Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 11 Persiapan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian di suatu malam Sean sedang duduk di kamarnya. Lelaki itu duduk di tempat tidur dengan membawa laptop di pangkuannya.


Seperti yang biasa dilakukannya dia kembali membuka media sosial dan mulai berselancar di dunia maya. Kali ini dia kembali membuka postingan temannya yang beberapa waktu yang lalu mengunggah liontin milik Ratu Louis IV.


Karena menurutnya informasi yang di dapatnya belum komplit, dia pun mencoba mencari data informasinya.


“Aku perlu lokasi tepatnya...”ucap lelaki itu kembali melihat foto dengan background pantai di belakangnya.


“Klik... klik... klik...”Sean menyeret foto temannya bersama Alexa. Dia pun kemudian memasukkan rumus yang sedikit panjang dan rumit. Seketika muncul peta yang menunjukkan lokasi pantai tadi, lengkap dengan posisinya dalam bujur lintang serta nama jalannya.


“Ah.....jadi ini...”gumam lelaki itu kemudian mencatat semua informasi yang diperlukannya.


Setelah selesai mendapatkan informasi yang dibutuhkan, dia kembali ke akunnya.


Sean mantap kalender yang ada di meja kemudian mengambilnya. Dia mencari waktu yang senggang karena selama dua pekan ini dia sibuk dengan beberapa meeting.


“Sepertinya tiga hari lagi aku senggang...”ucapnya setelah melihat kalender yang ia pegang dan dia punya waktu longgar tepat di saat weekend.


Sean melihat jam di tangannya kemudian dia kembali menatap laptopnya.


“klik.... klik....klik...”


Sean mengetik sebuah pesan email dan mengirimkannya pada Jonathan, sekretarisnya.


“Ding...”suara pesan masuk.


Di lain tempat seorang lelaki yang saat ini berada di rumah dan sudah berganti piyama akan merebahkan dirinya ke tempat tidur mendengar ada pesan masuk.


Dengan menguap dan malas lelaki itu mengambil ponsel di dekatnya.

__ADS_1


“Siapa yang mengirim pesan di jam seperti ini ?”gumamnya membuka ponsel dan masuk ke inbox email.


Lelaki itu seketika terkejut saat mengecek surel yang masuk dan ternyata dari atasannya.


“Pesan dari bos di tengah malam begini... oh... apa yang dia minta di jam segini ?”gumamnya terkejut dan seketika matanya yang terasa mengantuk sekarang menjadi terang benderang setelah mendapatkan tugas dari bosnya. Sebagai sekretaris setiap saat dia harus stand by mempunyai karakter bos seperti Sean. Jika tidak stand by atau bahkan terlambat sedikit saja dia akan menanggung akibatnya, di tugaskan ke Afrika atau ke tempat terpencil lainnya.


Pelan Jonathan membaca isi pesannya kemudian menarik nafas panjang.


“Jam segini meminta ku untuk memesankan tiket pesawat... ?”gumamnya lagi yang sedikit merasa jengkel dengan bosnya itu, tapi tak bisa protes.


“Ya baiklah... aku akan mencarikan mu tiket sekarang...”ucap Jonathan lalu terdiri dan menaruh kembali ponselnya ke tempat tidur. Dia pun mengambil laptopnya yang ada di meja dan duduk di kursi.


Baru lima menit dia duduk, lelaki itu kembali mendapatkan pesan masuk. Kali ini pesan text di ponselnya.


“Ding...”suara pesan masuk di ponsel Jonathan. Lelaki itu menoleh pada ponselnya yang ada di tempat tidur.


“Ahh... siapa lagi yang mengirim pesan... ?”gerutu Jonathan kesal kemudian berdiri dan berjalan menuju ke tempat tidur untuk mengambil ponselnya.


“Apa... apa... dari bos lagi ?”gumamnya sedikit berteriak.


Jonathan membaca isi pesan dari Sean kemudian segera membalasnya sebelum lelaki itu meneleponnya.


“Baik bos... tiket masih aku booking kan...”ucap lelaki itu lirih membaca pesan yang ia tulis kemudian mengirimnya.


Belum ada lima detik dia menerima balasan lagi.


“Kau belum mencarikan tiket untuk ku. Ku beri waktu kau tiga puluh menit dari sekarang. Jika lebih dari waktu itu maka kau akan menerima konsekuensinya.”gumam Jonathan yang gemetar saat membaca pesan masuk dari Sean.


Dia pun segera membalasnya lagi Kemudian beralih ke tempat duduk dan menatap monitor nya.

__ADS_1


Jonathan tampak berkeringat karena di jam tengah malam seperti ini hanya beberapa airport saja yang buka dan menjual tiket secara online.


“Aduh... bagaimana ini... penjualan tiket untuk destinasi ke Jakarta belum buka...”ucap lelaki itu lirih setelah mengecek tak ada airport online yang buka dan menjual tiket pesawat dengan destinasi itu.


Dia pun menatap jam dinding, waktu terus berjalan dengan dia belum mendapatkan tiket pesawatnya.


“Ya Tuhan... apa ya harus kulakukan sekarang ?”gumam Jonathan lagi berdiri lalu mulai menelepon satu per satu nomor airport online untuk memesan tiketnya.


Namun karena semua customer service bilang jika mereka belum buka maka Jonathan terpaksa menggunakan cara lain.


“Halo.... tolong ini dari Tuan Sean Meilleur. Tolong satu tiket dengan destinasi ke Jakarta.”ucap Jonathan pada salah satu customer service ditelepon.


Mendengar nama Sein Meilleur di sebut, sang customer service itu pun terdengar gugup saat menerima panggilan itu.


“Ya... apa ada yang bisa aku bantu untuk Tuan Sean Meilleur ?”balas customer service.


Jonathan lalu menjelaskan pada customer service tadi jika dia kesulitan mendapatkan tiket dan meminta pada customer service itu agar mau membantunya.


“Ya baiklah aku akan membantu mu. Selalu ada pengecualian untuk tuan Sean Meilleur.”jawab customer service kemudian memproses pemesanan tiket pesawatnya.


“Huft... akhirnya beres juga...”gumam Jonathan yang merasa lega setelah berhasil memesankan tiket untuk bosnya tepat di menit ke-27.


Tiga menit kemudian ponsel Jonathan berdering. Dia pun segera mengangkatnya.


“Jonathan... bagaimana tiket yang kau pesan, apa kau gagal memesan nya untuk ku ?”tanya Sean dari telepon.


“Aku sudah mendapatkan tiketnya, tuan. Baik sebentar lagi aku akan mengirimkan tiket online itu ke alamat surel tuan.”jawab Jonathan.


Dia pun kembali duduk di kursinya kemudian mengirimkan tiket online tadi pada Sean dan Setelah semuanya selesai barulah dia bisa tidur dengan tenang.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2