayarnya.
“Baik nona...”jawab petugas resepsionis lalu menghitung jumlah biaya selama menginap.
“Nona... total tagihan anda adalah XXX....”ucap petugas resepsionis adalah selesai menghitung biaya yang harus dibayar oleh Alexa.
Alexa mengeluarkan uang cash sejumlah yang disebutkan petugas resepsionis tadi dan menyerahkannya pada mereka.
“Terima kasih nona, selamat jalan. Jangan lupa untuk singgah ke sini lagi di lain waktu.”ucap petugas resepsionis.
Alexa mengangguk sambil tersenyum kemudian keluar dari penginapan dan berjalan menuju ke jalan raya.
Dari kejauhan anak buahnya Sean kembali melapor.
“Tuan target baru terlihat keluar dari penginapan. Dan saat ini dia sedang menunggu taksi. Apa sebaiknya aku telepon sopir untuk membawa gadis itu ?”tanya salah satu fantôme yang bertugas melalui ponsel.
__ADS_1
Dari dalam rumah Sean yang ada di ruang makan terlihat mengangkat ponsel.
“Laporan di terima dan tidak perlu memanggilkan sopir untuk menjemputnya. Biarkan saja dia dan terus awasi sampai dia benar-benar ke sini.”balas Sean kemudian segera mematikan ponselnya dan kembali melanjutkan makan.
Lelaki itu hanya tersenyum kecil saat memakan oat strawberry dan tampak menikmatinya.
Kembali ke Alexa yang berada di tepi jalan raya. Dia kelihatan taksi melintas di depannya.
“Taksi... !”
“ckiiit...”Alexa segera masuk saat taksi itu berhenti dan duduk di belakang. Dia pun sekarang memberitahukan tempat tujuannya pada sang supir taksi.
“broom...”mobil meluncur menuju ke tempat tujuan yang disebutkan oleh Alexa.
Dari kejauhan satu anggota Fantôme mengikuti taksi biru itu di jalanan dan kembali melaporkan pada Sean jika sebentar lagi dari situ akan tiba di rumah.
Sean yang saat ini berada di ruang santai segera masuk ke kamarnya dan berganti baju. Dia lalu menunggu sambil duduk bersandar ke dinding dan menetap ke arah jam memperkirakan waktu kedatangan Alexa.
“Merci monsieur...”ucap Alexa turun dari mobil lalu menyerahkan beberapa lembar uang pada sopir tadi.
Alexa untuk beberapa detik hanya berdiri dan menatap rumah super megah milik Sean. Setelah puas menatapnya dia pun berjalan dan berhenti di pintu masuk.
Di depan pintu masuk ada dua anggota Fantôme yang berjaga di sana. Mereka pun sudah menerima perintah dari Sean sebelumnya.
“Nona silakan masuk.”ucap seorang lelaki tanpa perlu Alexa mengetuk pintu terlebih dahulu, dan lelaki berbaju hitam itu langsung membukakan pintu masuk.
Alexa hanya menatap dua penjaga itu kemudian segera masuk ke dalam.
“kriek...” Seorang lelaki kembali menutup pintu setelah Alexa masuk ke dalam.
__ADS_1
Alexa yang tidak tahu harus masuk lewat mana tetap berjalan dan memasuki salah satu pintu. Dia melewati lorong panjang dan berhenti di ujung yang merupakan sebuah ruangan besar.
“Nona Alexa.... selamat datang kembali di sini.”ucap Sean yang duduk di sebuah kursi panjang yang sudah menunggunya.
Alexa berhenti dan menatap Sean yang duduk menghadap ke arahnya.
“Duduklah nona...”ucap Sean mempersilahkan gadis itu.
Alexa terlihat ragu karena dia masih teringat beberapa waktu yang lalu dia disekap di tempat ini.
“Silakan duduk... tak perlu takut. Aku tidak akan menjagamu seperti sebelumnya.”ucap Sean yang melihat sedikit ketakutan di mata Alexa.
Alexa kemudian duduk setelah mendengar perkataan Sean barusan dan mencoba mempercayai ucapannya.
Alexa tak banyak bicara dan dia hanya bicara sesaat lelaki itu bertanya padanya.
“Nona Alexa kali ini aku akan benar-benar membantumu menemukan ayahmu. Tapi sesuai kesepakatan kita di awal, kau tidak akan mengingkari kesepakatan kita kan ?”ucap Sean menegaskan lagi kesepakatannya dengan adanya sebelum dia mulai membantunya.
“Tentu saja tuan Sean Aku tak akan pernah mengingkari janji yang sudah ku buat. Aku tidak akan mengambil kembali liontin milikku itu dari mu.”jawab Alexa memperjelas lagi agar lelaki itu yakin.
“Baiklah senang bekerja sama denganmu nona.”balas Sean tersenyum lebar di depan Alexa.
Sean mulai membuka laptop yang ada di meja dan menyalakannya.
“Nona apa kau punya sedikit petunjuk tentang ayah mu ? Mungkin nama atau alamat, foto atau lainnya yang terkait dengan itu ?”ucap Sean yang memulai niatnya untuk membantu Alexa.
“Aku sama sekali tak punya petunjuk tentang ayah ku. Yang ku tahu dia bernama Austin. Entah Siapa nama belakangnya hanya itu saja petunjuk yang ditinggalkan oleh ibuku.”jawab Alexa memberikan petunjuk yang dia punya.
“Hmm Austin...”ucap Sean. Ia kemudian menggerakkan jemarinya di atas laptop dan mulai mengetikkan nama Austin untuk mencari siapa saja lelaki yang bernama depan itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG....