
Di ruangan itu terlihat kursi yang berderet rapi dan beberapa orang yang sudah duduk di sana.
“Ternyata banyak sekali yang tes di sini...”batin Alexa menatap para peserta tes yang sudah ada di sana.
Dia pun kemudian segera duduk di tengah sambil menunggu peserta lain datang.
“Aku tidak berharap lolos dari tes ini... aku hanya ingin bertemu dengan Sean saja...”batin gadis itu saat lihat jumlah peserta tes yang terus bertambah dan sekarang ruangan tampak penuh.
Sepuluh menit kemudian beberapa orang lelaki datang dan masuk ke ruangan itu. Mereka membawa beberapa berkas soal tes.
“Selamat pagi semuanya... kali ini kalian semua akan mengikuti tes tulis di Aldric Groupe. Dan kalian akan diberikan waktu empat puluh menit saja.”ucap seorang lelaki menjelaskan pada para peserta tes yang ada di ruangan itu.
Selesai menjelaskan, seorang lelaki lain mengambil berkas soal yang ada di meja dan membagikan satu per satu pada seluruh peserta tes yang hadir.
Salah satu peserta tes membuka soal yang dia terima.
“Hmm.... bisa selesai tidak semua soal ini dalam waktu singkat yang telah disebutkan ?”gumam peserta tes yang melihat banyak soal yang harus dikerjakan.
Alexa menerima berkas soal dan membukanya.
“Ini tes kerja apa tes masuk ke perguruan tinggi... atau memang di kota ini semua tesnya seperti ini...”batin Alexa merasa soal yang diberikan terlalu rumit.
“Ah sudahlah....prioritas ku memang bukan mencari pekerjaan di sini aku hanya ingin mengambil kembali liontin ku...”batin Alexa lagi untuk membelah dirinya merasa rileks dan tidak tertekan dengan situasi yang ada saat ini.
Seorang lelaki lainnya masuk ke ruangan.
“Baiklah karena semua sudah menerima soal tes maka sekarang kalian bisa mulai mengerjakannya. Waktunya empat puluh menit dari sekarang.”ucap lagi itu memberikan aba-aba sambil menaruh jam meja berukuran besar ke meja.
Para peserta tes mulai mengerjakan soal tes, begitu juga dengan Alexa. Gadis itu sebenarnya enggan untuk mengerjakan soal tes nya, namun akhirnya dia mengerjakannya juga.
__ADS_1
“Rasanya seperti saat aku mengerjakan tes masuk ke universitas dulu...”gumam Alexa tersenyum kecil dan mengerjakannya dengan santai.
Empat puluh menit berlalu. Seorang lagi yang berdiri dan mengawasi para peserta tes dari tadi mengambil berkas soal dari para peserta tes.
“Bawa ini...”ucap lelaki itu pada rekannya yang baru masuk lalu menyerahkan tumpukan soal tes padanya.
Seorang lelaki lain memberikan pengarahan pada mereka semua.
“Baiklah setelah ini akan diadakan interview tes. Kalian akan dipanggil ke ruangan lain untuk mengikuti tes.”ucap lelaki itu menjelaskan.
Selang lima menit kemudian terdengar seseorang mulai memanggil satu persatu peserta tes.
“Miss Rhea... silahkan masuk ke ruang tes yang ada di sana.”ucap lelaki yang merupakan tim HRD sambil menuju ke ruang tes yang ada di dekat lift.
Sementara itu Sean saat ini sedang berada di ruangannya. Dia sedang menunggu informasi dari para tim HRD.
“Tuan Sean... tim HRD bilang interview tes sudah dimulai barusan.”ucap sekretaris itu menyampaikan telepon dari tim HRD yang barusan diterimanya.
“Ya... aku akan segera ke sana setelah ini.”jawab Sean singkat.
Judas keluar dari ruangan Sean dan kembali ke ruangannya.
Sean berdiri dan menghadap ke cermin. Lelaki itu merapikan kembali dasi dan jasnya. Terakhir dia menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya.
“Semoga saja liontin ini memberikan keberuntungan padaku.”ucapnya menatap liontin di pergelangan tangan kirinya sambil tersenyum.
Sean keluar dari ruangan dan berjalan menuju ke ruang tes saat ini berlangsung.
Di ruang test satu per satu peserta tes terus dipanggil masuk ke ruang test. Karena banyak tim HRD yang berpartisipasi dalam tes interview kali ini, maka tes itu berlangsung dengan cepat.
__ADS_1
Satu jam berlalu dan menyisakan 60% dari jumlah peserta tes yang ada saat ini.
Satu jam berikutnya seseorang memanggil Alexa.
“Miss Alexa Deswari... silakan masuk ke ruang tes.”ucap salah satu tim HRD memanggil nama Alexa.
Alexa setelah berdiri, keluar dari ruangan saat ini dan masuk ke ruangan tes berikutnya.
Alexa sampai di ruang tes interview. Dia melihat banyak HRD yang masih belum selesai menginterview peserta tes sebelumnya.
Dia melihat dari kejauhan ada satu meja kosong yang sedang free. Alexa berjalan ke sana dan dia pun tampak terkejut jika yang menginterview dirinya adalah Sean sendiri.
“Nona Alexa...”ucap Sean yang juga ikut terkejut melihat peserta tesnya adalah Alexa.
Mereka berdua saling pandang untuk beberapa saat.
“Silahkan duduk nona Alexa...”ucap Sean lalu mengambil berkas lamaran Alexa dari meja.
Tanpa sengaja Alexa melihat tangan kiri Sean dan di sana ada liontinnya meski terlihat sedikit dan sebagian lainnya tertutup oleh lengan panjang jasnya.
“Jadi... benar dugaan ku selama ini lelaki ini mengambil liontin ku dan menjadikannya sebagai gelang. Maka aku harus mengambilnya hari ini juga.”batin Alexa tersenyum dalam hati karena apa yang dicarinya ada di depan mata.
Sementara Sean terlihat grogi dan sedikit tidak tenang menghadapi Alexa.
“Kenapa gadis ini ikut tes di perusahaan ku... selain itu saat ini aku sedang memakai liontin nya. Ku harap aku bisa menyembunyikan ini darinya.”batin Sean menatap Alexa.
Alexa duduk diam dengan tenang menunggu pertanyaan dari Sean.
BERSAMBUNG....
__ADS_1