
Alexa dan Sean Akhirnya bisa bernafas lega setelah bisa kabur dari sana. Grandi Oiseau menambah kecepatan agar bisa keluar dari wilayah kekuasaan Austin Bertrand.
“Bagaimana keadaanmu, apa kau terluka ?”tanya Sean pada Alexa.
“Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah membantuku.”balas Alexa menatap Sean.
“Baru kali ini aku melihat tuan Sean peduli dan khawatir pada seorang gadis.”batin Sivan saat menoleh ke belakang dan melihat mereka berdua mengobrol.
Di lain tempat anak buah Austin lainnya bergerak setelah mendapatkan perintah dari tuan mereka.
Terlihat Austin keluar dari ruangan lalu mematikan mikrofon di telinganya.
“Gadis kecil jangan harap kau bisa lolos dari tangan ku.”ucap Austin tersenyum menyeringai.
Di lain tempat anak Austin segera bergerak. Tak lama kemudian di udara terlihat sebuah helikopter dengan empat awak penumpangnya terbang mengikuti jejak Grandi Oiseau.
“Kemana heli tadi terbang ?”ucap pilot yang mencari keberadaan heli milik Sean.
“Teruskan pencarian sampai ketemu atau kita akan mendapatkan hukuman dari bos.”jawab salah satu awak heli.
Heli milik Austin terus terbang di udara dan mencari keberadaan heli milik Sean.
Tepat di ujung hutan Sivan menemukan keberadaan heli lain yang mengikuti mereka dari tampilan radar dengan jarak hanya tiga kilometer saja.
“Gawat... tuan ada helikopter lain yang mengikuti kita di belakang.”ucap Sivan menyampaikan.
Sean terlihat geram mendengar informasi barusan.
“Kenapa si Austin Bertrand itu tidak berhenti juga dan masih berusaha menangkap kami ? Memang dia cari masalah dengan ku rupanya.”batin Sean sambil mengepalkan tangannya.
“Percepat laju grandi ouiseau sekarang dan jangan sampai kita tertangkap oleh mereka !”ucap Sean menanggapi lalu memberi perintah.
Sean juga mengambil senjata yang ada di dalam heli untuk berjaga-jaga, begitu pula dengan awak lainnya juga ikut mengambil senjata untuk antisipasi jika musuh menyerang.
Grandi Oiseau melesat semakin cepat namun ternyata Anak buah Austin juga mempercepat laju helinya.
“chug... chug... chug...”heli milik Austin berhasil mengejar Grandi Oiseau.
“Mereka sudah ada di belakang kita !”ucap Sivan saat melihat dari dadar juga mendengar suara heli mendekat.
__ADS_1
Sean melihat ke belakang dan benar saja sebuah Heli berada tepat di belakangnya hanya berjarak lima meter saja.
“Semuanya bersiap sekarang !”ucap Sean memberi perintah.
Masing-masing crew heli segera memegang senjata yang mereka ambil.
“Berikan aku senjata juga.”ucap Alexa yang ingin membantu.
“Kau.... bisa menggunakan pistol ?”tanya Sean sambil memakan pistol laras panjang.
“Ya aku bisa, pinjamkan pistol itu padaku.”ucap Alexa bersikeras.
Sean mengambil pistol lainnya dan menyerahkannya pada Alexa.
“klak... !”empat orang dalam heli Sean mengisi peluru secara bersamaan.
“whir....”heli milik Austin terbang semakin mendekat.
“dor... !”salah satu awak kapal menembak Grandi Oiseau dari belakang.
Namun beruntung pilot berhasil menghindari tembakan. Dari dalam heli Sivan dan Sean membalas serangan mereka.
“Tac !”satu baling-baling patah setelah Terkena tembakan dari Sivan.
“buzz.... !”Sean ikut berdiri dan dia menembak ban heli milik Austin yang menyebabkan ban nya kempes.
“Sialan... mereka menyerang kita !”ucap salah satu awak heli milik Austin merasa kesal.
Mereka tidak terima akan hal itu dan membalas serangan mereka.
“dor.. dor... dor...”Anak buah Austin membalas menembaki mereka dengan membabi buta.
Alexa dari dalam mengamati keadaan dan berusaha mencari celah untuk merobohkan mereka.
“Jika dibiarkan terus seperti ini maka mungkin saja heli ini akan jatuh. Sebelum itu terjadi aku harus menjatuhkan mereka lebih dulu.”batin Alexa masih mengamati pergerakan musuh.
Dia pun segera berdiri saat melihat ada kesempatan emas.
“dor...dor...”Alexa menembak anak buah Austin dan dapat mengenai lengan kanannya.
__ADS_1
“Argh... !”rintih anak buah Austin yang tertembak. Sivan dan Sean segera mengambil kesempatan itu dan kembali menembaki heli dan beberapa tembakan mereka menghancurkan kaca heli, juga membuat mesin tertembak.
“tac... tac...”asap mengepul dari heli milik Austin setelah terkena beberapa tembakan. Heli itu sedikit oleng.
“dor...”Alexa sekali lagi menembak dan tepat mengenai pilot heli musuh.
Melihat heli musuh yang akan jatuh dan kemungkinan akan meledak, pilot Grandi Oiseau menambah kecepatan dan menjauh sejauh mungkin dari heli musuh.
“dor... !”heli milik Austin pun meledak di udara. Para awak terlihat melompat dari dalam heli dan jatuh bebas ke tanah menggunakan parasut.
Meskipun awak heli Austin kehilangan heli mereka, namun mereka masih memegang senjata.
“dor... dor... !”keempat anak buah Austin menembaki pesawat dari bawah.
Pilot Grandi Oiseau tertembak dan Alexa segera menggantikan posisinya karena melihat Sean dan Sivan masih membalas tembakan musuh.
Terjadi tembakan beruntun dan membuat Alexa sedikit goyah.
“Aku harus bisa mengendalikan hari ini apapun yang terjadi.”batin Alexa melihat ke bawah dan musuh terus menembaki heli yang ia tumpangi.
“dor... !”Sebuah tembakan kembali balasan dan mengenai lengan kiri Alexa.
“Sial !!!”umpat Alexa.
Sean yang melihat Alexa tertembak segera maju ke depan dan mengambil alih posisinya.
“Geser dan biarkan aku yang memegang kendali kali ini !”ucap Sean.
Alexa kembali di belakang sambil memegang lengannya yang terluka. Sedangkan Sean mengemudikan heli.
Sivan Ya sudah di ujung emosi mengeluarkan granat dan melemparnya ke bawah.
“boom.... !”terjadi ledakan hebat di bawah sana dan ada pergerakan setelah terjadi ledakan itu.
“Haah... akhirnya kita benar-benar bisa lolos dari sini.”ucap Sivan tersenyum lebar namun tetap waspada dan berjaga.
beberapa jam kemudian mereka semua Akhirnya bisa keluar dengan selamat dari kawasan hutan Austin dan sampai ke rumah Sean.
BERSAMBUNG...
__ADS_1