Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 59 Investigasi


__ADS_3

Sean kembali bicara dengan Sivan dan mintanya segera menyelidiki daftar nama yang lelaki itu serahkan padanya.


Sean juga melakukan hal yang sama pada Judas. Dia meminta sekretarisnya itu menyelidiki daftar nama yang dia serahkan padanya.


“Berapa batas waktu yang tuan berikan pada ku ?”ucap Sivan pada Sean karena selama ini selalu ada deadline dalam tugas yang diberikan untuknya.


Sean tak langsung menjawabnya. Dia memikirkannya dengan cermat dan matang.


“Aku berikan waktu dua hari padamu dari sekarang.”balas Sean.


Sean kembali duduk di depan Alexa setelah dia selesai memberikan perintah pada sekretarisnya.


“Nona Alexa hari sudah larut sekarang. Bagaimana jika kau istirahat dulu di sini.”ucap Sean menutup laptopnya.


Alexa diam dan terlihat sedikit berubah mimik wajahnya. Dia kembali teringat jika dirinya pernah ditawan di rumah ini.


“Tenang saja kau tidak akan menginap di tempat sebelumnya.”jawab Sean yang bisa melihat dengan jelas jika gadis itu enggan menginap di rumahnya.


“Ku harap aku diperlakukan sebagai seorang tamu kali ini di sini.”jawab Alexa tersenyum kecil.


“Tentu saja.”jawab Sean singkat. Ia pun kembali bertepuk tangan dan seorang pelayan lelaki segera datang menghampirinya.


“Ya tuan muda... apa ada yang bisa ku bantu ?”ucap lelaki paruh baya itu saat menghadap Sean.


“Tolong antarkan nona ini ke kamar itu.”ucap Sean sambil sebuah kamar yang ada tak jauh dari kamarnya berada.


Sengaja dia menempatkan Alexa di sana agar dia mudah mengawasi gadis itu jika gadis itu bersikap liar lagi seperti biasanya.


“Nona silakan ikuti aku.”ucap pelayan lelaki tadi terbalik dan menatap Alexa.


Alexa berjalan dan mengikuti pelayanan lelaki tadi menuju ke sebuah ruangan.

__ADS_1


“Silahkan nona ini ruangannya. Jika perlu atau membutuhkan sesuatu bisa mencari ku.”ucap lelaki itu setelah membuka pintu ruangan.


“Terima kasih.”balas Alexa singkat.


Alexa kemudian masuk ke kamar yang disiapkan untuknya setelah pelayan lelaki tadi dari pergi dari sana. Sengaja dia belum menutup pintu kamar karena merasa tak nyaman dan takut akan kembali disekap di ruangan itu.


Gadis itu melihat ke sekeliling kamar Di mana kamar itu memang berbeda dari kamar tempat dia disekap sebelumnya. Sebuah kamar yang nyaman dengan fasilitas seperti kamar di sebuah hotel berbintang tiga.


Sean saat ini berada di kamarnya dan dia duduk di atas tempat tidur dengan menatap ke layar laptop.


“Gadis itu apa dia gila ? Kenapa dia masih membuka pintu kamarnya jam segini ?”ucap Sean saat melihat CCTV yang berada di kamar Alexa dari laptop nya.


“Sudahlah aku biarkan saja gadis itu bertingkah sesukanya. Apa dia bermaksud mengundang ku datang ke kamarnya ?”gumam Sean saat melihat Alexa merebahkan diri di tempat tidur sambil membuka pintu kamar.


“Dasar gadis gila !”Sean menutup laptopnya dan tak ingin melihat apa lagi yang dilakukan oleh Alexa.


Dia pun merebahkan dirinya di tempat tidur dan tak mempedulikan Alexa lagi karena sudah ada yang mengawasi Alexa.


Keesokan paginya di lain tempat Sivan dan Judas mulai bergerak melakukan penyelidikan. Mereka menyelidiki satu persatu data nama yang mereka cari.


“Bagaimana penyelidikannya... kenapa tidak ada kabar sama sekali ?”gumam Alexa berada di kamar dan terus menatap ke arah luar.


Di lain tempat Sean berada di kantor di ruang kerjanya. Lelaki itu membaca lagi daftar nama yang dikirim oleh Sivan dan Judas padanya.


“Coba aku cek dulu...”gumam Sean menyelidiki satu nama.


Dia mengetikkan nama Austin Power kemudian menunggu dalam hitungan detik dan seketika muncul banyak data, termasuk data yang tidak diungkapkan publik.


“klik... klik...”Sean membaca semua profil data Austin Power.


“Sepertinya orang ini tak mungkin ada hubungannya dengan Alexa.”batin Sean setelah melihat foto-foto Austin Power yang sama sekali tak ada kemiripan dengan Alexa dan juga background yang berhubungan dengan liontin Marie Antoinette.

__ADS_1


Sean mencoba menelepon Judas untuk menanyakan padanya apakah sudah mendapatkan informasi.


“Tuan aku akan mengirim sebagian data yang sudah aku periksa padamu sekarang.”ucap Judas di telepon.


Ia pun mengirim tujuh profil data yang sudah dia sendiri pada Sean.


Sean segera membuka data yang dikirim oleh Judas padanya dan memeriksanya satu persatu.


Belum selesai dia membaca data yang dikirim oleh Judas telepon di mejanya berdering.


“kring... kring... kring...”Sean segera mengangkat telepon.


“Ya halo...”ucap Sean menaruh profil data yang dia baca ke meja.


“Tuan lima belas menit lagi akan ada client dari EC groupe yang akan kemari bertemu dengan tuan.”ucap salah satu staf dari bagian pemasaran.


“Oh ya aku hampir lupa. Siapkan segera semuanya sekarang.”balas Sean dan menutup telepon.


Lelaki itu pun segera keluar dari ruangan nya dan menuju ke ruang meeting untuk menyambut client nya.


Sementara Alexa menunggu dengan bosan di kamar. Dia ingin menelepon Sean saja rasanya namun dia tak mempunyai nomornya.


“Kemana sih lelaki itu ? dia bilang mau membantuku namun sampai saat ini aku juga belum bertemu dengannya. Apa jangan-jangan dia ada di kantornya saat ini ?”gumam Alexa berspekulasi.


Alexa tak tahu apa yang harus dilakukannya selain menunggu kedatangan Sean yang tidak jelas entah kapan datangnya.


Sore hari Alexa sengaja keluar dari kamar dan berdiri di dekat pintu gerbang masuk rumah untuk menunggu Sean datang.


Sebuah lamborghini masuk dan dia berjalan menghampirinya.


“klak...”sopir membukakan pintu dan Sean keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


Lelaki itu berhenti saat Alexa berada tepat dihadapannya.


BERSAMBUNG....


__ADS_2