
Setelah satu jam terjaga dan mengusir nyamuk yang ada di sekitar mereka, Alexa kemudian ikut tertidur. Dua orang itu tertidur meski nyamuk kembali datang hinggap di tubuh mereka.
Bahkan Sean sama sekali tak bergerak dan tetap tidur pulas meski nyamuk hinggap di tubuhnya, sekolah tak merasakan kehadiran mereka.
Di lain tempat jauh di dalam hutan terlihat Austin Bertrand duduk di sebuah ruangan khusus yang berada di rumahnya.
Di ruangan itu duduk menatap layar monitor. Dimana di layar monitor itu ada seorang foto lama wanita muda berambut panjang hitam, mata hitam lebar dan hidung mancung tersenyum lebar memeluk dirinya.
“Helena aku tidak pernah tahu kabarmu setelah kau kembali ke negerimu. Jika memang benar kau tidak mengkhianati diriku, dan mengandung anakku, kenapa kau tidak mencari aku ?!”gumam Austin Bertrand menatap foto di depannya dengan frustasi.
Lelaki itu kembali teringat pada kejadian puluhan tahun silam saat dirinya terakhir kali berpisah dengan Helena yang memutuskan untuk meninggalkan dirinya setelah di paksa mengikuti perjodohan oleh orang tuanya.
“Seandainya saja saat itu aku bisa menahan mu pergi, mungkin saja kisah hidup kita akan berbeda.”gumamnya sambil mengalah nafas berat.
Austin Bertrand pun tak ingin terus larut dalam masa lalunya. Dan dia pun teringat pada sanderanya.
“Gadis itu pasti anak mu dengan lelaki pilihan orang tuamu. Oh ya sedang apa dia sekarang ?”gumam Austin Bertrand teringat pada Alexa dan juga Sean.
Lelaki itu kemudian melihat tayangan berbagai CCTV yang ada di dinding.
“klik... !”Austin Bertrand menekan sebuah tombol dan tampilan CCTV yang menyayangkan Île du soleil, tempat Alexa dan Sean berada saat ini.
Dia melihat dalam tayangan kedua sanderanya tampak tertidur dengan wajah damai.
“ck...ck... bisa-bisanya mereka tidur dalam keadaan seperti itu.”ucapnya sambil menggelengkan kepala melihat Sean dan Alexa yang terlihat santai.
“Helena sudah lama aku ingin bertemu denganmu untuk menyelesaikan semuanya. Sayang sekali kau sudah pergi dari dunia ini, dan kabar baiknya kau mengirim malaikat mu ke sini untuk mencari ku. Gadis itu sendiri yang memulai, maka jangan salahkan aku jika aku akan menyelesaikan urusan kita melalui dia...ha ha ha ha....”ucap Austin Bertrand menatap Alexa dengan penuh kebencian dan tersenyum lebar.
“klik...”Austin Bertrand kembali menekan tombol dan tayangan yang menampilkan Alexa Sean hilang dari sana.
Lelaki itu kemudian berdiri dan keluar dari ruangan khususnya itu menuju ke kamarnya karena merasa sudah mengantuk.
__ADS_1
Di lain tempat Sivan dan crew nya masih mengudara mencari titik lokasi keberadaan Sean.
“Tiit... tiit...”bunyi Radar yang menunjukkan posisi mereka saat ini sudah hampir dekat dengan lokasi Sean berada.
“Bos... bersiaplah kita akan segera mencapai titik koordinat tuan Sean berada.”ucap seorang lelaki merupakan anak buah Sivan menginformasikan padanya.
“Oke tambah kecepatan agar kita segera tiba di titik lokasi !”ucap Sivan memberi perintah.
“chug... chug...”heli melaju lebih cepat dari sebelumnya dan terus membelah langit dalam hutan.
Beberapa saat kemudian mereka berhasil keluar dari area hutan dan terus bergerak menuju ke titik yang mendeteksi lokasi keberadaan Sean.
Heli berhenti sejenak di beberapa tanah kosong yang ada di sana.
“Dari Radar menunjukkan jika posisi Tuan Sean berada di sini namun tak ada apapun di sini, bos.”ucap salah satu awak heli saat tiba di lokasi.
Sivan pun melihat kembali radar di depannya dan memang mereka sudah tiba di lokasi yang dituju.
“Aneh sekali bagaimana bisa tidak ada apapun di sini, dengan lokasinya sudah menunjukkan dengan tepat itu di sini.”gumam Sivan.
“whirr....”heli kembali bergerak dan menyisir lokasi di sekitar titik koordinat berada namun masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan Sean.
“Terus bergerak jangan berhenti !” ucap Sivan lagi.
Grandi Oiseau melewati beberapa bangunan tinggi dan berhenti di sana sejenak.
“Coba kirimkan kode sinyal pada tuan Sean sekarang !”ucap Sivan memberi perintah.
Seorang awak kapal lainnya langsung memberikan sinyal berupa infrared pada Sean.
“Bagaimana apa ada balasan dari tuan Sean ?”tanya Sivan pada awak heli.
__ADS_1
Mereka menunggu selama sepuluh menit di udara namun tidak mendapatkan sinyal balasan dari Sean.
“Kita bergerak lagi dan sisir area lainnya !”ucap Sivan meminta pilot untuk melanjutkan kembali pencarian mereka.
Grandi Oiseau pun pergi meninggalkan bangunan bertanda simbol serigala dan menyisir lokasi lainnya.
Satu jam setelahnya di dalam bunker, Sean membuka mata saat melihat sinar merah menyilaukan yang memancar dari jam tangannya.
“Apa ini... ?”gumam Sean melihat ke belakang dan mendapati jam tangan yang menyala merah.
“Ini pasti sinyal dari fantôme untuk melacak keberadaan ku.”ucap Sean yang hanya bisa melihat sinar infrared itu terus menyala tanpa bisa berbuat apa-apa untuk memberitahukan posisi dirinya saat ini.
Sean berpikir bagaimana caranya membalas sinyal dari Fantôme itu.
“Alexa... Alexa...”ucap sing Memanggil nama Alexa dan mencoba untuk membangunkannya.
“Ahh... ya...”jawab Alexa membuka mata dan menoleh ke samping.
Sean kemudian menceritakan jika Fantôme sedang mencari keberadaannya dan mengirimkan sinyal padanya namun dia tak bisa membalasnya.
“Bisakah kau menggerakkan jarimu dan menekan tombol hijau pada jam tangan ku ?”ucap Sean mau minta tolong pada Alexa.
“Baik akan kucoba.”jawabnya singkat.
Alexa menggerakkan jarinya dan mencoba menyentuh jam tangan Sean. Ia menemukan tombol hijau yang dimaksud oleh Sean, namun tak bisa menekannya dalam kondisi tangannya masih terikat.
“Aku tak bisa menjangkau tombol hijau itu. Satu-satunya cara adalah dengan melepaskan ikatan di tangan kita.”ucap Alexa memberikan saran.
“Aku sudah mencobanya tadi namun gagal.”jawab Sean memberitahukan usahanya yang sia-sia.
“Biar aku coba.”ucap Alexa.
__ADS_1
Gadis itu kembali menoleh ke belakang. Ia pun melihat dengan seksama pola simpul yang mengikat tangan mereka dan memikirkan sebuah cara untuk membukanya.
BERSAMBUNG...