
Alexa menarik tubuhnya dan beralih duduk di samping Sean. Ia menatap sosok Austin di depannya lagi menanti apa yang akan lelaki itu ucapkan.
“Kalian berdua adalah tamu ku di sini, maka aku akan menjamu kalian berdua. Dan aku akan memulainya sekarang.”ucap Austin Bertrand menatap Alexa dan Sean secara bergantian sambil tersenyum menyeringai.
“glek.... !”Sean hanya menelan ludah mendengar apa yang diucapkan olehnya dan waspada pada siksaan seperti apa yang akan diberikan oleh lelaki itu padanya.
“Tak mungkin dia akan menjamu kami. Mungkin maksudnya menghabisi kami.”batin Alexa diam dan tak meresponnya sama sekali.
Melihat dua sanderanya yang diam saja dan tak meresponnya sama sekali, Austin Bertrand berjalan lebih mendekat lalu berjongkok di depan mereka berdua.
“Katakan padaku jamuan apa yang kalian inginkan ?”ucap Austin sambil menyentuh dagu Alexa.
Gadis itu segera menyingkirkan tangan lelaki busuk itu dan menampiknya.
“Aku tidak ingin jamuan mu sama sekali. Lebih baik kau lepaskan saja kami.”balas Alexa menatapnya dengan sengit.
“Tidak semudah itu dan secepat itu nona..!”balas Austin kembali tersenyum menunjukkan sederetan giginya.
Ia pun beralih menatap Sean.
“Tuan muda Sean... CEO dari Aldric Groupe bagaimana jika kita bermain sebentar ?”ucap Austin memberikan sebuah tantangan.
“Kau suka kartu kan ? Bagaimana jika kita pasang taruhan saja. Jika aku kalah maka aku akan melepaskan kalian berdua. Jika kau kalah maka kamu harus memberikan perusahaan mu pada ku.”ucap lelaki itu menambahkan.
Sean diam saja dan sama sekali tidak merespon. Untuk orang seperti dia apapun option yang ditawarkan tak ada yang bisa dipilih karena dia tahu itu hanyalah jebakan saja.
Alexa terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Austin barusan. Mudah sekali dia bilang seperti itu dan ingin menguasai perusahaan Sean.
“Rupanya tuan muda penguasa wilayah selatan tak berani menerima tantangan ku.”ucap Austin memancing emosi Sean dan mencoba memainkannya.
“Siapa bilang aku takut pada mu ?”balas Sean merasa di remehkan.
“Jadi kau mau bermain denganku ?”balas Austin tersenyum lebar sambil mengeluarkan kartu yang dia bawa.
__ADS_1
“Tunggu ! Sean jangan terpancing olehnya ! Jangan ikuti dia !”ucap Alexa mencegah dan menghalangi Sean sambil menarik lengannya.
Sean menoleh dan menatap Alexa.
“Ya....hampir saja aku terpancing olehnya. Aku tahu dia licik. Kau tenang saja.”ucap Sean lirih berbisik di telinga Alexa.
“Nona kau menghalangi saja ! Akan ada sendiri waktu bermain dengan mu !”ucap Austin menatap Alexa dengan kesal karena mengganggu dan mengacaukan kesenangannya.
Alexa merasa Sean tak ada sangkut pautnya dengan Austin. Dan tak seharusnya lelaki itu ada di sini bersama dirinya.
“Aku tahu targetmu adalah aku. Jadi lepaskan dia, jangan seret dia dalam permainan ini !”balas Alexa dengan tegas.
Austin bergeser dan beralih menatap Alexa.
“Ck... ck... ck... nona kau sungguh tidak sabaran sekali seperti ibumu ! Jadi kau ingin bermain denganku sekarang?”ucap Austin tersenyum licik.
“Jangan sebut nama ibuku lagi di depanku. Aku tidak mengizinkan lelaki sepertimu memanggil nama ibuku !”balas Alexa yang menjadi tersulut emosi.
Melihat Alexa, Austin kembali yang teringat masa lalunya dengan ibunya Alexa dan membuatnya kembali membuka luka hatinya.
“Aku tidak menyangka. Wanita itu hidup bahagia di sana dan membangun hidup dengan lelaki lain. Tapi kenapa sekarang dia menyuruhmu untuk mencari ku ?”ucap Austin bertanya pada Alexa.
Alexa tidak tahu apa yang diucapkan oleh lelaki itu. Karena sejak kecil dia hanya hidup seorang diri dengan ibunya tanpa kehadiran seorang ayah, bahkan ia tidak tahu siapa ayah kandungnya.
Meskipun dia tidak mempunyai ayah namun dia tidak kurang mendapatkan perhatian dari seorang ayah. Darell yang merupakan ayah dari Rey adalah ayah angkatnya dan selalu membantunya selama ini.
“Ibu tidak memintaku untuk mencari mu. Bagi ku papi Darell saja sudah cukup dan melebihi segalanya !”jawab Alexa yang sudah tak punya niat mencari ayahnya lagi.
Mendengar nama yang barusan disebut oleh Alexa Austin terlihat sedikit gemetar dan emosinya semakin tersulut.
“Darel... ? Darell Sanjaya maksud mu ? Jadi benar wanita itu menikah dengan lelaki brengsek itu ?!”jawab Austin dengan marah mendengar nama lelaki itu disebut, lelaki yang merebut gadis yang dicintainya.
“Jadi gadis ini... dia benar anaknya Helena dengan lelaki sialan itu ?”batin Austin merasa tak terima akan hal itu.
__ADS_1
Alexa terkejut kenapa lelaki itu bisa mengetahui nama lengkap papinya dan apa sebenarnya hubungan papi dengan lelaki yang berdiri di depannya saat ini.
“Bukan urusan mu ! Papi ku orang baik tidak seperti yang kau ucapkan !”balas Alexa mencoba memancing emosi Austin karena dia ingin mengetahui apa hubungan mereka di masa lalu.
Mendengar Alexa yang memuji lelaki perebut kekasihnya itu dia pun bertambah murka.
Austin mengeluarkan pistol dan menodongkan ke kepala Alexa.
“Alexa kau diam saja jangan jawab apapun pertanyaannya atau kau akan tambah menyulut emosinya.”ucap Sean yang masih berada di sampingnya dengan berbisik kembali.
“klik... !”Austin menarik pelatuknya dan bersiap menembak Alexa.
Dia menarik nafas panjang dan memejamkan matanya selama beberapa detik mengingat kembali sosok Helena yang tersenyum dan membuatnya ragu untuk menembak Alexa.
Sean melihat Austin sedang lengah. Dia berdiri dan memukul tangan Austin.
“bugh... !”pistol itu jatuh dan terlempar jauh.
Alexa melihat ke arah pistol terlempar dan dengan cepat segera mengambilnya.
Sementara Austin terlibat baku hantam dengan Sean. Mereka berada pukulan.
“Sean tangkap ini !”teriak Alexa melihat Sean terdesak dan melempar pistol ke arahnya.
Sean melompat menangkap pistol sebelum Austin mendapatkannya.
“dor... !”Sean menembakkan pistol ke udara dan mengenai paha Austin.
“Alexa cepat pergi dari sini !”ucap Sean memanfaatkan kesempatan selagi Austin tak berdaya.
Alexa mengangguk dan segera berlari menghampiri Sean. Mereka berdua keluar dari ruangan itu dan menaiki mobil Austin kabur dari daerah itu.
Sementara Austin berdiri dengan tertatih sambil memegang pahanya yang tertembak. Dia pun menatap penuh amarah ke arah luar pintu.
__ADS_1
BERSAMBUNG....