
Sean dan Alexa sudah duduk di dalam mobil. Mereka duduk bersebelahan di kursi belakang. Alexa tampak diam meskipun sebenarnya dia ingin bicara.
“Setelah ini dia mau mengajakku ke mana lagi ?”batin Alexa sambil melirik Sean ingin bertanya ke mana lagi itu akan mengajaknya menemui beberapa orang asing yang salah satu kemungkinan adalah ayahnya, namun ia tidak enak hati mau bertanya karena sudah banyak mendapatkan bantuan darinya.
Sementara Sean duduk diam dan menyadarkan punggungnya melihat ke depan.
“Lelah juga setelah beberapa jam perjalanan.”batin Sean. Ia melihat jam tangan yang menunjukkan jika waktu sudah hampir sore.
“Tuan setelah ini kita mau ke mana lagi ?”tanya Victor di tengah jalan.
“Kita kembali ke rumah saja.”jawab Sean singkat karena dia ingin segera beristirahat sesampainya di rumah.
“Baik tuan.”jawab Victor dan mengambil arah jalan pulang.
Sean mengambil ponsel dan membukanya. Ia ingin melihat apa saja yang terjadi di kantor saat ia tinggal pergi bersama Alexa.
Sean melihat banyak notifikasi masuk di ponselnya dan melihatnya satu persatu.
“Banyak meeting yang ku tinggalkan hari ini.”gumam Sean melihat beberapa data yang dikirimkan oleh Judas padanya.
Sean membalas beberapa pesan dari sekretarisnya dan memintanya untuk mempersiapkan file untuk meeting besok dengan Vast Enterprise.
“klik...” Sean menutup kembali ponselnya karena dia tak ingin memikirkan masalah di kantor terlebih dulu, dan pasti tak akan ada habisnya.
Di tengah jalan karena merasa lelah Sean tiba-tiba tertidur.
“buk...”
Alexa menoleh ke samping kanan dan melihat Sean dengan mata terpejam menyandarkan kepalanya pada bahunya. Alexa menahan dan menegakkan tubuh Sean. Ia menahan dengan tangannya agar lelaki itu tidak bersandar padanya.
Tiga puluh menit kemudian Alexa merasa tangannya kram dan menarik tangannya.
“Berat sekali tubuhnya... tak apalah sebentar lagi mungkin akan sampai. Selain itu dia juga sudah membantu ku.”batin Alexa membiarkan Sean bersandar pada bahunya.
__ADS_1
Jalanan tidak rata dan terkadang membuat mobil berguncang yang membuat Sean tanpa sadar memegang pinggang Alexa untuk menahan tubuhnya agar seimbang.
“Apa-apaan lelaki ini ! Dalam. Tidur pun dia mengambil kesempatan dari ku !”gerutu Alexa dalam hati. Ia mencoba menyingkirkan tangan Sean dari tubuhnya namun tangan itu memegang erat.
“Aah.... ya sudahlah aku biarkan dia sebentar seperti ini.”gumam Alexa yang angkat tangan.
Alexa kembali mencium aroma harum dari tubuh Sean. Baginya lelaki itu bagai sebotol parfum.
“Shampo apa yang dia pakai ? Aromanya masih bertahan dan baunya ringan.
Satu jam berikutnya Alexa ikut tertidur karena efek aroma wangi yang seperti aroma terapi baginya.
“Tuan dan nona itu seperti sepasang kekasih saja. Baru kali ini aku melihat tuan bisa tertidur di dekat orang asing.”gumam Victor tersenyum kecil saat melihat mereka dari kaca.
“Oh... aku ketiduran rupanya...”gumam Sean membuka mata setelah tiga puluh menit dan menyadari jika dirinya bersandar pada Alexa. Ia menarik kepalanya dan Alexa akan membentur kaca.
Sean menarik kembali tubuh Alexa dan menyandarkan ke bahunya agar gadis itu tidak terbentur kaca saat terjadi guncangan.
“Apa yang ku lakukan ?”batinnya segera menyingkirkan tangannya agar tidak membangunkannya.
Lima menit sebelum tiba di rumah, Alexa membuka mata. Sean yang merasakan gerakan Alexa langsung menutup mata dan pura-pura tidur.
“Astaga... aku memakai bahunya lagi sebagai sandaran ku ?”pekik Alexa saat menoleh ke samping kiri. Ia pun segera menarik tubuhnya menjauh dari Sean.
Mobil berhenti di depan rumah dan Victor mematikan mesin mobilnya.
“Tuan kita sudah sampai rumah.”ucap Victor membangunkan Sean yang pura-pura tidur.
Sean membuka mata dan melihat ke luar kaca jendela.
“klik...”Sean membuka pintu mobil dan segera turun dari sana bersama Alexa.
Di luar mobil Sean bicara sebentar pada Alexa sebelum dia masuk ke rumah.
__ADS_1
“Nona besok kita tidak akan pergi dulu mencari ayah mu aku banyak agenda meeting. Tapi jangan khawatir aku akan menugaskan orang ku untuk tetap mencarinya.”ucap Sean menatap Alexa.
“Ya tuan Sean... terima kasih.”balas Alexa singkat.
Mereka berdua kemudian berpisah. Sean masuk ke dalam dan menuju kamarnya. Sementara Alexa menuju kamar tamu yang dia tempati sebelumnya.
Sean segera melepas dasinya setibanya di kamar.
“Di baju ku masih tertinggal aroma gadis itu.”gumamnya.
Entah kenapa dia tak jadi melepas bajunya dan segera merebahkan dirinya di tempat tidur.
Keesokan harinya Sean bangun di pagi hari dan segera bersiap berangkat ke kantor. Ia pun berangkat ke kantor tanpa menemui Alexa terlebih dulu.
Di kantor Judas sudah menunggunya dengan setumpuk berkas.
“tok... tok...”
“Masuk Judas.”jawab Sean.
Judas masuk dan menyerahkan semua dokumen yang di bawanya termasuk hasil investigasi pencarian ayah Alexa.
“Taruh saja di meja aku akan segera memanggil mu jika sudah selesai nanti.”ucap Sean.
Judas segera kembali ke ruangannya. Sedangkan Sean membaca data tentang investigasi pencarian ayahnya Alexa.
Di lain tempat Alexa selesai sarapan pagi. Ia sempat melihat mobil Sean meluncur keluar dari rumah.
“Karena tak ada Sean di sini. Maka aku bebas mau melakukan apa saja. Aku bosan berada di sini.”ucap Alexa tersenyum kecil. Ia pun keluar dari kamar lalu menyelinap keluar rumah saat penjaga rumah sedang oper shift.
Alexa menuju ke jalan raya dan menunggu taksi datang.
BERSAMBUNG....
__ADS_1