
Sengaja Sean mengajak Alexa menuju ke Menara Eiffel melewati pintu belakang, karena akan memakan waktu lebih sedikit daripada harus lewat jalan depan.
Alexa berjalan di belakang Sean karena tak tahu jalan di sana dan mengikuti lelaki itu.
“Aku merasa tak tenang jika tidak melihat punggungnya.”batin Sean menoleh ke belakang menatap Alexa.
Sean kemudian menarik tangan Alexa dan membuatnya maju berada di depannya saat ini.
“Kau jalan di depanku saja dan aku akan terus memandang jalanmu hingga sampai ke tujuan.”ucap Sean saat melihat gadis itu akan bertanya padanya.
Mereka terus berjalan di jalanan selebar tiga meter itu dan suasana di sana sepi, hanya ada dirinya saja dan Alexa di sana.
“tes...”terdengar suara tetesan air yang menetes dari atas di tengah hening nya suasana kala itu.
Alexa menatap ke atas ada beberapa lubang kecil dan kembali melihat air menetes di bahunya yang terasa sedingin es.
“Alexa... aku sebenarnya...”Sean menghirup nafas untuk menenangkan dirinya.
“tap... tap...”dari arah belakang terdengar beberapa langkah kaki yang juga berjalan.
“Mereka...”ucap Alexa melihat beberapa sepasang kekasih anak muda berlari sambil bergandengan tangan dan melewati mereka.
“bugh... !”seorang lelaki tak sengaja menyenggol bahu Alexa.
“Maaf...”ucap lelaki itu berhenti sebentar kemudian kembali berjalan bersama kekasihnya berlalu meninggalkannya.
“Ada apa... kenapa mereka berlari ?”tanya Alexa pada Sean.
“Awas... !”ucap Sean sambil memegang bahu Alexa dan menepikannya ke dinding, menutupinya dengan tubuhnya seolah melindunginya.
Ada banyak pasangan kekasih lainnya yang berjalan melewati mereka dan jika saja Sean tak menutupi tubuh Alexa, maka gadis itu akan berbenturan dengan jalan kaki lainnya.
__ADS_1
“dong... dong....!”bunyi jam dinding yang berdentang sebelas kali dan semakin banyak pasangan kekasih yang masuk.
Alexa hanya diam dan melihat saja karena tak tahu ada apa tiba-tiba jalanan menjadi ramai seperti ini.
“Tepat jam dua belas nanti akan ada kembang api super nova dan kemarin selalu dinantikan oleh pasangan kekasih baru.”ucap Sean menjelaskan melihat raut muka gadis itu yang bingung.
Mereka kembali berjalan dan jalan yang depan mereka ternyata ramai. Ada banyak pasangan kekasih muda yang berada di sana dan parahnya lagi beberapa dari mereka "kissing" meskipun banyak yang melihat.
“Oh...”gumam Alexa yang merasa sedikit malu melihat adegan itu dan berbalik menghadap Sean.
“Biasanya jalanan di sini sepi saat malam hari, mungkin karena ini awal musim semi.”ucap Sean menjelaskan agar gadis itu tak terkejut dengan apa yang dilihatnya.
“glek...”Alexa kembali menelan ludah saat melihat sepasang kekasih lainnya ya sedang berciuman di kota penuh cinta ini.
Dia pun mengalihkan pandangannya dan terus berjalan hingga akhirnya mereka berdua tiba tepat di depan Menara Eiffel.
“Kita sudah sampai.”ucap Sean.
“Bagaimana jika kita duduk di bawah Eiffel saja, hanya di sana tempat yang sepi.”ucap Sean sambil menunjuk. Mereka berdua pun berjalan ke sana dan duduk.
“Tunggu disini sebentar aku akan membelikan minuman untuk mu.”ucap Sean berdiri karena melihat Alexa tampak haus kemudian pergi.
Berapa satu kemudian lelaki itu datang dan membawakan dua es krim setelah melihat ada pasangan muda yang memberikan es-krim kekasihnya.
“Ini... makanlah sebelum mencair.”Sean memberikan es krim pada Alexa.
“Kau seperti anak kecil saja.”jawab Alexa menerima pemberian Sean sambil tersenyum dan segera memakannya.
Mereka berdua melihat kembang api yang masih bersinar berwarna-warni di langit.
Alexa tiba-tiba teringat jika awal pertemuannya dengan Sean di tempat ini dan lelaki itu telah mencuri ciuman pertamanya berulang kali.
__ADS_1
“Apa yang kau pikirkan ?”tanya Sean melihat wajah Alexa yang sedikit memerah.
“Tak ada...”jawab gadis itu lalu berpaling kembali menatap kembang api di langit.
“Alexa... aku... a-aku....”
“dong...”bunyi suara jam dinding berdentang dua belas kali !
“Supernova akan keluar !”ucap Alexa antusias karena belum pernah melihat kembang api supernova sebelumnya.
“Alexa je t'aime...”ucap Sean.
“duar.... duar...”kembang api supernova keluar. Di angkasa terlihat api merah berbentuk love memenuhi seluruh langit Kota Paris dengan tulisan "je t'aime chérie... j'espère tous en amour toujours" dan pasangan kekasih yang ada di sana mencium kekasihnya masing-masing.
“Ha... apa yang barusan kau ucapkan ?”ucap Alexa tak menatap Sean dan masih menatap supernova yang indah di angkasa.
“Ahh....”Sean merasa usahanya sia-sia saja karena gadis itu tak mendengar apa yang dia ucapkan. Dan dia tak bisa mengulangi ucapannya lagi.
Alexa terhanyut pada suasana malam itu. Dia menatap Sean yang menatapnya dalam-dalam. Sean menyentuh pipi Alexa dan mendekatkan bibirnya Alexa yang tiba-tiba memejamkan mata.
Sean mencium bibir Alexa dan gadis itu mengikuti nalurinya dan membalas ciuman Sean.
Beberapa jam setelahnya terlihat Alexa berada di kamar Sean. mereka berada di tempat tidur.
Sean memeluk Alexa di balik selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
“Aah...”Alexa mendesah berada di bawah tubuh Sean. Karena tak ingin suara berisik Alexa keluar kamar dan banyak yang mendengarnya, Sean membungkam bibir gadis itu dengan mencium bibirnya.
Alexa merasa seluruh tubuhnya lemas tak berdaya dan dia memeluk pinggang Sean erat menahan rasa sakit yang berangsur-angsur pudar berganti rasa nikmat. Mereka berdua larut dalam lautan cinta yang membara hingga mereka tertidur bersama.
BERSAMBUNG....
__ADS_1