Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 60 Keraguan


__ADS_3

Sean sambil menenteng tas kerjanya mencoba tenang di depan Alexa.


“Apa sebenarnya maunya gadis ini ?”batin Sean menatap Alexa yang seolah menuntut jawaban darinya.


“Tuan Sean.... apa kau sudah menemukan informasi tentang ayah ku ?”tanya Alexa langsung karena dia merasa sudah lama sekali menunggunya.


“Sungguh tidak sabaran sekali gadis ini.”batin Sean menatap Alexa dalam diam.


“Mengenai hal itu masih dalam proses investigasi. Aku mau masuk dulu setelah ini baru kita bicara.”jawab Sean meminta izin untuk meninggalkan dirinya.


Alexa hanya menghela nafas saja saat mendengar jawaban dari Sean yang berlalu begitu saja darinya. Dia pun memilih untuk kembali ke kamar meski tidak melakukan apapun.


Di dalam kamar Sean Setelah berganti baju. Dia pun mengambil laptop dari meja dan langsung membukanya.


“Aku harus mendapatkan informasi untuk gadis tidak sebaran itu setidaknya meskipun hanya sedikit informasi yang ku peroleh saat ini.”gumam Sean yang jadi merasa terbebani dengan hal itu.


“klik... klik...”Sean memeriksa beberapa data yang sudah dikirim oleh Judas dan Sivan padanya. Ia pun kembali memeriksa beberapa daftar nama lagi yang belum dia periksa sebelumnya.


Sean mengetikkan lama nama setelah memasukkan formula ajaib dan dia pun menyandarkan kepalanya ke dinding untuk menunggu hasilnya.


Di lain kamar di seberang kamar Sean. Alexa sedang duduk di kamar dan menghadap ke jendela.


“Apa sebaiknya aku batalkan saja daripada seperti ini sampai kapan baru aku harus menunggu sampai mendapatkan informasi terkait ayahku ?”gumam Alexa merasa penantiannya sia-sia belaka di sana dan berniat mengurungkan niatnya untuk mencari keberadaan ayahnya saja.


Malam hari Sean meminta pelayanan yang ada di rumah untuk memanggil Alexa dan menemui dirinya.


Beberapa menit kemudian seorang pelayanan lelaki berdiri di depan pintu kamar Alexa.


“Nona tuan udah ingin bertemu denganmu.”ucap pelayan itu setelah pintu terbuka.


“Ya... antar aku menemuinya aku juga ingin bicara padanya.”jawab Alexa singkat dan segera keluar dari kamar.


Ia pun mengikuti pelayan tadi berjalan menuju ke sebuah ruangan dan di sana sudah ada Sean yang duduk menunggunya.

__ADS_1


“Malam nona Alexa...” ucap Sean menyapa.


Alexa hanya mengangguk saja Kemudian segera duduk di depan Sean.


“Tuan ada ingin ku bicarakan denganmu...”ucap Alexa.


“Nona ada yang ingin sampaikan padamu.”ucap Sean bersamaan.


Alexa dan Sean kemudian saling pandang karena ingin menyampaikan maksud mereka.


“Baiklah nona duluan.”jawab Sean.


“Tuan Sean ku rasa aku tidak akan melanjutkan investigasi ayahku. Dan aku lebih baik segera kembali ke tempatku berada.”ucap Alexa dengan berat hati.


Sean diam dan sedikit bingung pada ucapan Alexa. Sebelumnya dia antusias sekali tapi kenapa barusan dia bilang seolah menyerah saja.


“Nona aku tidak paham maksudmu.”balas Sean singkat.


“Aku masa pencarian ini tak perlu dilanjutkan lagi dan mungkin akan sia-sia saja dan menghabiskan waktu.”jawab Alexa menjelaskan.


“Nona tunggu ! Aku belum bicara. Aku memang sibuk beberapa hari ini. Tapi Meskipun begitu bukan berarti aku tak punya informasi sedikitpun untukmu.”ucap Sean sambil menunjukkan beberapa informasi yang dia dapat dari Judas dan Sivan.


Ternyata Alexa berhenti dan kembali duduk setelah mendengar penjelasan dari Sean.


Sean membalik laptopnya dan menunjukkan pada gadis itu sepuluh daftar nama lengkap dengan profil data yang lengkap.


“Ternyata aku benar-benar meremehkan dia.”batin Alexa setelah melihat dan membaca sendiri profil data yang ditunjukkan oleh Sean padanya.


“Bagaimana apa kau masih tidak ingin melanjutkan investigasi ayahmu nona ?”ucap Sean setelah menunggu Alexa lama.


“Baiklah aku akan melanjutkan investigasi ini. Aku akan mengandalkan mu. Ku harap kau benar-benar bisa membantu ku.”jawab Alexa tersenyum setelah berubah pikiran.


“kring... kring...” bunyi suara ponsel Sean yang berdering.

__ADS_1


“Permisi nona...”ucap Sean meminta izin dan segera mengeluarkan ponselnya.


“Ya halo...”jawab Sean langsung.


“Tuan aku sudah selesai menyelidiki semua daftar nama dan aku barusan mengirimnya.”ucap seseorang di telepon.


“Ya Sivan kerja bagus, sudah pada sebelum waktu yang ditentukan. Baiklah tunggu perintah selanjutnya dariku.”balas Sean lalu segera menutup teleponnya.


Ia mengambil kembali laptopnya dan melihat data yang sudah dikirim oleh Sivan padanya.


Sean membacanya sekilas dan lelaki itu tersenyum lebar.


“Nona sepertinya besok kita sudah bisa mulai menyelidiki langsung ke lapangan beberapa daftar nama yang terlampir di sini.”ucap Sean menunjukkan daftar nama yang dikirim oleh Sivan padanya.


Alexa kembali membaca daftar terlampir di laptop Sean dan dia pun tersenyum kecil setelah selesai membacanya.


“Baiklah tuan Sean... aku mengucapkan terima kasih padamu karena sudah mau membantuku.”ucap Alexa sambil mengembalikan laptop pada Sean.


Karena hari sudah semakin larut mereka berdua pun mengakhiri pembicaraan dan kembali ke kamar masing-masing.


Keesokan paginya Sean sengaja tidak masuk kantor. Dia mengosongkan jam kerjanya sehari untuk menepati janjinya pada Alexa meski hari ini banyak jadwal meeting di kantornya.


Di kamar Alexa sedang makan sarapan pagi yang barusan diantar oleh pelayan Sean. Ia memakan sarapannya dengan lahap kali ini karena mood-nya bagus.


Baru saja dia selesai makan ada suara seseorang yang mengetuk pintu.


“tok... tok... tok...”


Alexa segera berdiri dan membuka pintu. Dia sejenak terpaku saat melihat sosok lelaki yang berdiri di depannya.


“Tuan Sean... ?!”ucap Alexa tak percaya karena ya pikir itu adalah pelayan sini akan mengambil kembali piring makannya.


“Ya nona apa kau sudah siap untuk melanjutkan investigasi ini ?”ucap Sean sambil menara kedua tangannya di saku baju non formalnya.

__ADS_1


Alexa mengangguk dan tersenyum kecil. Ia pun masuk kembali ke dalam kamar untuk bersiap.


BERSAMBUNG...


__ADS_2