
Alexa meminta Sean untuk menunggu sebentar di luar dan dia bersiap. Gadis itu segera menutup pintu kamar dan berganti baju lalu merapikan wajahnya yang menurutnya masih berantakan di pagi hari.
Beberapa saat kemudian Alexa keluar dari kamar dengan wajah yang sudah lebih segar dan lebih berseri-seri daripada sebelumnya.
“Tuan aku sudah siap.”ucap Alexa membuka pintu dan segera menutupnya setelah keluar dari kamar.
Sean berbalik dan menatap Alexa yang terlihat fresh dalam balutan baju peach yang dikenakan nya.
“Ehem... baik tunggu sebentar nona.”balas Sean segera mengalihkan pandangan dan menatap ke arah lain.
Tiga menit kemudian sebuah mobil datang menghampiri mereka.
“klak...”sopir turun dari mobil dan membukakan pintu.
“Silahkan tuan...”ucap sang sopir mempersilahkan Sean masuk.
Sean segera masuk dan duduk di belakang. Ia pun menutup arah luar di mana Alexa masih berdiri.
“Nona masuklah...”ucap Sean mempersilahkan masuk.
Alexa menatap Sean dan melihat tempat duduk yang kosong.
“Apa aku harus duduk di sebelahnya... ?”batin Alexa yang ragu karena dia kira akan duduk sendiri di belakang.
Alexa masuk dan duduk di samping Sean, hanya berjarak sepuluh senti meter saja darinya.
“Jalankan sekarang.”ucap Sean pada sel sopir setelah melihat Alexa sudah duduk nyaman di sampingnya.
Sopir yang tidak tahu ke mana arah tujuannya menanyakan tempat pertama yang harus mereka kunjungi.
“Bawa kami ke rumah keluarga Austin Power.”ucap Sean memberitahukan tempat tujuan mereka.
__ADS_1
Sang sopir segera bergerak meluncur menuju ke tempat yang Sean minta.
Alexa duduk diam selama di perjalanan. Begitu pula dengan Sean. Alexa hanya menghirup beberapa kali aroma parfum Sean yang lembut dan memabukkan. Dia mencoba untuk tetap tenang meskipun merasakan satu hal yang aneh saat mereka duduk berdekatan.
“Kenapa dia menjauh dariku ?”batin Sean saat melihat Alexa menggeser tempat duduknya sedikit menjauh darinya.
“Apa dia tidak senang pada ku ? Apa salah ku padanya... ?”batin Sean berpikir karena selama ini tak ada satupun wanita yang menjauhi dirinya, bahkan mereka berlomba-lomba untuk mendekatinya sekedar untuk mendapatkan perhatiannya.
Ternyata perjalanan menuju ke rumah keluarga Austin Power tidaklah sebentar. Sudah dua kali mereka melewati lembah yang cukup luas.
“Sebenarnya lelaki ini mau membawaku ke mana ?”batin Alexa menoleh ke kiri dan melihat pemandangan hijau di luar kaca jendela mobil yang tampak menyejukkan mata.
Pepohonan hijau menghiasi sepanjang jalan yang mereka lewati. Hamparan kebun berry banyak terlihat di beberapa tempat.
Sesekali Alexa tersenyum menata pemandangan hijau di sana untuk mengusir rasa bosannya karena sudah lama menunggu dan belum sampai juga.
“Sepertinya dia menikmati panorama di sekitar sini.”batin Sean ikut menikmati pemandangan di luar mobil karena dirinya mulai merasa bosan menunggu.
Di tengah perjalanan karena suhu udara yang dingin membuat mata Alexa menjadi berat. Dia pun tak bisa menahannya lagi dan tertidur dalam mobil.
“buugh...”Alexa yang tertidur tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya dan menyangga kepalanya yang saat ini berada di bahu kiri Sean.
“Nona ada apa dengan mu... ?”ucap Sean menoleh ke samping kiri karena merasa Alexa menyandarkan kepalanya di bahunya.
“Apa... gadis ini tidur ? bisa-bisanya dia...tidur di saat melakukan perjalanan seperti ini.”batin Sean merasa heran.
Ia pun mencoba sedikit bergeser ke samping kanan namun Alexa tetap menyandarkan kepalanya di bahu kiri Sean.
“Apa yang harus ku lakukan padanya ?”batin Sean bingung tak tahu tindakan apa yang harus di ambilnya.
__ADS_1
Dia pun akhirnya membiarkan gadis itu tidur dan merelakan bahunya sebagai alas tidur Alexa. Sesekali dia melirik Alexa dan melihat wajahnya dari dekat.
“Aroma parfum ini... lembut sekali. Aku menyukainya.”batin Sean saat tak sengaja mencium aroma parfum Alexa.
“duuk... !” jalanan yang mereka lewati ternyata tidak semuanya mulus dan beberapa tidak rata serta berlubang.
Alexa seketika bangun saat ban mobil menginjak bebatuan.
“Oh aku ketiduran... ?”pekik Alexa saat membuka mata.
“Kau sudah bangun nona ? Apa kah bahu ku terasa nyaman bagimu ?”tanya Sean saat Alexa masih menyandarkan kepalanya meskipun sudah bangun.
Alexa segera menegakkan kepalanya dan baru menyadari jika dia tertidur di bahu Sean.
“Oh... maafkan aku tuan Sean, aku tidak sengaja.”balas Alexa gugup menatap Sean dan terlihat salah tingkah.
Sean hanya membalasnya dengan senyuman saja.
“Victor... apa masih lama ? Kenapa belum sampai juga ?”tanya Sean pada sel sopir sambil melihat jam tangan dan menunjukkan sudah hampir empat puluh lima menit mereka melakukan perjalanan.
“Sebentar lagi akan sampai tuan.”balas Victor.
Dari depan ada beberapa karavan yang membawa berry hasil panen warga melintasi mobil Sean. Ada satu karavan yang terlihat keberatan muatan melintasi mobil Sean dan akan menyenggol mobilnya.
“buugh... !” beruntung sekali sang sopir berhasil menghindari tabrakan dengan karavan yang mengangkut buah berry tadi.
Namun sayang sopir itu masuk ke lubang kecil di tengah jalan tepat di saat Alexa menoleh ke arah Sean yang juga sedang menatap dirinya.
Tepat di saat salah satu ban mobil masuk dalam lubang, mobil berguncang dan membuat Sean jatuh menindih Alexa dengan keras. Dan tanpa sengaja dia mencium bibir lembut Alexa.
Sedangkan Alexa yang takut terjadi sesuatu secara refleks memeluk erat tubuh Sean agar dia tidak jatuh.
__ADS_1
BERSAMBUNG...