
Alexa selesai bersiap dan memakai jaket tebal. Dia kemudian berjalan keluar dari penginapan menuju ke jalan raya untuk menunggu taksi.
“Taksi... !” macam Alexa memanggil taksi saat melihat ada taksi melintas di depannya.
Sebuah taksi berhenti di depannya dan Gadis itu segera masuk dan duduk dengan tenang di dalam taksi.
“Tolong antar aku ke menara Eiffel, pak.”ucap Alexa pada sopir taksi. Dan mobil menuju ke lokasi.
Tak jauh dari Auberge de la lune keluar seorang lelaki berjas hitam menatap ke jalanan tepat ke taksi yang membawa Alexa pergi. Salah satu anggota Fantôme yang siaga di dekat penginapan itu.
Lelaki itu kemudian mengeluarkan ponsel dan melakukan panggilan.
“Bos... target meluncur keluar dari lokasi.”ucap anggota Fantôme Setelah telepon tersambung.
“Baik... terus awasi target dan minta yang lainnya untuk mengikuti kemana dan melacak ke mana gadis itu pergi.”balas Sean memberi perintah pada Fantôme.
“Baik bos....perintah siap dilaksanakan.”jawab malah gitu kemudian segera mematikan panggilannya.
Anggota Fantôme itu kemudian menelepon para rekan lainnya dan menginformasikan pada Sivan perintah dari Sean.
Beberapa menit kemudian Sivan memberi perintah pada bawahannya untuk melacak keberadaan Alexa dan terus mengikuti gadis itu kemanapun dia pergi.
Sementara itu di rumah, Sean sedang berada di ruang makan. setelah menyelesaikan makan kebun segera masuk ke kamar dan berganti baju untuk bersiap keluar sambil menunggu kabar dari Fantôme.
Tak lama kemudian Alexa turun dari taksi setelah dia tiba di lokasi area Menara Eiffel berada.
“Terima kasih pak...” Alexa Setelah turun dari taksi sampai menyerahkan beberapa lembar uang pada supir taksi.
Gadis itu berarti dan menatap menara Eiffel yang terlihat dari kejauhan sambil tersenyum lebar.
“Akhirnya keinginanku sejak duduk di bangku SMU untuk melihat menara Eiffel akhirnya bisa terwujud saat ini.”ucap Alexa sejenak memandang menara simbol cinta itu.
Dia tak berharap banyak di sana saat melihat banyak sepasang kekasih yang berjalan sekitar area itu. Dia hanya ingin melihat dan menyentuh menara itu secara langsung, itu saja sudah cukup baginya.
__ADS_1
“Haah...”Alexa berjalan masuk ke lokasi menara Eiffel berada sambil menghela nafas lega saat berdiri tepat di depan Menara Eiffel.
“Coba saja ada Rey di sini pasti akan lebih seru...”gumamnya teringat pada sahabatnya.
Alexa kemudian berjalan menyisir area sambil melihat lampu yang bersinar indah di sana. Di sepanjang jalan dia bertemu dengan sepasang kekasih, namun hal itu tak membuat dirinya sedih.
Fantôme berhasil melacak keberadaan Alexa. dengan cepat Sivan memberi perintah pada bawahnya untuk stay di area Menara Eiffel dan terus menampilkan dan menunggu perintah darinya.
Sivan juga memberitahu pada Sean jika target saat ini berada di Menara Eiffel.
“Kita berangkat ke Menara Eiffel sekarang.”ucap Sean yang sudah duduk di mobil menunggu info pada supirnya.
“Baik tuan...”balas sang supir.
Mobil meluncur dengan cepat karena sopir itu tahu dan sudah terbiasa saat melihat raut muka bosnya serius.
“Alexa... aku tak menyangka ternyata kau tidak sepintar dugaan ku. Tapi tak masalah karena hal itu akan menguntungkan bagiku.”batin Sean yang menyayangkan kebodohan Alexa kenapa tak langsung kembali ke negerinya saja.
Seorang anggota Fantôme melintas di belakang Alexa.
“whirr... !”
Alexa menoleh ke belakang saat merasa ada seseorang yang melintas jalan cepat di belakangnya.
“Tidak ada siapa-siapa di sini... atau hanya perasaanku saja...”batin Alexa merasa ada seseorang yang mengikuti dirinya entah itu siapa.
Namun gadis itu tetap tenang dan bertingkah wajar seolah tak melihat ada seseorang yang mencurigakan mengikuti dirinya untuk memancing orang itu keluar.
Sean yang terus mendapatkan laporan dari Fantôme akhirnya memberi perintah.
“Dua orang segera keluar sekarang dan kejar target !”ucap Sean memberi perintah melalui microphone di telinganya.
“Dass...”dua orang berpakaian serba hitam muncul dari belakang Alexa.
__ADS_1
“Akhirnya mereka muncul juga. Aku tidak tahu siapa mereka dan kenapa mereka mengejar ku...”batin Alexa menoleh ke belakang dan segera berlari sebelum dua orang tadi menangkapnya.
Karena tak ada perintah untuk mengambil kembali liontin, dua anggota Fantôme itu hanya mengajar Alexa dan berusaha menangkapnya.
“greb... !”seorang anggota Fantôme berhasil memegang tangan Alexa.
“buk.... !”Alexa yang dulu pernah ikut kegiatan ekstrakurikuler karate saat masih kuliah menendang lelaki itu dan membuatnya terjangkau sehingga dia bisa lepas. Namun satu anggota lainnya mengejar Alexa dan lagi-lagi Alexa melayangkan tendangan yang membuat lelaki itu juga terjengkal.
“Dua orang Fantôme berhasil dilumpuhkan oleh target...”ucap Sivan melaporkan pada Sean.
“Keluarkan semua anggota Fantôme yang ada saat ini, kepung target dan minta mereka mengambil gelang ku !”ucap Sean memberi perintah.
Dalam hitungan detik semua anggota Fantôme keluar dari tempat persembunyian masing-masing dan secara bersamaan mengepung Alexa.
Di lain tempat Sean juga ikut bergerak dan menunggu dari jarak beberapa meter di belakang Fantôme di tempat yang tersembunyi.
“Sial... kenapa jumlah mereka bertambah banyak...”batin Alexa menoleh ke belakang dan melihat delapan belas orang berpakaian serba hitam kembali mengejar dirinya.
Beberapa anggota Fantôme melayangkan pukulan pada Alexa namun gadis itu bisa menghindari.
Beberapa anggota lainnya bergerak memegang tangannya dan bersiap mengambil gelang itu dari sana.
“Jadi mereka adalah utusan yang di kirim Sean untuk mengambil kembali liontin ku ?”batin Alexa yang akhirnya tahu siapa dalang dibalik semua ini.
“buk.... !” Alexa bergerak cepat dan menendang lelaki yang akan mengambil liontin miliknya.
Alexa kemudian berlari sejauh mungkin dari segerombolan lelaki mengejar dirinya dan mengira dirinya sudah lolos dari mereka.
“buk...”Alexa yang berlari dengan melihat ke belakang membentur seseorang.
“Sean.... ?!!”ucap gadis itu terkejut saat melihat sosok Sean berdiri di hadapannya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1