Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 75 Bebas


__ADS_3

Alexa melihat tali simpel yang mengikat tangan mereka dengan seksama. Setelah menemukan polanya, ia berusaha untuk membukanya.


“Tuan Sean... maukah kau bekerja sama denganku untuk melepas tali ini ?”ucap Alexa sambil menoleh ke samping.


“Ya... apa kau bisa membukanya ? Aku sudah mencobanya tadi tapi gagal.”jawab Sean menjelaskan.


“Kita coba saja mungkin kali ini akan berhasil.”ucap Alexa dan seolah yakin dengan kemampuannya.


“Katakan padaku apa yang harus aku lakukan sekarang ?”balas Sean menyetujui permintaan Alexa.


“Ikuti saja perkataan ku. Sekarang coba gerakkan tangan ke bawah.”balas Alexa sambil menatap tali simpul yang mengikat tangan mereka.


Sean mengikuti apa yang diucapkan oleh Alexa. Ia memutar tangannya ke bawah, lalu memutarnya ke atas di saat Alexa memutar tangannya ke samping kanan. Mereka bergerak dengan berirama sesuai dengan instruksi dari Alexa.


“kraak.... !” setelah dua puluh menit akhirnya tali yang mengikat mereka berdua pun terlepas.


“Aah... kau benar-benar bisa melepaskannya.”ucap Sean tak percaya dan tersenyum lebar melihat tangannya sudah bisa ia gerakkan kembali dengan bebas.


“Kau benar-benar hebat, Alexa !”ucap Sean merasa senang dan tak sadar memuji Alexa secara langsung.


“Ini bukan apa-apa tuan, yang terpenting kita harus segera keluar dari sini.”balas Alexa singkat dan sama sekali tidak menurunkan kewaspadaannya.


“Panggil saja aku Sean tanpa menyebut tuan, sama seperti aku memanggil mu.”ucap Sean menatap Alexa karena merasa sudah menganggapnya sebagai teman.


Masih dalam keadaan duduk, Sean tujuan utamanya. Ia pun kembali menatap jam tangannya yang masih bersinar menyala merah.


“klik... klik... klik...”Sean segera mengirimkan sinyal infrared dan memberitahukan titik lokasi keberadaannya saat ini.


Sinar menyala merah di jam Sean padam setelah dia berhasil mengirimkan sinyal pada Fantôme.


Sedangkan Alexa melihat ke sekitar untuk mencari jalan keluar.

__ADS_1


“Dimana jalan keluarnya ?”gumam Alexa menetap ke atas lalu menatap anak tangga di samping mereka.


“Apakah kita keluar dari sini melalui anak tangga tadi ?”tanya Alexa pada Sean.


“Aku tidak yakin. Tapi pasti ada jalan keluar selain jalan utama dan mungkin lebih efisien daripada melewati anak tangga.”jawab Sean menoleh ke belakang menatap Alexa.


Di saat mereka akan berdiri dan mencari jalan keluar lainnya, terdengar suara adalah langkah kaki masuk ke ruangan.


“Bagaimana ini mereka kembali ?”ucap Alexa pelan dengan berbisik di telinga Sean.


“Duduk saja kembali dan berpose seperti kita masih terikat. Aku akan mengatasinya di saat mereka lengah.”jawab Sean pelan pelan dan balik berbisik di telinga Alexa agar tak ada yang mendengar ucapan mereka.


Alexa kembali duduk membelakangi Sean dan bersandar di kepalanya. Ia juga memegang tali sambil menggenggam tangan Sean. Terakhir ia memejamkan matanya tepat di saat suara itu berhenti di dekatnya.


“Hah... bisa-bisanya kalian tertidur dalam kondisi seperti ini.”ucap seorang lelaki setelah melihat dua sandera mereka masih dalam keadaan tidur.


“Jika begitu pekerjaan kita malah lebih mudah. Ayo kita bahwa mereka menemui tuan sekarang.”balas lelaki lain yang mengenakan pakaian serba hitam dan berdiri di depan Sean.


“bugh... !”lelaki itu segera memukul dada lelaki tadi dan membuatnya jatuh terjengkal.


Hal yang sama juga terjadi pada Alexa. Ia pun membuka matanya dan merentangkan kakinya menendang lutut lelaki yang akan membawanya.


“Aïe...!”teriak lelaki tadi kesakitan saat terjatuh ke lantai.


Alexa dan Sean segera berdiri. Sean kembali menghampiri dua orang yang masih berada di lantai.


“bugh.... !”Sean kemarin melayangkan pukulan pada muka dua orang lelaki tadi secara bergantian.


“Vous salaud. Je tuerai tu !!”umpat salah seorang lelaki yang dipukul yang oleh Sean tak terima dan membalas pukulan Sean.


“bugh.... !”Alexa kembali menendang seseorang yang bangkit dan akan memukul Sean.

__ADS_1


Baku hantam terjadi di sana. setelah melayangkan beberapa pukulan dan membuat dua lelaki tadi terkapar di lantai, Sean dan Alexa kemudian berlari ke sebuah pintu yang ada di balik tangga.


“Kau yakin ini jalan keluarnya ?”ucap Alexa menatap Sean saat berada di depan sebuah pintu.


“Kita coba saja yang pasti itu ini menunjuk ke suatu tempat.”jawab Sean singkat.


Di luar pintu dua lagi yang tadi terkapar saat ini mulai bangkit dan mencari keberadaan mereka.


“Ayo cepat sudah tak ada waktu lagi untuk berpikir !”ucap Sean menarik tangan Alexa yang masih di yang berdiri dan berusaha mencari jalan keluar lainnya.


Di luar tempat mereka ditahan, Grandi Oiseau berhenti saat menerima sinyal dari Sean.


“Bos... tuan Sean mengirimkan sinyal dan menunjukkan posisi keberadaannya saat ini.”ucap pilot heli memberitahukan ada sinyal balasan untuk mereka.


“Putar balik dan kembali ke tempat tuan Sean berada sekarang !”jawab Sivan memberi perintah setelah melihat koordinat lokasi keberadaan Sean.


Alexa dan Sean terus berlari di jalanan selebar dua meter itu hingga ke ujung.


“brak... !”Mereka berdua keluar dari ruangan sempit itu dan tiba di luar bangunan.


Alexa berbalik dan menatap bangunan tinggi di depannya.


“Akhirnya kita bisa keluar dari sini !”ucap Alexa merasa lega.


Sementara Sean kembali mengirimkan sinyal keberadaannya. Mereka berdua kemudian kembali berjalan dan menuju ke sebuah tempat yang aman untuk menunggu grandi Oiseau datang menjemputnya.


Beberapa saat kemudian terlihat sebuah heli mendekat ke arah mereka berada.


“chug... chug... !”heli berhenti tepat di atas mereka.


Sean menunggu awak heli menurunkan jaring untuknya. Namun saat Alexa menoleh ke belakang, dia melihat empat orang lelaki keluar dari pintu tempat mereka tadi keluar dan menuju ke tempatnya berada saat ini.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2