Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 62 Bertemu Austin Power


__ADS_3

Sean yang pernah merasakan bibir lembut Alexa kali ini kembali merasakan bibir merah itu lagi. Tanpa sadar seolah terhipnotis dia pun ingin merasakan kembali kelembutannya dan membuatnya benar-benar mencium bibir Alexa.


“Sialan orang ini... dia lagi-lagi mengambil keuntungan dariku.”batin Alexa merasakan bibir Sean yang mulai terasa hangat.


“Dia sudah mengambil ciuman pertamaku dan kali ini dia juga mengambil ciuman kedua aku.”batin Alexa tidak terima atas perlakuan Sean.


Alexa melepas pelukan tangannya dan memegang kedua pipi Sean lalu menariknya menjauh dari dirinya.


“Tuan Sean apa kau benar-benar menikmatinya ?”tanya Alexa mendorong dada Sean menjauh dari tubuhnya.


“Apa yang telah kulakukan padanya ?”pekik Sean dalam hati yang tak sadar menikmati berciuman dengan Alexa yang tak pernah ia rasakan dengan gadis manapun sebelumnya.


“Ah... maafkan aku nona. Hal Seperti ini tak akan terjadi lagi nantinya. Tolong lupakan saja kejadian barusan dan anggap tak pernah terjadi.”ucap Sean segera menarik dirinya dan duduk dengan berjaga jarak dari Alexa.


“Mudah sekali dia bilang untuk melupakan dan menganggap tak terjadi apapun. Dasar CEO edan !” batin Alexa kesal dan segera duduk merapat ke jendela.


Sementara Sean tidak tahu apa yang terjadi hingga sopirnya melakukan hal ceroboh seperti itu.


“Victor bagaimana kau bisa seceroboh ini ?”ucap Sean dengan nada tinggi tidak lembut lagi seperti biasanya.


“Maaf tuan... maaf memang aku yang ceroboh kurang memperhatikan jalan sehingga kita terperosok dalam lubang. Namun tuan tak perlu khawatir, kita sudah berada di jalan yang mulus sekarang.”balas sang sopir benar-benar menyesali tindakannya yang ceroboh hingga menyebabkan tuannya beradegan mesra dengan seorang gadis.


“Ingat jika hal seperti barusan terjadi lagi maka kau akan ku kirim ke Afrika !”balas Sean mengancam.


Victor pun tak berani tersenyum lagi dan hanya bisa menelan ludah hanya dengan membayangkannya saja.


Lima belas menit kemudian mobil berhenti di depan sebuah rumah megah namun dua orang itu masih duduk di mobil dengan nyaman.


“Tuan kita sudah sampai di kediaman Tuan Austin Power.”ucap Victor melirik dari kaca menatap Sean.


“Apa tuan masih ingin berkeliling ? Jika begitu aku akan menjalankan mobilnya kembali.”ucap Victor sambil menyalakan mesin kembali karena belum ada respon dari Sean.

__ADS_1


“Berhenti di sini. Aku akan turun sekarang.”balas Sean tidak ingin berkeliling lagi.


Victor segera membukakan pintu Untuk Sean dan juga Alexa.


“Nona ayo turun...”ucap Sean Setelah turun dari mobil sampai mengeluarkan tangan pada Alexa untuk membantunya turun.


“Baik...”jawabnya singkat namun dia tak menyambut uluran tangan Sean dan turun sendiri.


Sean hanya menatap sikap dingin Alexa yang mungkin saja masih marah padanya.


Gadis itu berjalan mengikuti Sean masuk ke gerbang pintu masuk kediaman Austin Power dan berhenti di sana.


“Ding... dong...”tanpa di suruh sopir maju dan segera menekan bel rumah.


Dua menit kemudian seorang pelayan keluar dari dalam rumah dan membukakan pintu gerbang.


“Ada yang bisa ku bantu tuan ?”tanya seorang pelayan lelaki di depan gerbang pintu masuk.


“Baik tolong tunggu sebentar di sini.”jawab sang pelayan kemudian kembali masuk ke rumah untuk menanyakan pada tuannya bersedia menerima tamu atau tidak karena tak punya janji sebelumnya.


Lima menit kemudian pelayan tadi kembali dan mempersilahkan mereka masuk.


Sean dan Alexa masuk ke dalam rumah mengikuti pelayan lelaki tadi, sedangkan vektor masuk ke mobil dan menunggu di sana.


Sean dan Alexa duduk bersebelahan menunggu tuan rumah datang.


“tap... tap... tap...”terdengar suara langkah kaki seseorang. Terlihat seorang lelaki berusia 60 tahunan berambut coklat dengan tinggi sekitar 180 cm dengan menyunggingkan senyuman ke arah Sean.


“Tuan Sean Aldric... apa yang membawa seorang tamu kehormatan datang ke tempatku ?”ucap Austin Power menyapa Sean.


Lelaki itu kemudian duduk setelah berjabat tangan dengan Sean.

__ADS_1


Sean yang bukan tipikal orang suka berbasa-basi dan mengobrol tidak jelas segera menyampaikan maksud kedatangannya.


“Tuan Austin Power aku ke sini hanya ingin menanyakan suatu hal dan tak ada sangkut paut nya dengan Aldric Group.”ucap Sean menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan mengira dirinya akan mengajaknya untuk bekerja sama.


Austin Power hanya diam dan menunggu ucapan Sean selanjutnya, agar mengetahui lebih apa yang dia maksud.


Sean melepas gelang yang dipakainya dan menunjukkannya pada lelaki tua yang duduk di depannya. Sengaja dia hanya menunjukkan nya saja untuk mengetahui reaksi dari lelaki itu.


Austin Power mengambil gelang yang diletakkan di meja oleh Sean dan melihatnya.


“Tuan gelang ini bagus sekali terlebih liontin ini. Apakah ini benda antik atau sejenisnya ?”ucap Austin Power saat melihat liontin Sean dan menjadi tertarik setelah melihatnya.


Alexa menatap lelaki tua di depannya dan mencoba mencari kemiripan dengan dirinya.


“Sepertinya lelaki ini tak ada hubungannya dengan ibuku.”batin Alexa kemudian beralih menatap Sean.


“Jadi kau tidak tahu jika itu adalah liontin dari Ratu Louis IV ?”ucap Sean lalu mengambil dan memakai gelangnya kembali.


“Ya tuan... aku tidak mengetahui hal itu. Apa tuan bersedia menjual liontin itu padaku ?”balas Austin Power.


“Maaf aku tidak menjualnya. Barang ini sangat berharga bagiku.”jawab Sean merasa kesal ada orang lain yang ingin memiliki liontin favoritnya.


Karena tak ada yang perlu dibicarakan lagi Sean berdiri dan berpamitan pada lelaki itu.


“Terima kasih Tuan Austin Power sudah mau menerima kami.”ucap Sean lalu keluar dari rumah Austin.


Alexa berjalan mengikuti Sean masuk ke mobil dan duduk di sebelahnya.


“Victor... jalankan mobilnya sekarang.”ucap Sean setelah duduk dengan nyaman di dalam mobil.


Victor segera menjalankan mobilnya meskipun dia tidak tahu ke mana arah dan tujuan selanjutnya. Sementara Austin hanya menekuk alisnya karena masih tidak tahu alasan sebenarnya Sean Aldric datang langsung menemui dirinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2