Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 67 Reaksi Yang Tak Diharapkan


__ADS_3

Beberapa saat kemudian mereka tiba di ujung jalan di mana di sana terdapat rumah yang sangat megah.


Victor langsung menghentikan mobilnya. Sean dan Alexa keluar dari mobil lalu berjalan bersama menuju ke rumah mewah di depan mereka.


“Ding-dong...”Alexa menekan tombol bel yang ada di dekat pagar. Sesaat kemudian keluarlah seseorang dari dalam rumah, bukan seorang pelayan, melainkan seorang bodyguard yang berpakaian serba hijau gelap.


Lelaki itu menuju ke pagar namun tidak membukanya.


“Ada keperluan apa kalian datang kemari ?”ucap bodyguard tadi bertanya.


Sean maju dan menyampaikan maksud kedatangan nya.


“Aku Sean Aldric. Bilang pada tuan Austin Bertrand jika aku ingin bertemu dengannya.”jawab Sean menyebutkan namanya.


Bodyguard itu langsung tahu ketika Sean menyebut namanya, seorang pebisnis tersohor di kotanya.


“Apa sudah ada janji dengan beliau ?”tanya bodyguard itu lagi karena tanpa janji tak bisa menemui tuan mereka.


“Belum. Bilang saja Ada hal penting mendesak yang ingin ku tanyakan pada beliau.”jawab Sean terus mendesak.


Bodyguard tadi lalu mundur beberapa meter dan mengaktifkan mikrofonnya lalu berbicara selama beberapa menit.


Lima menit kemudian tadi kata dia menonaktifkan kembali microphone-nya. Ia kembali menuju ke pagar lalu membukanya.


Bodyguard tadi mengeluarkan sebuah alat detektor lalu mengecek seluruh tubuh Sean dan Alexa secara bergantian.


“tiit... tiit... ya silakan masuk.”ucap bodyguard tadi setelah selesai memindai tubuh kedua tamu yang berkunjung.


Alexa terlihat gugup saat berjalan mengikuti Sean masuk ke rumah bersama bodyguard tadi.


“Seperti apa Austin Bertrand ? Bagiamana perangainya ?”batin Alexa penasaran sekali pada sosok Austin Bertrand.

__ADS_1


Alexa duduk di samping Sean di sebuah sofa beludru. Lama mereka menunggu namun yang di tunggu belum muncul juga.


“Kenapa sudah empat puluh lima menit namun dia belum keluar juga ?”ucap Alexa berbisik lirih di telinga kiri Sean.


“Tunggu saja sebentar lagi.”jawab Sean terlihat tenang walaupun Sebenarnya dia sangat tidak sabar sekali menunggunya terlalu lama.


Tepat satu jam akhirnya seorang lelaki dengan postur tinggi sekitar 200 cm keluar dari dalam ruangan dengan memakai kaca mata hitam dan memakai microphophone.


“Maaf tuan Sean Aldric sudah lama menunggu ku.”ucap lelaki yang terlihat lebih muda dari usianya dengan tenang.


“Ya...”jawab Sean singkat sambil tersenyum kemudian berdiri dan menjabat tangannya.


Alexa terus menatap lelaki itu saat dia sudah melepas kacamata hitamnya.


Entah kenapa dia merasa seolah bercermin melihat lelaki tegap di hadapannya itu.


“Tuan Austin maksud kedatanganku kemari adalah untuk membantu teman ku.”ucap Sean menatap Alexa.


“Tuan apakah anda mengenal liontin ini ?”ucap Sean menyerahkan liontin itu pada Austin Bertrand.


Lelaki itu menerimanya dan melihatnya untuk memeriksa barang itu asli atau bukan.


“Liontin Marie Antoinette ini asli. Tapi bagaimana bisa liontin ada bersama lelaki ini ?”batin Austin setelah melihat dan memeriksa sendiri liontin itu.


Dalam sejenak memorinya di masa lalu muncul dan membuatnya teringat pada wanita yang pernah dicintainya sewaktu dia masih muda dan belum sempat dia nikahi.


Alexa melihat lelaki itu bisa membuka liontin itu padahal sebelumnya dia sama sekali tidak mengetahui jika liontin itu bisa dibuka.


“Ternyata liontin itu bisa dibuka ? Aku baru mengetahuinya.”batin Sean terkejut.


Setelah puas lihat liontin tadi Austin Bertrand mengembalikan liontin itu pada Sean. Dia melihat Sean dari ujung kaki hingga ke ujung rambut dan tatapannya menjadi sedih.

__ADS_1


“Tuan... anda tahu liontin ini ?”tanya Sean menerima kembali liontin nya.


Lelaki itu menyadarkan tubuhnya ke sofa dan menghirup nafas dalam-dalam.


“Ini sudah lama sekali dua puluh lima tahun yang lalu aku memberikan liontin itu pada seorang wanita. Aku tidak tahu Bagaimana bisa liontin itu berpindah tangan padamu.”jawab Austin.


Alexa menatap Sean lalu beralih menatap lelaki di depannya.


“Maaf jika boleh tahu apakah nama wanita yang anda beri liontin itu bernama Helena ?”ucap Alexa menyebutkan nama ibunya.


Lelaki itu seketika tersentak kaget menatap Alexa.


“Bagaimana bisa kau mengenal Helena ? Apa hubungan mu dengan dia ?”balas Austin penasaran dan balik bertanya.


“Bolehkah jika aku berpikir lelaki ini adalah ayahku ?”batin Alexa tersenyum lebar dan sangat berharap sekali.


“Helena adalah ibuku. Dia memberikan liontin itu padaku sebelum meninggal.”jawab Alexa menjelaskan dan menunggu respon dari lelaki tadi.


Austin Bertrand beralih menatap sosok wanita yang duduk di depannya. Sekilas dia melihat wajah kekasihnya di sana.


“Apa benar dia anak Helena, tapi dengan siapa ? Apakah dia menerima perjodohan dari orang tuanya ?”batin Austin kembali teringat masa lalunya.


“Jadi kau anaknya Helena ? Tapi Bagaimana bisa liontin ini dipegang oleh tuan Sean Aldric?”tanya Austin tak percaya dan menatap Sean Aldric.


“Ceritanya panjang tuan, namun sebenarnya liontin itu adalah milikku dan aku memberikannya pada Tuan Sean Aldric.”jawab Alexa.


Austin hanya diam saja mendengarnya namun dalam hati dia tak percaya pada apa yang diucapkan oleh Alexa. Ia berpikir gadis itu hanya mengaku-mengaku sebagai putri Helena dan Mungkin saja akan mengaku sebagai putrinya untuk mendapatkan warisan darinya yang tak akan habis sampai tujuh turunan.


“Maaf nona... aku tidak bisa menemui kalian berdua lama. Masih ada urusan lainya yang harus segera ku selesaikan.”ucap Austin lalu berdiri dan meninggalkan mereka berdua begitu saja masuk ke dalam rumah.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2