Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 79 Obat Tidur


__ADS_3

Beberapa orang lelaki tadi langsung membawa Alexa masuk ke dalam mobil.


“brak...”suara pintu mobil yang tertutup dengan dibanting dan setelahnya mobil segera meluncur keluar dari lokasi rumah Sean.


Seorang penjaga gerbang di rumah Sean segera keluar setelah mendengar suara kendaraan di sekitarnya.


“Apa mungkin tuan Sean sudah kembali dari kantor jam segini ?”gumam lelaki itu merasa curiga. Di luar ia pun langsung mencari keberadaan Alexa.


“Dimana nona Alexa ? bukankah tadi dia bilang hanya melihat bunga di sekitar rumah sini ?”ucap lagi tadi mencari sekitar rumah namun tak menemukan keberadaan Alexa.


“Aneh sekali...”gumam lelaki itu dan dia pun segera berlari menuju ke tempat suara mobil berasal.


Sebuah mobil berwarna coklat gelap meluncur dengan cepat keluar dari sana.


“Mobil siapa itu ? Jangan-jangan...”pekik lelaki tadi dan berlari mengejar mobil tadi.


Mobil tidak terkejar dan dia pun berhenti setelah nafasnya terkenal.


“haah... apa ini ?”gumam lelaki tadi saat melihat sebuah syal berwarna merah tergeletak di dekat kakinya.


“Ini kan... syal yang tadi dipakai oleh nona Alexa ?”ucap penjaga itu setelah mengambil dan memastikan syal itu benar-benar milik Alexa.


Penjaga tadi segera masuk ke rumah dan melihat tayangan CCTV yang ada di sekitar rumah untuk memastikan di mana keberadaan Alexa yang sangat sebenarnya.


“Semoga saja ini tidak seperti dugaan ku.”ucap penjaga tadi saat berada di sebuah ruangan di depan banyak monitor dan melihat tayangan CCTV di sekitar rumah.


Di tayangan CCTV terlihat berapa orang lelaki yang tidak dikenal membius Alexa dan membawanya pergi.


“Astaga nona Alexa diculik.”pekik penjaga tadi setelah selesai melihat tayangan CCTV. Penjaga itu segera melacak nomor polisi kendaraan yang terekam jelas.

__ADS_1


“Tak... tak... tak...”lelaki tadi mencari data siapa pemilik kendaraan plat nomor tersebut.


Setelah beberapa saat mencari akhirnya dia pun menemukan plat nomor kendaraan tadi ternyata milik dari Austin Bertrand.


“Gawat... aku harus segera menyampaikannya pada tuan Sean.”batin penjaga tadi.


Lelaki itu mencoba menghubungi nomor Sean berulang kali, namun sayang Sean tidak mengangkatnya.


“Bagaimana ini... mungkin tuan sedang sibuk.”ucapnya mengakhiri panggilan dan mencoba mengirimkan pesan elektronik mail, memberitahukan apa yang terjadi pada Alexa. Namun ternyata tak ada respon juga. Terakhir kali, penjaga tadi mengirimkan pesan teks pada Sean.


Di kantor Sean, terlihat lelaki itu sedang berada di sebuah ruangan meeting dengan beberapa peserta meeting yang berasal dari luar wilayah.


Sean meninggalkan ponsel dan laptop yang biasa dibawanya di meja kerjanya. Lelaki itu sedang memimpin meeting dari pagi hari


Di tengah break meeting selama lima belas menit, Sean duduk bersandar di sebuah kursi sambil melihat liontin milik Alexa di pergelangan tangannya.


“Alexa... apa yang sedang kau lakukan saat ini... aku berjanji akan membantumu, tapi sepertinya aku makan sibuk selama beberapa hari ke depan.”gumam Sean teringat pada Alexa saat melihat liontin di tangannya.


Sean sama sekali tidak melihat ponsel ataupun laptopnya. Ia mengambil dua barangnya itu dan tak beberapa lama kemudian dia keluar dari kantor.


“Aku ingin mampir sebentar ke supermarket.”gumam Sean di depan mobilnya setelah teringat makanan kaleng untuk anjing siberia peliharaannya habis.


Sean memacu mobilnya menuju ke sebuah supermarket. Ia pun segera memarkir mobilnya dan masuk ke supermarket. Ia berjalan dengan cepat menuju ke bagian pet food.


“Kurasa ini cukup untuk jatah selama tiga bulan ke depan.”ucap Sean mengisi troli penuh dengan pet food untuk anjing peliharaannya.


Ia berjalan menuju kasir dan melewati stand perhiasan. Dia pun berhenti sejenak untuk melihat-lihat saja. Namun ternyata dia tertarik saat melihat sebuah cincin.


“Tolong cincin ini.”ucap Sean pada sayang toko sambil menunjuk cincin dia yang dimaksud dan dia segera membayarnya.

__ADS_1


Sean kembali masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya.


“Huft... apa yang ku pikirkan tadi ? kenapa aku membeli cincin untuk Alexa. Sebaiknya aku simpan saja daripada memberikan padanya.”gumam Sean merasa hilang melihat cincin yang sudah dibelinya.


Di tengah jalan Sean berhenti di sebuah restoran karena dia merasa sedikit lapar, Selain itu dia ingin mencoba menu baru yang berbeda dari masakan di rumah.


Sean duduk di semua kursi setelah memesan menu makanan. Ia mengeluarkan ponsel dan laptopnya sambil menunggu pesanannya datang.


“Ini tuan pesanannya.”ucap seorang pelayan mengantarkan menu makanan.


“Terima kasih.”jawab Sean. Ia pun mulai memakan sedikit makanan yang tersaji di depannya sambil mengusap layar ponselnya dan menyalakan laptopnya.


Sean terkejut saat melihat banyak miscall di ponselnya.


“30 panggilan tak terjawab, ada apa ini ?”pekik Sean.


Ia juga melihat ada pesan teks yang masuk dan segera membukanya.


“Apa.... ?!!”Seketika raut muka Sean terlihat geram dan merah setelah membaca pesan yang menyampaikan informasi tentang penculikan Alexa oleh Austin Bertrand.


“Sial... kenapa lelaki itu terus memburu Alexa ?”ungkap Sean seolah tak terima.


Dari sebuah kursi yang lima meter di depannya terlihat seorang lelaki misterius mengenakan topi yang sesekali menatap ke arahnya kemudian kembali meminum moccachino.


“Lelaki itu... siapa dia ? Kenapa dia seperti mengawasi ku ? Atau jangan-jangan...”batin Sean sebelum terjadi dan akan keluar dari restoran.


Namun lagi itu tiba-tiba merasa pusing berat dan tak sadarkan setelahnya.


Pria bertopi yang tadi mengawasi setelah berjalan dengan cepat ke tempat Sean berada. Dia pun segera membawa Sean keluar dari restoran dan membawanya ke mobil.

__ADS_1


Mobil metalik meluncur dari restoran membawa Sean yang tak sadarkan diri akibat pengaruh obat tidur dalam makanan tadi ke sesuatu tempat.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2