
Jaring turun dan Sean bersiap untuk naik. Ia memegang jaring dan melompat ke sana.
Dari belakang empat orang berlari dengan cepat dan mengejar mereka.
“Alexa ayo cepat lompat !”ucap Sean saat dia sudah melompat ke jaring.
Alexa mengangguk dan dia bersiap untuk melompat.
“door... !”seorang yang mengejarnya menembakkan pistol tepat ke arahnya.
“Sial... !”umpat Alexa menoleh ke belakang dan berhasil menghindari tembakan dengan melompat ke samping kiri.
“dor... dor... dor... !”seorang lelaki lain ikut menembakkan pistolnya ke arah Alexa.
Gadis itu mencoba menghindari tembakan dengan berlari ke samping kanan yang membuat dirinya menjauh dari jaring heli grandi Oiseau.
Sean yang melihat hal itu memberikan perintah pada Sivan.
“Geser heli mendekat ke nona itu sekarang !”teriak Sean masih memegang jaring dan menunggu Alexa naik.
“Siap bos !”jawab Sivan.
Dengan segera heli bergerak menuju ke tempat Alexa berada.
Sean mengulurkan tangannya saat dia berada di dekat Alexa.
“Ulurkan tangan mu, aku akan menarik mu !”teriak Sean.
Alexa mencoba mengulurkan tangan namun lagi-lagi sebuah tembakan menganggu konsentrasi nya.
“dor... !”Alexa mundur menghindari tembakan yang mengarah padanya.
"bugh... !”Alexa menginjak kerikil dan membuatnya jatuh setelah kesulitan menjaga keseimbangan nya.
“drap... !”dengan cepat dua orang lainnya menghampiri Alexa yang berusaha berdiri dan menangkapnya.
“Sial !”ucap Sivan melihat kejadian barusan. Ia pun segera terbang menjauh agar Sean tidak tertangkap oleh mereka.
“Kena kau, gadis angkuh !”ucap seorang lelaki memegang tangan Alexa dengan erat agar gadis itu tidak kabur lagi.
__ADS_1
“Lepaskan aku !”teriak Alexa berontak dan mengayunkan kakinya menendang lelaki tadi, namun sayang sekali bisa di hindari.
“Tuan cepat naik !”ucap Sivan pada Sean karena dia akan menarik jaring itu ke atas.
Sean hanya menatap atas kemudian kembali menatap Alexa yang tertangkap oleh mereka.
“Sebelumnya aku sudah berjanji padanya jika aku akan membantu dia. Haruskah aku meninggalkannya sekarang ?”batin Sean berada dalam dilema.
Sean kembali menatap ke atas, melihat Sivan.
“Tarik saja jaringnya sekarang !”perintah Sean pada Sivan.
Sivan segera menarik jaringan ke atas namun dia terkejut saat melihat Sean yang melompat turun.
“Tuan apa yang kau lakukan ?!”teriak Sivan dari atas tak percaya pada apa yang dilihatnya barusan.
“Tunggu aku di sini, aku akan segera kembali !”teriak Sean pada Sivan. Ia pun segera berlari mengejar sekelompok orang yang menangkap Alexa.
Alexa menoleh ke belakang saat mendengar suara langkah kaki yang menyusulnya.
“Kenapa dia tidak naik saja ke heli dan malah kembali mengejar ku ?”batin Alexa merasa yang di incar sebenarnya adalah dirinya bukan Sean.
“Lepaskan dia !”bentak Sean pada empat orang lelaki yang menyandera Alexa.
“Ambil saja sendiri jika kau bisa !”jawab salah seorang lelaki menantang.
Sean tidak menunggu sekumpulan orang itu menyerangnya dulu, ia langsung bertindak dan menghajar mereka.
“bugh... bak... buhg !”baku hantam mulai terjadi di antara mereka. Adu pukul Tak terelakkan lagi.
Sean berhasil merobohkan tiga orang lelaki dengan mudah. Ia pun kini beralih mendekati seorang lelaki yang menawan Alexa.
“Berhenti atau aku akan menembak gadis ini !”ucap seorang lelaki sambil menodongkan pistol ke kepala Alexa.
Mendapatkan ancaman seperti itu, Sean berhenti dan tak mau bertindak gegabah.
“Singkirkan pistol mu dari gadis itu sekarang juga !”bentak Sean pada lelaki tadi.
“Jika kau bergerak selangkah lagi maka aku takkan segan-segan menembak dari sini !”ucap lagi tadi memberi peringatan saat melihat Sean mencoba kembali mendekatinya.
__ADS_1
Alexa menatap Sean sambil menggeleng namun Sean tak mengindahkan kode darinya.
“Pergi dari sini jangan hiraukan aku !”ucap Alexa meminta Sean untuk kembali saja ke Heli karena dia bisa mengatasi hal itu sendirian, selain itu ini adalah masalahnya bukan masalah Sean.
“Kau pikir kau bisa mengalahkan aku ya dan aku hanya main-main saja dengan ucapan ku ?!”ucap lelaki tadi menatap Alexa sambil tersenyum menyeringai.
“klak... !”lelaki itu menarik pelatuk pistol yang dipegangnya.
“huft...”Alexa menarik nafas pendek dan dan bersiap melakukan perlawanan.
“dor... !”pistol di tembakan tepat saat Alexa menghindar dengan menekuk tubuhnya ke belakang sehingga dia lolos dari tembakan barusan.
Dengan cepat Alexa kemudian memukul tangan lelaki tadi dan membuat pistol yang dipegang oleh lelaki itu jatuh ke tanah.
Alexa yang mahir taekwondo, memegang tangan lelaki tadi lalu menarik tubuhnya dan membantunya ke tanah dengan keras.
“Ayo cepat kita lari !”ucap Sean mengulurkan tangan dan Alexa segera menyambutnya.
Mereka berdua kemudian berlari cepat menuju ke tempat grandi Oiseau menunggu.
“Sivan turunkan kembali jaringnya !”teriak Sean Saya sudah berada tepat di bawah heli miliknya.
Sivan segera menurunkan jaring. Sean meminta Alexa naik lebih dulu. Setelah gadis itu naik barulah dia melompat ke jaring.
“Sivan tarik jaringnya sekarang !”teriak Sean yang berada di belakang Alexa untuk melindunginya jika sewaktu-waktu terjadi serangan mendadak lagi.
Sivan menarik jaring dengan cepat. Di saat mereka berdua hampir sampai, empat orang tadi kembali mengejar mereka.
“dor...dor...”dari bawah mereka kembali menembaki Sean dan Alexa.
“Alexa cepat !”ucap Sean sambil menghindari tembakan yang mengarah ke arah mereka.
Alexa berusaha naik dengan cepat dan akhirnya dia bisa masuk ke heli dan tak lama setelahnya Sean ikut masuk dan duduk di sebelah Alexa.
Heli segera terbang melesat meninggalkan lokasi itu mencari tempat yang aman.
Sementara empat orang tadi kembali menelepon dan melaporkan kejadian barusan pada tuan mereka.
BERSAMBUNG...
__ADS_1