
Tepat seperti prediksi Alexa sebelumnya, empat puluh menit kemudian dia tiba di lokasi tempat perusahaan Sean berada.
“brak...”Alexa turun dari taksi dan menutup kembali pintunya.
Gadis itu berdiri di depan sebuah perusahaan besar dan megah.
“Hmm... jadi Sean itu pastilah keturunan orang kaya...”gumamnya saat melihat bangunan tinggi di depannya sambil tersenyum kecil.
“tap... tap... tap...”Alexa berjalan memasuki gedung perusahaan Aldric Group.
Di lobby perusahaan itu dia melihat dua orang petugas resepsionis berdiri dan menetap ke arahnya.
Alexa berjalan menuju ke meja resepsionis dan bicara dengan bahasa Perancis dengan mereka.
“Selamat pagi... maaf aku ingin bertemu dengan tuan Sean, apa bisa ?”ucap Alexa bertanya pada petugas resepsionis.
Kedua petugas resepsionis itu saling berpandangan dan berpikir siapa Alexa ini mencari boss mereka karena selama ini bukan sembarangan orang yang bisa bertemu dengan Sean.
“Apa nona sudah ada janji dengan CEO Sean ?” tanya salah satu petugas resepsionis.
“Jadi Sean adalah seorang CEO...”batin Alexa yang baru mengetahui jabatan orang itu, ternyata benar seperti yang dideskripsikan di media sosial, bukan isapan jempol saja karena selama ini mayoritas orang mengunggah status palsu mereka di akun media sosial mereka.
“Maaf... aku belum ada janji dengan CEO Sean.”jawab Alexa singkat.
“Maaf nona tak bisa menemui CEO Sean jika nona tidak ada janji atau tidak membuat janji terlebih dulu.”balas petugas resepsionis menerangkan pada Alexa.
Alexa diam sebentar dalam hati dia merasa ternyata lelaki itu sulit sekali untuk ditemui dan harus ada janji itu lebih dulu. Tapi bukan Alexa namanya jika menyerah begitu saja.
“Nona ada sesuatu yang sangat mendesak. Aku ingin mengembalikan cek tunai dari CEO Sean.”ucap Alexa sambil menunjukkan cek tunai dari Sean pada tugas resepsionis.
Petugas resepsionis kembali berpandangan, mereka berpikir kenapa tuan Sean memberikan cek tunai pada Alexa.
__ADS_1
“Tinggalkan saja ini pada kami dan kami akan menyerahkannya pada beliau.” ucap petugas resepsionis tadi menanggapi dan memberi saran pada Alexa karena mereka sebelumnya sudah mendapatkan perintah langsung dari Sean agar tidak sembarangan menerima tamu untuk dirinya.
“Maaf... tidak bisa. Aku ingin mengembalikannya sendiri pada Mr. Sean, ada hal lain yang ingin ku bicarakan dengan beliau.”ucap Alexa menjelaskan dan bersikeras ingin tetap menemui Sean secara langsung.
Petugas resepsionis mengembalikan cek tunai pada Alexa.
“Nona baiklah silakan menunggu dulu.”jawab petugas resepsionis.
Salah satu petugas resepsionis kemudian mengajak Alexa menuju ke sebuah ruang tamu.
“Silahkan di tunggu di sini dulu...”ucap harga resepsionis membukakan pintu ruang tamu.
“Terima kasih...”Alexa duduk di kursi dan menunggu.
Petugas resepsionis tadi kembali ke tempatnya.
“Bagaimana jika Tuan Sean tidak berkenan menemui tamu itu... ?” tanya petugas resepsionis pelan pada temannya.
“Aku juga tidak tahu... semoga saja tamu itu tidak membawa masalah untuk kita.”balas petugas resepsionis lainnya menanggapi temannya.
“Nona bagaimana apa aku bisa bertemu dengan tuan Sean... ?”tanya Alexa yang tak sabar dan sudah menunggu lama.
“Mohon sabar menunggu nona... tuan Sean jadwalnya padat.”jawab petugas resepsionis.
Alexa pun hanya mengangguk sambil tersenyum saja Kemudian kembali duduk menunggu di ruang tamu.
Sementara itu petugas resepsionis yang memang belum menyampaikan kedatangan Alexa segera menghubungi sekretaris Sean.
“kring... kring...” suara telepon di meja Judas yang berdering.
“Ya halo...”jawab lelaki itu sambil menaruh beberapa berkas data yang dia pegang ke meja.
__ADS_1
“Sekretaris Judas... di sini ada seorang tamu wanita yang ingin bertemu dengan CEO untuk mengembalikan cek tunai bernama Alexa.”ucap petugas resepsionis menyampaikan.
“Ya baiklah... nanti akan aku sampaikan pada tuan Sean. Saat ini beliau belum datang.”balas Judas kemudian menutup kembali gagang telepon dan mengembalikan ke tempatnya.
Di ruang tamu Alexa sengaja duduk menghadap ke arah pintu agar dia bisa melihat siapa saja yang masuk ke perusahaan.
“Seadari tadi aku duduk di sini aku belum melihat pria itu datang. Apa dia datang siang ? Atau dia tidak masuk hari ini...”gumam Alexa melihat keluar pintu mencari keberadaan Sean.
Tiga puluh menit kemudian Sean tiba ke kantor. Namun dia tidak lewat depan seperti kebanyakan karyawannya. Lelaki itu lewat pintu masuk khusus yang langsung menuju ke ruangannya tanpa perlu melewati lobi dan ruangan lainnya untuk menghindari bertemu dengan para tamu yang ingin dihindarinya.
“Hari ini aku datang agak siang ke kantor.”gumam Sean saat duduk dan menaruh tas kerjanya ke meja.
Baru satu menit lelaki itu duduk, Judas mengetuk pintunya.
“Ya masuklah Judas...”ucap Sean melihat Judas dari dinding kaca di ruangan itu.
Judas membuka pintu kemudian masuk dan menghadap bosnya.
“Tuan ini dokumen yang tuan minta kemarin.”ucap Judas menunjukkan berkas laporan yang di bawanya.
“Taruh saja di meja...”jawab Sean singkat. Judas menaruh berkas yang di bawanya ke meja.
Lelaki itu tetap berdiri di sana dan menunggu Sean.
“Ada apa masih berdiri di sini Kenapa kau tidak segera kembali ke ruangan mu ?”tanya Sean menatap Judas.
“Tuan petugas resepsionis bilang jika ada seorang wanita ingin bertemu denganmu. Dia bernama Alexa dan tujuannya bertemu denganmu adalah untuk mengembalikan cek tunai.”ucap Judas.
Sean ternyata kaget sekali mendengar apa yang barusan diucapkan oleh sekretarisnya itu. Dia sama sekali tak menyangka jika ya di situ sampai ke sini mencarinya hanya untuk mengembalikan cek tunai yang diberikannya.
“Bilang pada petugas resepsionis, aku akan menemuinya setelah ini.”jawab Sean singkat.
__ADS_1
Judas pun segera keluar dari ruangan bosnya dan kembali ke ruangannya. Lelaki itu kemudian menelepon petugas resepsionis dan menyampaikan padanya jika Tuan Sean bersedia menemui tamu wanita itu.
BERSAMBUNG....