
Alexa tidak percaya begitu saja pada apa yang diucapkan oleh Sean padanya. Dia pun menarik dirinya mundur menjauh dari lelaki itu.
“Apa maksudmu aku benar-benar tidak bisa memahami jalan pikiranmu !”balas Alexa dengan nada tinggi dan tidak ramah.
Sean lebih mendekat dan kembali menjelaskan semuanya.
“Aku hanya ingin menyelamatkan dirimu saja. Kau belum pulih benar, itu saja.”balas Sean menjelaskan maksudnya.
Alexa masih tidak percaya dengan penjelasan Sean barusan dan tidak lega.
“Bukannya kau ingin menahan ku di sini karena kau takut aku akan mengambil kembali liontin milikku itu ?!”balas Alexa mengungkapkan pikiran dan kecurigaannya selama ini.
“Tunggu... aku bilang kau salah paham. Aku hanya ingin memberimu perawatan sampai kau sembuh saja dan setelah itu aku akan melepaskan mu.”ucap Sean menjelaskan dan berharap gadis itu mengerti akan apa yang dia utarakan.
“Jadi... kau bilang ingin menyelamatkan diriku... apa ini yang kau bilang menyelamatkan diriku dengan menempatkan banyak pengawal di sini ?!”ucap Alexa kembali membantah perkataan Sean
Sean tidak tahu kenapa gadis itu salah paham dan begitu marah terhadapnya padahal dia hanya ingin berbuat baik padanya tidak lebih.
Sean kemudian menatap salah satu anak buahnya yang ada di sebelahnya dan memberikan kode.
Anak banyak itu membalas kodenya dan dia pun bersama yang lainnya segera mundur lalu keluar dari ruangan itu meninggalkan Sean bersama Alexa sendiri.
Setelah semua orangnya keluar Sean kembali berbicara dengan lembut pada Alexa. Dia menjelaskan ulang maksud baiknya pada Alexa.
Setelah berbicara agak lama, Alexa mulai membuka pikirannya dan mau mendengar perkataan Sean. Dia pun akhirnya mau mengerti maksud baik lelaki itu dan perilakunya sedikit melunak.
“Baiklah jika kau sudah mengerti maka sembuhkan dirimu dengan cepat agar bisa segera keluar dari sini.”ucap Sean lalu pergi dan meninggalkan Alexa sendiri di ruangan itu.
Di luar ruangan Sean berhenti sebentar menatap anak buahnya yang masih berjaga di sana.
“Kalian semua tetap berjaga di sini jangan ada yang masuk ke dalam dan jangan membuat gadis itu merasa tak nyaman.”ucap Sean dengan suara pelan agar Arisa tak mendengarnya dan kembali salah paham padanya.
__ADS_1
“Baik tuan...”jawab mereka pelan-pelan sambil mengangguk.
Sean kemudian pergi dan kembali ke kamarnya.
Para anak buah Sean itu merasa heran saja dengan tingkah bos mereka yang berubah-ubah, tak seperti biasanya yang tegas dan keras. Namun kali ini dia bersikap lunak pada orang asing yang baru dikenalnya beberapa hari saja.
Malam harinya Sean mengutus seorang pelayan wanita mengantarkan sebuah makanan pada Alexa.
“Nona... ini makanan untukmu silakan dimakan.”ucap pelayan wanita yang biasanya khusus melayani Sean makan menaruh makanan yang di bawahnya ke meja.
Alexa menatap pelayan itu tanpa berucap sepatah kata pun hingga Selain itu keluar dari ruangan.
Alexa duduk dan memutar badannya menghadap ke meja lalu mulai makanan yang berwawasan diantarkan untuknya.
“Menunya terlihat menarik... tapi aku tidak bernafsu untuk mencobanya.”ucap Alexa mengambil garpu dan menusuk steak namun menaruhnya kembali ke piring.
Gadis itu pun kembali merebahkan dirinya di tempat tidur karena dia merasa lebih nyaman berada di sana.
Sedangkan Sean ada di kamar dan duduk setelah keluar dari kamar mandi. Dia duduk bersandar ke dinding masih dengan handuk yang menempel di bahunya.
“Aku hanya ingin melihatnya saja...”ucap Sean tiba-tiba teringat pada Alexa.
Dia pun my laptop yang ada di tempat tidur dan membukanya untuk melihat rekaman CCTV di ruangan tempat gadis itu berada saat ini untuk memeriksa Apakah makanan yang dikirim sudah dihabiskan atau belum.
“klik...”Sean menyalakan laptopnya dan melihat CCTV.
Tampak di monitor jika Alexa sedang merebahkan diri di tempat tidur sambil miring ke kiri membelakangi kamera CCTV.
“Apa dia sudah memakannya ?”gumam Sean penasaran lalu menatap makanan yang terhidang di meja.
Karena tampilannya terlalu kecil dia pun memperbesar tampilan agar bisa lebih jelas melihatnya.
__ADS_1
“Apa...dia tidak memakan sama sekali... ?! Apa sebenarnya maunya gadis itu... apa dia mencoba mempermainkan diriku ?!”ucap Sean menjadi kesal karena maksudnya ditolak dan tidak dihargai oleh Alexa.
Sean yang merasa gemes keluar dari gambar dan menunjukkan ruangan tempat Alexa berada saat ini.
“kriek...”suara pintu terbuka dan Sean masuk.
Sementara Alexa yang mendengar suara pintu terbuka tetap dalam posisinya saat ini dan berpikir jika yang masuk menemuinya pastilah anak buah Sean.
“Malas sekali bertemu dengan mereka.”batinnya tidak menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang masuk.
“Dasar... kenapa gadis ini sangat keras kepala sekali... aku baru pertama kali ini bertemu dengan seorang gadis yang super-super keras kepala seperti dia.”gumam Sean lirih berhenti tepat di belakang Alexa.
“Nona... bukankah kau bilang padaku sebelumnya jika kau ingin segera pulang... ?Maka kau harus makan tepat waktu.”ucap Sean mencoba berbicara dengan nada rendah meskipun sebenarnya dia kesal.
“Jadi yang datang kali ini dia bukan anak buahnya... ?”batin Alexa terkejut.
Dia pun segera berbalik kemudian duduk. Gadis itu pun menatap mata hazel Sean.
“Nona tolong makanlah ini juga untuk kebaikanmu sendiri.”ucap Sean menatap Alexa.
Alexa pun hanya mengangguk dan tanpa menjawab setelah berpikir jika memang benar apa yang dikatakan oleh lelaki itu.
Alexa mengambil makanan yang ada di meja dan mulai memakannya. Sementara Sean duduk dan mengawasi gadis itu makan sampai habis.
“Aku akan mengirim sarapan pagi untuk mu besok.”ucap Sean setelah melihat Alexa selesai makan.
Gadis itu sama sekali tidak menjawabnya dan hanya menatapnya.
Sean mungkin keluar dari ruangan dan meninggalkan Alexa sendirian di sana dengan pengawal yang menjaga di luar ruangan sangat ketat.
BERSAMBUNG....
__ADS_1