
Tiga hari berlalu dan tak terasa Alexa sudah satu minggu berada di rumah Sean di mana dia pernah bilang sebelumnya pada Rey jika dia akan pulang hari ini.
Pagi hari di sebuah ruangan. Alexa bangun. Gadis itu duduk dan menghitung waktu.
“Aku sudah tujuh hari berada di sini... dan aku harus kembali sekarang. Aku tidak ingin Rey khawatir pada ku.”gumam Alexa.
“kriek...” seorang pelayan wanita membuka pintu ruangan dan masuk dengan membawakan sarapan pagi untuk Alexa.
Pelayan wanita itu menaruh sarapan pagi kemeja kemudian berbalik dan pergi.
“Tunggu.....!”ucap Alexa tiba-tiba memanggil pelayan itu.
Seketika pelayan tadi langsung berhenti, dia tidak tahu kenapa gadis itu kali ini mengajaknya bicara padahal sebelumnya dia tak pernah mau bicara dengan dirinya.
Pelayan tadi berbalik lalu menghampiri Alexa.
“Ada apa nona... ?” tanya pelayan itu langsung.
“Kemana Sean... aku Ingin bertemu dengannya... ”balas Alexa.
“Tuan masih ada di kamarnya nona...”balas pelayan wanita itu.
“Bilang padanya jika dia sudah bangun untuk menemui ku.”ucap Alexa kembali pada pelayan itu.
“Baik nona... aku akan menyampaikan pesan mu pada tuan.”balas pelayan wanita tadi kemudian berbalik dan meninggalkan Alexa sendirian.
Setelah kepergian pelayan wanita tadi Alexa berdiri untuk mengambil sarapan pagi yang diletakkan di meja.
Dia kembali duduk sambil memakannya.
“Aku sudah merasa baikan dan ku rasa aku cukup kuat untuk melakukan perjalanan pulang.”gumam Alexa.
Gadis itu menyelesaikan Makannya dengan cepat dan kembali menaruh piring kosong di meja.
Di lain tempat pelayan tadi berada di depan pintu kamar Sean dan menunggunya bangun.
“kriek...”
Sepuluh menit kemudian Sean membuka pintu kamarnya dan keluar dari sana. Dia berhenti saat melihat pelayan wanita berdiri di depan pintunya.
“Ya bibi... ada apa menunggu kau bangun ?”tanya Sean langsung.
“Maaf, tuan... aku hanya menyampaikan pesan saja dari gadis itu.”jawab sang bibi menjelaskan.
__ADS_1
“Pesan... maksudmu dari Alexa ?” balas Sean sambil mengerutkan dahinya menatap pelayan tadi.
Pelayan wanita itu mengangguk sambil menundukkan kepalanya karena takut jika Sean akan marah padanya.
“Apa pesan nya... katakan pada ku.”ucap Sean lagi terlihat tak sabar ingin segera mendengarnya.
“Gadis itu bilang dia ingin bertemu dengan tuan.”jawab pelayan wanita itu menjelaskan.
Sean mengangguk dan pelayanan tadi segera pergi dari sana dan kembali ke tempatnya bekerja.
“Ada apa lagi gadis itu ingin bertemu denganku ?”batin Sean duduk sejenak di sebuah kursi dan berpikir sambil meminum air mineral yang disediakan oleh pelayan di meja.
“Lebih baik aku temui dia sekarang saja...”gumam Sean sambil menaruh gelas kaca kosong ke meja.
Sean berjalan keluar dari rumah dan menuju ke ruangan di mana Alexa berada saat ini.
“kriek...” suara pintu yang terbuka.
Alexa menoleh dan menatap ke arah pintu. Dia melihat Sean berjalan masuk.
“Apa kau mencari ku... ?”tanya Sean langsung saat berdiri di depannya tanpa basa-basi.
Alexa diam sebentar menatap Sean yang masih memakai piyama.
“Lelaki ini baru bangun rupanya...” batinnya menatap Sean yang masih berantakan namun tetap terlihat menawan meskipun dia belum mandi.
“Emm... ya... ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu.” balas Alexa menatap mata hazel Sean lalu berdiri.
“Aku merasa sudah boleh dan aku harap kau membiarkan aku pergi kali ini.”ucap Alexa lagi dengan tegas menjelaskan maksudnya.
Sean tidak langsung menjawab. Dia berpikir dan menatap gadis itu lekat-lekat.
Entah kenapa ada sesuatu yang dia sendiri tidak tahu dan membuatnya ingin tetap menahan gadis itu berada di sana selama beberapa waktu lagi.
“Nona Alexa aku akan melepaskan mu hari ini juga.”balas Sean singkat.
Alexa tersenyum lebar karena merasa dirinya bisa lepas dari sangkar yang mengurungnya selama ini.
Seketika itu juga Alexa berjalan meninggalkan Sean.
Sean berbalik dan menatap punggung Alexa.
“Tunggu nona... !” ucap Sean memanggil.
__ADS_1
Alexa berhenti tepat di depan pintu dan berbalik menghadap Sean.
“Ya tuan Sean... ??”jawab Alexa.
Sean berjalan dan menghampiri gadis itu lalu bicara dengannya.
“Nona... bagaimana jika kau bekerja di perusahaan ku... ?”balas Sean menawarkan.
Alexa diam dan mencoba mencerna kata-kata Sean. Dia tidak tahu apa maksudnya lelaki itu.
“Kenapa dia memberikan pekerjaan untukku ? Apa dia ingin kembali menahan ku di sini...tapi untuk apa ? Aku juga sudah memberikan liontin ku padanya.”batin Alexa yang masih tidak mengerti saja Apa motif dari lelaki itu berbaik hati padanya.
“Maaf tuan Sean... aku harus segera kembali dan pulang ke rumah. Ada sesuatu di sana yang harus segera ku kerjakan.”balas Alexa menolak langsung.
Sean kembali diam dan berpikir untuk mencari cara lainnya supaya gadis itu mau tinggal di sana lebih lama lagi.
“Ya aku tidak memaksamu... dan ini hanya tawaran saja. Jika kau tidak mau tak apa.”balas Sean menanggapi.
“Baiklah tuan Sean jika tak ada lagi yang perlu dibicarakan aku akan pergi dari sini... tak sabar rasanya ingin segera pulang ke rumah.”balas Alexa yang tersenyum lebar menatap Sean.
Entah kenapa senyuman Alexa membuatnya tak rela melihat gadis itu senang.
Gadis itu pun kembali berjalan dan membuka pintu.
“Nona... apa kau ingin mencari ayahmu ?”ucap Sean lagi yang membuat gadis itu berhenti berjalan dan kembali berbalik menghadapnya.
“Bicara apa dia... kenapa dia membahas tentang ayahku... ?”batin Alexa bingung dan semakin tak tahu apa sebenarnya motif dari Sean berbaik hati padanya.
“Maksud mu apa tuan muda Sean... ?”balas Alexa.
“Nona... bukankah kau mencari ayahmu... dengan liontin ini ?”ucap Sean menunjukkan gelang yang di pakainya.
Alexa terlihat tertarik dan menunggu ucapan Sean selanjutnya.
“Aku sering mendengar mu mengigau ingin mencari ayahmu dengan menggunakan liontin ini. Anggap saja ini balasan dariku sebagai ucapan terima kasihku karena kau telah memberikan liontin yang paling berharga untuk mu padaku.”ucap Sean menjelaskan panjang lebar maksud dan tujuannya.
“Apa aku tidak salah dengar... ?Kau yakin mau membantuku atau ingin menangkap ku kembali ?”tanya Alexa menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya.
Sean dengan cepat untuk meyakinkan gadis itu agar tidak berprasangka buruk padanya.
“Ya... aku tak ingin dianggap sebagai pencuri atau lelaki tak tahu diri yang menerima pemberian darimu begitu saja. Aku akan membantumu mencari keberadaan ayahmu.”jawab Sean menjelaskan kembali maksudnya.
Alexa diam dan berpikir. Dia sudah janji pada Rey akan pulang hari ini. Di lain tempat dia juga ingin mencari keberadaan ayahnya dan tentu saja jika dengan bantuan Sean maka sesuatu yang mustahil pun atau yang sulit pasti bisa ditemukan.
__ADS_1
Alexa diam dalam bimbang dan masih berpikir untuk mengambil keputusan.
BERSAMBUNG...