
Alexa sempat menoleh ke belakang saat dia mendengar ada yang memanggil namanya. Namun banyak orang sehingga dia tidak jelas siapa yang memanggilnya. Namun dia kembali melihat dari kaca spion motornya tapi ternyata tak ada yang memanggilnya.
“Aah... ya sudahlah entah siapa tadi yang memanggilku... lebih baik aku segera pulang.”gumam gadis itu kemudian menambah kecepatan motornya saat di jalanan yang tidak terlalu ramai agar dia bisa segera sampai ke rumah.
Di lain tempat di depan sebuah hotel. Sean terengah-engah setelah gagal mengejar Alexa.
“haah... haah... haah...”Sean berjalan menepi ke sebuah pohon dan bersandar sebentar di sana untuk mengatur nafasnya yang belum teratur.
“Tak ku sangka gadis tadi sedikit gila...”gumam Sean menatap ke jalanan dan teringat pada aksi Alexa yang nekat saat di jalanan tadi.
Setelah nafasnya kembali normal dan teratur Sean kembali berjalan menuju ke area hotel. Dia melihat ke jalanan tempat terjadi kecelakaan tadi. Di sana kemacetan terjadi semakin parah, lebih parah dari sebelumnya.
Untung saja polisi datang dan segera mengatasi kesemrawutan di jalan yang ada. Para korban kecelakaan mengalami luka ringan sampai luka sedang segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Sedangkan kendaraan korban kecelakaan di kumpulkan ke suatu tempat agar tidak mengganggu lalu lintas yang padat.
“Hmm... untunglah polisi di sini segera bertindak cepat...”gumam Sean berhenti sebentar di jalan untuk melihat keadaan di sana.
Setelah jalanan kembali lancar dan normal, Sean kembali ke tempatnya tadi berada. Dia duduk di kursi sambil menatap jalanan untuk menghabiskan waktunya.
Malam hari Sean masuk kembali ke kamarnya dan segera beristirahat. Dia tak sabar hari berganti pagi agar dia bisa segera bertemu dengan Alexa kembali.
Di lain tempat di rumah Alexa. Gadis itu baru selesai mencuci motor sport nya.
__ADS_1
“Haah... lelah sekali rasanya...”ucap Alexa mematikan keran air setelah selesai mencuci motornya. Dia pun duduk sebentar di teras sambil menunggu motornya benar-benar kering meskipun sebenarnya dia sudah mengeringkannya dengan kanebo.
Alexa duduk menatap indahnya langit malam sambil memegang liontin nya.
“Tuhan tolong beri aku petunjuk di mana aku bisa menemukan ayah ku...”ucap gadis itu tersenyum lebar menatap bintang yang berkerlip di langit sambil mencium liontin yang dipakainya.
Lima belas menit kemudian, gadis itu memasukkan motornya ke dalam rumah dan mengunci pintu rumah.
“Ternyata sudah jam 22.00 malam lewat... sebaiknya kau segera tidur karena besok masih ada pekerjaan yang menungguku.”gumam Alexa kemudian berjalan menuju ke kamar dan merupakan dirinya di tempat tidur.
Pagi hari Alexa segera bangun dan bersiap berangkat kerja. Setelah sarapan dia pun melompat ke motornya lalu mengemudikannya menuju ke tempat kerja.
Di lain tempat Sean Ya sudah bangun dan bersiap sedari tadi tampak duduk di tepi tempat tidur. Lelaki itu mengeluarkan beberapa alat yang sudah dipersiapkannya terlebih dulu untuk mengambil liontin Ratu Louis IV.
“Masih kurang satu jam sebenarnya dari jadwal tapi tak masalah lebih baik aku berangkat sekarang.”gumam Sean semangat dan keluar dari kamar berjalan keluar hotel.
Lokasi hotel dengan Pantai Anyer dekat sekali dan bisa ditempuh dengan jalan kaki dalam waktu lima belas menit.
Sean tiba di lokasi Resort Pantai Anyer. Di sana dia bertemu dengan turis lain dari negara lain yang satu rombongan dengan dirinya. Meskipun sama-sama dari luar negeri ternyata Sean tak banyak mengobrol dengan mereka dan cenderung menutup diri.
Satu jam berikutnya pemandu tour guide yang akan menemani mereka datang, seorang lelaki.
__ADS_1
“Kenapa bukan gadis yang kemarin yang menemani rombongan ini... lalu ke mana dia ?”batin Sean kecewa setelah melihat seorang lelaki yang mendampingi mereka bukanlah Alexa yang dicarinya.
Dia pun melihat ke sekitar untuk mencari Alexa barangkali saja dia ada di rombongan yang berada di sebelahnya.
“Hmm... gadis itu tidak ada di sana juga. Aku harus mencarinya ke mana ?”batin Sean setelah mendapati Alexa tak ada di rombongan lainnya.
“Mister and madam... come on we start to take the trip right now !”ucap lelaki pemandu turis itu mengajak para turis untuk segera berjalan dan mengikutinya menuju ke area resort setelah menjelaskan panjang lebar aturan serta hal lainnya harus diperhatikan selama berada di sana.
Di rombongan paling belakang Alexa baru selesai memberi pengarahan pada para turis yang dipandu nya.
“Alright... all of you could follow me now to enjoy beautiful views here...”ucap Alexa dengan tersenyum lebar mengakhiri sambutannya.
Gadis itu berjalan dan para turis dari Australia yang di Bandungnya mengikutinya menuju ke Resort Pantai Anyer.
Tak berapa lama kemudian mereka tiba di lokasi Pantai Anyer. Alexa menunggu mereka selama beberapa saat namun setelah dirasa keadaan aman dia pun menikmati waktunya sendiri.
Di lain tempat rombongan Sean sudah sampai duluan. Beberapa turis dari Amerika segera berbicara dan menikmati waktu mereka sendiri-sendiri.
Sementara Sean dia tidak bergabung dengan rombongannya dan memisahkan diri dari mereka.
“Kemana sih gadis itu... ?”gumam Sean mencari Alexa dan melihat satu persatu orang yang ada di pantai saat ini, namun dia belum menemukannya.
__ADS_1
Sean tak menyerah dan memutuskan untuk terus mencari karena dia yakin hari ini pasti dia akan bertemu dengan gadis yang dicarinya.
BERSAMBUNG....