Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 84 Keluar Dari Tebing


__ADS_3

Di pagi hari Sean bangun dan membuka matanya. Dia merasakan tubuhnya hangat.


Dia melihat dirinya yang memeluk Alexa dan gadis itu yang juga memeluk erat dirinya dalam kondisi masih tidur.


“Baju ini.. apa yang terjadi sebenarnya ?”batin Sean melihat bajunya tidak ia kenapa tapi menjadi selimut menutupi tubuhnya.


Sean mengambil bajunya. Ternyata ada baju Alexa juga di sana. Ia menatap tubuhnya yang kini bertelanjang dada dan Alexa yang juga bertelanjang dada seperti dirinya.


“Ohh...” ucap Sean saat melihat belahan tubuh Alexa yang terlihat. Entah kenapa dia merasa nyaman berada dalam pelukan Alexa yang terasa hangat dan tak pernah dia rasakan sebelumnya.


Sengaja Sean tak membangunkan gadis itu dan membiarkan Alexa bersandar pada dada bidangnya. Sean memejamkan mata lagi meskipun dia tidak merasa ngantuk.


Tiga puluh menit kemudian Alexa membuka mata. Ia melepas pelukannya lalu melihat Sean masih tertidur.


“Suhu badannya sudah normal kembali.”ucap Alexa memegang dahi Sean yang sudah tidak dingin lagi.


Gadis itu menatap yang masih tertidur. Ia menyentuh pipinya lalu menyentuh bibirnya.


“Apa yang ku pikirkan ?”batin Alexa sambil tersipu lalu segera menarik tangannya dari bibir merah Sean. Dia pun segera memakai kemejanya kembali sebelum lelaki itu melihat tubuhnya.


Ia juga mengambil baju Sean dan memakaikannya. Alexa sempat berhenti mengancingkan baju Sean saat melihat tubuh six-pack nya.


“Mungkin lelaki ini adalah idaman para wanita.”batin Alexa lalu mengancingkan baju Sean lagi dan membuang jauh-jauh pikiran aneh yang sempat menyergapnya.


Tepat di saat gadis itu memanjangkan kancing baju terakhir Sean yang pura-pura tidur membuka matanya dan memegang tangan Alexa.


“Terimakasih sudah menolongku.”ucap Sean menatap Alexa dalam-dalam dan mulai timbul gemuruh dalam dadanya. Dia pun segera melepas tangannya karena tiba-tiba merasa gugup tanpa sebab.


“Maaf.... semalam aku melepas bajumu karena tubuhmu dingin sekali. Aku tidak bermaksud mengambil keuntungan dari mu.”ucap Alexa menarik tangannya setelah selesai mengancingkan semua kancing baju Sean sambil menunduk.


Ia pun segera bergeser mundur menjauh dari lelaki itu karena merasa jantungnya berdebar hebat saat merasakan nafas Sean meniup wajahnya.

__ADS_1


“Apa kau sudah merasa baikan ? jika ya maka sebaiknya kita keluar dari sini untuk mencari jalan keluar.”ucap Alexa mengalihkan topik pembicaraan.


“Ya sebaiknya kita bergegas meskipun aku sudah mengirimkan sinyal pada Fantôme.”balas Sean kemudian berdiri.


Alexa dan Sean keluar dari goa menyesal jalan untuk mencari jalan keluar kembali ke atas.


Sementara di lain tempat. Para bodyguard Austin menghadap lelaki itu.


“Tuan sandra jatuh ke tebing dan kemungkinan mereka berdua sudah mati.”ucap seorang lelaki memberikan laporan.


Austin tak percaya begitu saja dia belum percaya jika belum menemukan mayatnya.


“Kalian semua sisir kembali lokasi tebing tempat mereka berdua jatuh. Temukan dan bawa tubuh mereka !”jawabnya memberi perintah.


“Baik tuan !”para bodyguard Austin pun segera Kembali ke lokasi dan mencari keberadaan mayat Sean beserta Alexa.


Sean dan Alexa berjalan di pinggir tebing dan melihat ke sekitar.


“Kau lelah ? Kau tunggu di sini saja biar aku yang mencarinya.”ucap Sean yang melihat Alexa letih.


Alexa duduk di sebuah batu besar, sedangkan Sean terus berjalan dan mencari jalan keluar.


Setelah lima meter berjalan dia melihat sebuah batu besar dengan satu sisi terbuka seperti celah seukuran tubuh manusia.


“Semoga saja itu jalan keluarnya.” gumam Sean sangat berharap besar. Ia pun mencoba masuk ke celah batu tadi.


Di dalamnya ternyata ada jalan panjang selebar dua meter. Sean kembali berjalan satu meter untuk memastikannya.


“Jalan ini sepertinya mengarah ke suatu tempat. Aku akan kembali juga begitu.”ucap Sean melihat ujung jalannya meski dia tidak berjalan sampai ujung.


Sean kembali keluar dan menuju ke tempat Alexa berada.

__ADS_1


“Ayo kita jalan lagi apa menemukan jalan keluarnya.”ucap Sean Setibanya di depan Alexa.


Alexa berdiri dan mengikuti lelaki itu berjalan menuju ke sebuah batu besar. Mereka pun masuk melalui celah batu. Karena pagi hari jalanan gelap itu menjadi sakit terang dengan adanya cahaya matahari yang menembus masuk ke dalamnya.


Di tengah jalan Aexa merasa ada sesuatu yang menggelitik di kakinya.


“Aargh.... ti-tikus.... !”teriak Alexa yang jijik sekali dengan binatang itu meskipun dia tidak takut pada binatang buas lainnya.


Dia pun mengibaskan kakinya lalu berlari menuju Sean dan melompat ke punggung nya.


“Tolong usir tikus itu pergi dari sini. Aku tak suka melihatnya.”ucap Alexa memeluk bahu Sean dengan erat.


“Kukira ada apa... ternyata hanya sebuah tikus saja ya.”balas Sean yang awalnya terkejut namun menjadi tertawa kecil mendengar penuturan Alexa.


Masih dengan Alexa yang berada di punggungnya dia berbalik lalu mengambil beberapa batu kemudian melemparkan pada tikus tadi.


“Sekarang sudah aman.”balas Sean setelah melihat ada tikus di sana dan sudah keluar semua.


“Aah... maaf aku tidak sengaja naik ke punggung mu.”jawab Alexa baru menyadari jika dirinya saat ini berada di punggung Sean yang terasa lebar. Ia pun segera melompat turun dari punggung Sean sambil menundukkan kepala menahan malu dengan sikap kekanakannya barusan.


Mereka berdua kembali berjalan sedangkan Sean masih tersenyum tipis melihat sisi lain Alexa.


“tap... tap...” setelah cukup lama berjalan akhirnya mereka tiba di ujung jalan dan mereka berhasil keluar dari tebing tadi.


Di luar terdapat hutan yang lebat. Mereka berdua berhenti sejenak dan duduk bersandar di bawah pohon.


Heli Fantôme tiba di lokasi tempat Sean dan Alexa berada di goa sebelumnya. Salah satu crew turun dengan menggunakan tali untuk memeriksa lokasi.


“Di sini kosong tak ada siapa pun.”gumam crew Fantôme itu tidak melihat keberadaan Sean dan Alexa di sana, meskipun dia melihat ada bekas darah dan juga ular mati di sekitar goa.


Lelaki itu kembali ke luar goa dan meminta crew nya untuk menarik dirinya kembali ke heli. Dia menyampaikan pada pimpinan mereka jika tidak menemukan tuan mereka di sana, namun menemukan jejak keberadaan mereka sebelumnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2