
Alexa mencoba melihat postingan Dyana untuk melihat apakah wanita itu sedang online atau tidak.
“Sayang sekali dia tidak online padahal aku ingin bertemu dengannya.”batin Alexa kelihatan kecewa. Sebenarnya dia ingin bertemu dengan Dyana untuk menanyakan padanya apa dia mengenal sosok Sean.
Namun Alexa menulis pesan di dinding akun Dyana.
“Dyana aku ada di Paris saat ini. Tapi aku tidak akan lama berada di sini. Mungkin paling lama satu bulan. Aku ingin bertemu dengan mu. Kapan kau ada waktu... ?”gumam Alexa membaca ulang apa yang telah ditulisnya.
Gadis itu kemudian mengirim pesan ke beranda akun Dyana. setelah itu dia pun kembali melihat postingan Sean dari akun Dyana.
“Oh... kali ini dia sama sekali tidak memposting apapun pada akunnya...”gumam Alexa yang lagi-lagi kecewa karena mendapatkan informasi apapun hari ini.
Dia pun tak mau berlarut-larut dalam pikirannya dan memutuskan untuk tidur dan kembali memikirkan rencananya esok hari.
Di lain tempat di rumah Sean. Malam hari di kamar, Sean sedang duduk di tempat tidur dan bersandar pada dinding mengenakan kemeja putih. Dia menekuk satu kakinya. Pikirannya melayang pada pertemuannya tadi pagi dengan Alexa.
“Kenapa gadis itu ke sini...”
“Apa sebenarnya tujuannya datang ke sini... ?”
“Lalu dimana dia sekarang ?”
“Apa dia masih ada di sini... ?” berbagai pertanyaan muncul dalam benak Sean dan membuatnya tidak tenang. Entah kenapa dia merasa gadis itu seolah memburunya.
Tiba-tiba dia teringat pada postingan liontin Ratu Louis IV yang pernah dia pasang di akun media sosialnya.
“Sebaiknya aku menghapus postingan liontin Marie Antoinette di akun ku untuk menghindari sesuatu yang tak diinginkan...”batin Sean karena dia tiba-tiba saja berpikiran jika Alexa mungkin saja sedang mencari informasi tentang dirinya melalui akun media sosial.
Pria itu sekarang berdiri dan mengambil laptopnya dari meja dan membawanya kembali ke tempat tidur.
__ADS_1
Sean menyalakan laptop dan masuk ke akun media sosialnya.
“klik... klik... klik...”Sean menghapus satu per satu postingan tentang liontin Marie Antoinette di akunnya. Tak hanya itu saja, dia bahkan menghapus semua komentar tentang postingan nya.
Setelah satu jam dia berhasil menghapus semua postingan liontin Marie Antoinette dari aku nya. Dan sekarang akunya sudah bersih bahkan dia tidak memproteksi akunnya dan membuatnya agar tidak bisa dilihat dengan mudah oleh akun lain yang tidak berteman dengan dirinya.
“Ku rasa sudah aman sekarang... tak ada yang perlu ku khawatirkan lagi.”ucapnya merasa lega karena berhasil mengamankan akunnya.
Sean pun yang belum merasa mengantuk melihat postingan teman-temannya dan mengomentari beberapa postingan yang menurutnya menarik.
Hingga hampir tengah malam dia pun baru mematikan laptopnya dan menutup matanya di tempat tidur.
Pagi hari Alexa bangun dan menarik selimut tebal yang menutupi tubuhnya.
“Rasanya nyaman sekali...”ucap Alexa di tempat tidur sambil meregangkan tangannya.
“Sepertinya sebelum sarapan pagi lebih baik aku mengeluarkan keringat dari tubuhku.”gumam Alexa bersemangat.
“Akhirnya berkeringat juga...”ucap Alexa menghapus keringat di wajahnya dengan handuk. Dia kemudian mengeluarkan air mineral dari dalam tas yang dia bawa dan meminumnya.
Tak lama setelahnya gadis itu kembali ke penginapan. Di meja kamarnya sudah tersaji hidangan menu sarapan pagi yang sudah dia pesan sebelumnya.
“Hmm... sebaiknya aku makan dulu...”ucap gadis itu saat melihat hidangan yang menggiurkan di meja.
Alexa menarik kursi kemudian duduk dan menyantap menu sarapan paginya. Selesai makan dia pun masuk ke kamar mandi dan mandi dengan air hangat.
Baru saja dia membasahi tubuhnya ponselnya berdering.
“kring... kring... kring...”suara ponsel Alexa di atas tempat tidur yang berdering.
__ADS_1
“Siapa yang menelepon...”gumam Alexa. Karena tidak tahu siapa yang menelepon ya Dan mungkin saja itu telepon yang penting dia pun mengambil handuk yang tergantung di kamar mandi dan membelitkan ke tubuhnya lalu keluar dari kamar mandi.
“Halo....”ucap Alexa mengangkat telepon sambil duduk di tempat tidur.
“Alexa... bagaimana kabar mu di Paris... ?”tanya seorang lelaki yang tak lain adalah Rey.
“Rey... aku baik-baik saja di sini... bagaimana denganmu ?”jawab Alexa dan bertanya balik padanya.
“Aku baik-baik saja di sini. Ku rasa di sini aku merasa kesepian tanpa adanya dirimu. Kapan kau akan kembali ?”tanya lelaki itu.
“Aku belum tahu Rey... aku belum mendapatkan liontin ku kembali. Aku masih mencari cara untuk mengambilnya. Semoga saja aku bisa segera mendapatkannya dan aku bisa cepat kembali ke rumah.”balas Alexa.
Alexa melihat jam dinding yang menunjukkan jika waktu di tempat Rey saat ini adalah malam hari.
“Rey Bukankah sekarang hampir tengah malam kenapa kau masih bangun ?”ucap Alexa yang baru menyadari perbedaan waktu.
“Ya baiklah Alexa aku akan tidur sekarang. Jaga dirimu baik-baik dan cepat kembali.”ucap Rey mengakhiri pembicaraan.
Alexa menaruh ponsel ke meja. Dia kemudian kembali masuk ke kamar mandi.
Di tengah mandi ponselnya kembali berdering.
“kring.... kring... kring...”
“Siapa lagi yang telepon... apa Rey meneleponku kembali ? Tak biasanya dia keras kepala seperti ini...”gumam Alexa.
Gadis itu pun mempercepat mandinya kemudian mengambil handuk yang dia sampaikan untuk menutupi tubuhnya keluar dari kamar mandi.
Alexa mengambil ponselnya dan memperhatikan nomor telepon yang masuk.
__ADS_1
“Bukan telepon dari Rey... lalu telepon dari siapa ini...?”gumnya saat melihat nomor asing yang menghubungi nomornya.
BERSAMBUNG....