
Malam hari di rumah Sean. Lelaki itu berdiri bersandar ke dinding menatap potret nenek kesayangannya, yang baginya sudah ia anggap seperti ibunya sendiri bahkan rasa sayang nya pada nenek melebihi rasa sayang pada ibunya.
Flash back 20 tahun yang lalu.
Sean kecil yang berusia enam tahun bermain bersama neneknya di halaman rumah.
Dia melihat sepasang kekasih yang lewat di depan rumahnya.
“Nenek kenapa mereka terus berpegangan tangan saat berjalan ?”ucap Sean kecil menuju ke arah sepasang kekasih di jalan.
“Mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai.”jawab nenek sambil mengusap rambutnya.
Sean tetap menatap pasangan kekasih itu dan kembali bertanya pada neneknya.
“Tapi nenek, Aku tidak pernah melihat ayah dan ibu seperti itu saat berjalan ? Jadi apa mereka tidak saling mencintai ?”tanya Sean kecil lagi.
“Ayah dan ibumu sibuk sekali. mereka tak ada waktu untuk bersama seperti itu saat ini. Mungkin lain waktu kau akan melihatnya.”balas nenek kembali mengusap kepala Sean kecil sambil tersenyum.
Timbullah pertanyaan dan rasa penasaran yang besar dalam pikiran anak kecil itu.
“Nenek apa aku juga akan menemukan pasangan seperti itu saat besar nanti ?”tanya Sean kecil masih menatap pasangan kasih tadi.
“Tentu saja nak, semua pasti akan bertemu dengan jodohnya di saat dewasa nanti.”balas nenek singkat.
Jawaban sang nenek kembali membuatnya berpikir dan muncul banyak pertanyaan dalam benaknya.
“Nenek bagaimana aku bisa mengetahui seorang gadis adalah jodoh ku dan bagaimana aku menemukan dia ?”ucap Sean kecil beralih menatap neneknya.
Nenek yang duduk di samping Sean kecil memeluknya dari samping.
“Ha-ha... kau masih sangat kecil, belum saatnya kau memikirkan hal itu. Tapi baiklah nenek akan memberitahu mu. Kau tidak perlu mencarinya dan jodohmu tidak perlu mencari mu. Kalian akan dipertemukan oleh waktu.”jawab nenek menjelaskan panjang lebar namun ternyata masih membuat Sean kecil penasaran.
__ADS_1
“Nenek bagaimana aku mengetahui perasaanku pada seorang gadis ?”
“Jika kau sudah besar nanti kau akan mengetahuinya sendiri. Kau akan merasakan gadis yang ketemu itu sangat berbeda dari gadis yang pernah kau temui sebelumnya. Saat bersamanya kau akan merasakan degup jantung mu menderu, Selain itu kau tidak ingin jauh ataupun berpisah darinya sedetik pun, bahkan jika bisa kau ingin waktu berhenti selamanya untukmu.”jawab nenek menjelaskan panjang lebar.
Sean kecil menyimpan perkataan neneknya itu dalam memorinya sampai sekarang.
Flash back berakhir.
Sean berjalan sampai mendekat dan menatap foto neneknya dari dekat.
“Andai saja nenek masih hidup. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Saat ini aku bertemu dengan seorang gadis dan gadis itu mampu membuat jantungku menderu seperti yang nenek bilang. Aku juga tak ingin dia pergi dari sisiku. Apa dia jodoh ku nek ?”ucap Sean bertanya pada foto neneknya yang ada di dinding.
Sean mundur dan kembali duduk di tempat tidur. Dia menyadarkan badannya ke dinding. Pikirannya saat ini melayang pada Alexa dan dia masih ragu dengan apa yang dia rasakan saat ini.
“Aku lelah memikirkannya. Dan ku rasa tak mungkin gadis itu jodoh ku.”gumam Sean setelah dua jam lebih merenung dan mengingat semua kejadian bersama Alexa.
Lelaki itu akhirnya merasa ngantuk dan merebahkan dirinya di tempat tidur.
Keesokan paginya di England di sebuah perusahaan. Terlihat Bryan sedang duduk di ruangan kerjanya. Lelaki itu menyalakan monitor di meja.
“klik...klik..” komputer menyala namun lelaki itu tak bisa mengakses data masuk.
“Apa yang terjadi ? Kenapa begini Apa mungkin ada virus yang menyerang ?”gumam Bryan menebak dan dia pun mengutak-atik komputer di depannya.
“Aneh... tidak ada virus yang menyerang tapi kenapa komputer ini seperti terkunci ?”gumam Bryan lagi. Belum selesai dia mencari akar permasalahannya, terdengar suara langkah kaki di depan pintu.
“tok... tok... tok...”suara ketukan pintu.
“Ya masuk saja.”jawab Bryan sambil menoleh ke arah pintu.
“kriek... permisi tuan...”seorang lelaki membuka pintu dan masuk ke ruangan Bryan.
__ADS_1
“Ya Simmon ada apa ?”ucap Bryan bertanya pada sekretarisnya.
“Tuan... ini ada surat untuk anda.”ucap sekretaris itu menyerahkan surat yang barusan diterimanya dari pengantar surat.
“Baik, terima kasih kau boleh pergi.”jawab Bryan menerima surat dari tangan sekretarisnya. Dia memandang surat itu dan penasaran pada isinya.
Bryan segera membuka surat itu dan mengeluarkan isinya. Dia tertegun saat melihat kop surat yang tertera di sana merupakan dari pihak rumah sakit. Entah kenapa tiba-tiba jantungnya berdegup kencang saat mengeluarkan isi surat itu dan membukanya.
“Apa... ?! Surat tes DNA ? Bagaimana bisa ayah mengetahui hal ini ?”pekik Bryan terkejut sekali saat membaca surat di tangannya. Dia pun merasa lemas dengan hasil tes tadi hingga dia merasa tak kuat berdiri dan akhirnya kembali duduk di kursi.
Bryan diam sebentar untuk menenangkan dirinya dari semua pikiran buruknya.
Lelaki itu kemudian melihat saldo ATM nya melalui i-banking.
“Oh... sial... !”pekik Bryan saat melihat saldonya saat ini menjadi kosong. Ia pun mencoba mengeluarkan semua kartu kreditnya dan mencoba mengeceknya dengan melakukan transaksi online.
“Oh... semua kartu ku tak bisa digunakan.”pekik Bryan terlihat panik setelah mencoba semua kartu kreditnya tak bisa digunakan.
Lelaki itu kemudian duduk dengan lemah sambil memegang kepalanya.
“Apa yang sebenarnya terjadi ? Siapa yang membocorkan hal itu pada ayah ?”batin Bryan merasa tak berdaya dalam waktu yang begitu cepat semuanya dia punya sudah diambil kembali oleh Austin.
Bryan mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi nomor ayahnya.
“kring... kring... kering...”Bryan mencoba menghubungi Austin berulang kali namun panggilannya tak dijawab oleh lelaki itu.
Di ruangan Austin saat ini terlihat lelaki itu sedang duduk, menaruh ponselnya di meja dan hanya menatapnya saja melihat ada panggilan masuk berulang kali.
“Bryan.... bukan salah ku semua jadi seperti ini. Salahkan ibumu sendiri yang sudah mengkhianati diriku.”gumam Austin terdiri dari kursi lalu keluar dari ruangan itu dan membiarkan ponselnya terus berdering hingga baterainya habis dan mati sendiri.
BERSAMBUNG....
__ADS_1