
Sean akhirnya tiba di sebuah kamar. Dia duduk sebentar di tempat tidur Kemudian merebahkan dirinya di sana sekedar untuk meluruskan dan merilekskan otot di sekujur tubuhnya yang terasa tegang setelah turun dari pesawat.
“Haah... nyaman sekali bisa merasakan tempat tidur yang empuk....”gumam Sean saat merebahkan tubuhnya dan merasakan tempat tidur yang lembut dan nyaman.
Untuk sejenak dia pun hanya diam dan merebahkan diri di tempat tidur tak melakukan aktivitas apapun.
“wuus....”udara dingin dari AC memenuhi ruangan tempat Sean berada dan membuat lelaki itu semakin nyaman berada di sana dan tak terasa dia pun tertidur.
Setelah satu jam tertidur dia pun terbangun karena kaget dengar suara ketukan pintu.
“tok... tok... tok...”seorang waiter mengantarkan makanan dan mengetuk pintu kamar Sean.
Sean memaksa membuka matanya yang masih terasa berat kemudian duduk.
“Come in please...”jawab Sean sambil menatap ke arah pintu.
Waiter yang berada di luar segera membuka pintu setelah mendapatkan izin masuk dari Sean.
“Sir... these are your meal for evening.”ucap waiter tadi setelah masuk ke dalam ruangan.
“Oh thank you, put it there please.”ucap Sean sambil menunjuk ke arah meja. Waiter tadi menaruh makan sore ke meja sesuai dengan yang diminta oleh Sean kemudian dia keluar dari ruangan itu.
Sean yang sebenarnya belum merasa lapar karena mencium aroma lezat dari makanan yang disajikan di meja dia pun akhirnya berdiri untuk mengambilnya.
“Aku tidak tahu jenis makanan apa ini... tapi sepertinya mengundang selera.”gumamnya saat melihat menu yang dipegangnya. Dan tanpa pikir panjang dia pun segera melahapnya.
Di tengah makan lelaki itu tampak berkeringat tetapi tetap meneruskannya.
__ADS_1
“Haah... pedas sekali...”ucapnya kemudian mengambil air minum yang ada di meja dan menghabiskannya.
Selesai makan dia pun masuk ke kamar mandi dan mandi air hangat. setelah berada di kamar mandi selama satu jam, dia pun keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk menutupi sebagian tubuhnya.
“Segar sekali...”ucap Sean setelah keluar dari kamar mandi. Dia pun mengambil baju ganti dan segera memakainya.
Sean duduk kembali di tempat tidur dan melihat jam dinding di ruangannya yang menunjukkan waktu masih sore hari.
“Sebaiknya aku keluar sebentar untuk melihat-lihat...”gumamnya karena merasa bosan berada di kamar seorang diri dan kadang aktivitas yang bisa dilakukannya.
“tap...tap...tap...”Sean berjalan keluar dari hotel dan menuju ke luar hotel.
Di luar hotel disediakan tempat duduk bersantai untuk para pengunjung hotel yang menghadap ke jalan raya.
Sean pun duduk di sana sekedar untuk melihat keadaan di luar. beberapa pengunjung hotel lainnya yang merupakan seorang wanita melemparkan pandangan ke arah Sean berada. Namun lelaki itu cuek saja menanggapinya dan tetap menikmati waktunya menatap jalanan yang ramai di depan hotel.
“Akhirnya selesai juga... rasanya sedikit lelah...”ucap Alexa setelah keluar dari kantor bosnya.
Gadis itu berjalan menuju ke tempat parkir dan menaiki motornya lalu membawanya keluar dari area resort dan meluncur ke jalanan pulang ke rumahnya.
Di luar resort jalanan padat sekali. Jalanan tampak penuh di akhir pekan ini.
“Macet sekali jalanan di sini... berapa lama aku akan sampai ke rumah...”gerutu Alexa saat berhenti di tengah jalan karena di depan sana lampu merah dan menyebabkan terjadi kemacetan panjang.
Baru melaju setengah meter dia terpaksa menggantikan motornya kembali karena lampu di depan kembali menyala merah.
“Huft... jika tahu begini tadi aku lewat jalan lain.”ucap gadis itu kembali menggerutu dan kesal pada kemacetan yang terjadi hari ini.
__ADS_1
Lampu di depan menyala hijau dan seketika semua kendaraan yang berhenti melajukan dengan kecepatan tinggi agar tidak terjebak dalam kemacetan.
Dari deretan di belakang ada sebuah mobil yang tidak sabaran dan terburu-buru. Mobil itu melaju dengan cepat di tengah sempitnya jalan dan tanpa sengaja menyerempet mobil yang ada di depannya.
“duk....duk...duk....”suara mobil tadi membentur mobil yang ada di depannya.
Mobil yang di tabrak tadi tanpa sengaja menabrak kendaraan yang ada di depannya juga dan akhirnya terjadilah kecelakaan beruntun.
“duk... duk...duk...” seorang pengendara lain menoleh ke belakang saat mendengar suara berbenturan.
“Argh.... !” teriak beberapa pengemudi kendaraan yang kendaraannya tertabrak.
Suasana di jalanan seketika ramai dan ricuh. Terdengar teriakan beberapa korban kecelakaan pengendara motor yang jatuh di jalanan setelah menjadi korban tabrakan beruntun dari mobil sebelumnya.
Sebuah truk bermuatan menghindari kendaraan bermotor yang oleng akibat tabrakan beruntun dan tanpa sengaja truk itu menghantam kendaraan lain.
“Apa... tidak.... truk itu akan menyerempet ku !”pekik Alexa saat melihat dari kaca spion. sedangkan posisinya saat ini berada di belakang mobil.
Spontan gadis itu menyelamatkan dirinya dan memacu motornya dengan kecepatan tinggi, melompati sebuah mobil yang ada di depannya dan selamat dari tabrakan truk.
Para pengunjung hotel yang saat itu berada di depan beberapa turun untuk melihat kejadian barusan, termasuk Sean.
Sean melihat aksi berani seorang gadis yang berhasil melompati mobil dan tampak salut pada gadis itu. Dia pun berjalan mendekat untuk melihat siapa gadis tadi.
“Oh dia... dia kan gadis yang memakai liontin Ratu Luois IV yang kucari...”pekiknya saat melihat Alexa yang menoleh dan terlihat mengenakan liontin yang dicarinya.
Tanpa piket panjang Sean berlari untuk menghampiri Alexa dan mengejarnya Namun sayang sekali gadis itu sudah mengajukan motornya dengan cepat di jalanan dan menghilang dari jangkauannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....