Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 78 Kondisi Belum Aman


__ADS_3

Semua awak grandi Oiseau turun setelah berhasil mendarat di landasan yang terdapat di atas atap bangunan di sekitar rumah Sean.


Alexa turun sambil memegang lengan kirinya yang terkena tembakan.


“tap... tap...”Sean dan Alexa menuruni tangga sedangkan Sivan dan anak buahnya kembali menaiki grandi Oiseau dan terbang dari sana menuju ke markas.


“chug...chug....”Alexa menatap ke atas saat heli itu kembali mengudara.


“Ayo jalan, kau perlu perawatan.”ucap Sean ikut berhenti di anak tangga dan meminta Alexa segera berjalan kembali.


“Ya baiklah.”jawab Alexa singkat. Ia pun kembali berjalan menuruni anak tangga. Sesampainya di bawah Sean segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.


“Dokter Crane Tolong datang kemari sekarang juga, aku membutuhkan bantuan mu.”ucap Sean di telepon setelah tersambung.


Lelaki itu segera menutup ponselnya dan membawa Alexa ke sebuah ruangan.


“Tunggulah di sini sebentar lagi dokter keluarga akan datang kemari untuk memeriksa mu.”ucap Sean pada Alexa.


Alexa yang sedari tadi menahan rasa sakit yang amat sangat nampak terlihat pucat. Saat ia berjarak masuk ke ruangan tiba-tiba dia merasa hilang keseimbangan.


“bugh.... !”Alexa tiba-tiba jatuh setelah pandangannya gelap.


“Alexa... !”Sean segera menangkap Alexa sebelum gadis itu jatuh ke lantai. Ia pun membopong tubuh Alexa dan merebahkannya di tempat tidur.


“Bagaimana semua bisa jadi seperti ini ? Semua terasa di luar rencana. Austin Bertrand semua ini karena mu.”gumam Sean sambil mengepalkan tangan dan menatap wajah pucat Alexa.


Ia melihat gadis itu berkeringat dan memegang dahinya.


“Dingin sekali tubuhnya...”ucapnya saat memegang lengan Alexa dan melihat gadis itu sekarang berkeringat dingin.


Karena tubuh Alexa menggigil, ia pun melepas blazer yang ia kenakan untuk menyelimuti tubuh Alexa agar tidak kedinginan.


Beberapa saat kemudian dokter Crane datang. Lelaki itu masuk ke ruangan tempat Sean dan Alexa berada.


“Tuan Sean berbaringlah biar aku memeriksa mu.”ucap dokter Crane saat melihat baju putih Sean berlumuran darah.


“Dokter Crane aku sudah lama menunggumu. Bukan aku yang terluka. Tolong segera periksa gadis ini.”balas Sean sambil menunjuk Alexa yang masih terbaring di tempat tidur.

__ADS_1


Dokter Crane memeriksa kondisi Alexa. Ia mengetahui jika gadis itu tertembak dan ada peluru yang bersarang di lengannya.


“Tuan saat ini aku tidak membawa anestesi, bagaimana ?”ucap dokter Crane yang hanya membawa peralatan basic.


“Tak apa... keluarkan saja pelurunya dia pasti bisa menahan rasa sakitnya.”balas Sean yang tahu seberapa kuatnya Alexa.


Dokter Crane segera bergerak dan mengambil tindakan cepat karena peluru itu harus segera dikeluarkan. Ia pun mulai mengeluarkan pisau bedah dan menyayat lengan Alexa untuk mengeluarkan pelurunya.


“Argh.... !”Alexa bangun karena merasakan sakit yang teramat sangat di lengan kirinya. Ia pun melihat Sean dan seorang dokter berada di sekitarnya.


“Hiiss...” Alexa kembali berkeringat dingin saat dokter Crane berusaha mengeluarkan peluru dari lengannya.


Sean yang melihat Alexa kesakitan berusaha membantunya.


“Gigit saja jari ku atau tangan ku saat kau merasakan sakit.”ucap Sean menawarkan diri.


Ia mengulurkan tangannya pada Alexa, dan gadis itu segera menggigit jarinya.


“hiss....”Sean menahan rasa sakit saat Alexa menggigit jarinya.


Dokter Crane melihat jarinya yang berdarah.


“Tuan tanganmu terluka biar aku merawatnya.”ucap dokter itu.


“Sebenarnya Ini hanya luka kecil saja.”balas Sean menolak secara halus, namun dokter Crane bersi keras merawatnya dan akhirnya Sean menurut saja padanya.


“Oh.... pasti dia terluka karena ku gigit tadi.”batin Alexa merasa bersalah dan menatap lelaki itu saat dokter mengobatinya.


Perawatan selesai, dokter Crane memberikan obat pada Alexa agar segera dia minum.


“Terima kasih dokter Crane.”ucap Sean pada dokter itu dan mengantarnya keluar.


Ia pun kembali masuk untuk melihat kondisi Alexa.


“Alexa bagaimana keadaanmu ?”tanya Sean saat berada di sampingnya.


Alexa segera duduk sambil tersenyum kecil. Ia pun menarik tangan Sean yang tadi ia gigit dan melihat lukanya.

__ADS_1


“Maaf... kau menolongku dan aku malah melukai mu.”ucap Alexa masih memegang jemari Sean.


“Beristirahatlah sekarang.”jawab Sean.


Alexa melepas tangan Sean dan entah kenapa dia merasa tak ingin Alexa melepas tangannya.


“Ehm...aku pergi dulu.”ucap Sean singkat dan keluar dari ruangan itu dengan berat hati.


Alexa menatap punggung Sean hingga lelaki itu tak terlihat lagi. Entah kenapa dia merasa sepi saat Sean meninggalkan dirinya.


Di lain tempat Austin yang mendapati anak buahnya terluka dan heli nya hancur, terlihat murka di rumah nya.


“Tunggu saja... kau berani mengibarkan bendera perang dengan ku rupanya Sean Aldric !”ucap Austin sambil mengepalkan tangan.


Satu minggu kemudian di rumah Sean. Keadaan Alexa sudah membaik daripada sebelumnya.


Di pagi hari gadis itu keluar dari rumah untuk berjalan-jalan sebentar di sekitar rumah Sean.


“Nona tolong jangan keluar rumah.”ucap pengawal Sean melarang Alexa dan memintanya masuk kembali.


“Sebentar saja aku hanya akan berjalan di sekitar sini dan akan segera kembali.”balas Alexa bersi keras.


Pengawal Sean pun tetap mengawasi dan memantau gadis itu.


Beberapa menit setelahnya terlihat sebuah mobil berwarna coklat gelap menuju ke arah Alexa yang sedang melihat bunga dan berhenti di belakangnya.


“klak”pintu mobil terbuka.


“Siapa itu ?”gumam Alexa.


beberapa orang lelaki keluar dari mobil dan dengan cepat menghampiri Alexa. Mereka mengeluarkan sapu tangan yang sudah terkena obat bius dan menutup hidung Alexa yang membuat Gadis itu langsung tak sadarkan diri tanpa bisa melakukan perlawanan apapun.


“Cepat kita bawa dia sekarang !”ucap seorang lelaki.


Empat orang lelaki membawa masuk Alexa ke dalam mobil dan membawanya pergi dari sana.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2