Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 47 Penahanan Alexa


__ADS_3

Alexa yang masih dalam pelukan Sean hanya bisa pasrah dan menatap Sean saja menunggu lelaki itu menjalankan aktingnya.


“Mana mobilnya ?”ucap Sean pada Sivan salah lelaki itu ada di dekatnya.


“Sebentar lagi bos mobilnya akan datang.”jawab Sivan singkat.


Benar saja dua menit Kemudian datang sebuah mobil mewah dan berhenti di luar area Menara Eiffel.


“Ayo jalan...”ucap Sean pada Alexa.


Lelaki itu melepaskan pelukannya dan masih tetap memegang erat tangan Alexa. Dia pun berjalan keluar dari area Menara Eiffel menuju ke mobil yang sudah menunggunya di depan.


Alexa terpaksa hanya menurut dan mengikuti perintah Sean saja. Gadis itu berjalan mengikuti Sean.


“klak...”pintu mobil segera terbuka saat mesin dan Alexa sudah berdiri di depan mobil.


“Masuklah...”ucap Sean menyuruh Alexa untuk masuk ke mobil.


Dia melepaskan tangannya agar gadis itu segera duduk dengan tenang di mobil. Namun Alexa ternyata mencoba untuk lari dan kabur dari sana.


Para Fantôme yang ada di sana segera menangkap Alexa dengan mudah dan membawa gadis itu masuk ke dalam mobil.


“Lepaskan aku... !”ucap nya saat sudah duduk di dalam mobil di samping Fantôme yang menjaganya supaya tidak kabur yang saat itu masih memegang tangannya.


Karena di dalam aman, Mereka pun melepaskan tangan Alexa dan mengawasi dia.


“brak...”pintu mobil kembali tertutup dan mobil yang membawa Alexa segera meluncur keluar dari Menara Eiffel.


Tak beberapa lama kemudian mobil yang tadi mengantar Sean tadi datang. Sean langsung masuk dan mobil segera meluncur menuju ke rumah.


Di dalam mobil Alexa menatap ke jendela untuk melihat keluar.

__ADS_1


“Sebenarnya aku mau dibawa ke mana sekarang...”batinnya melihat jalanan dari balik kaca mobil.


Mobil yang membawa Alexa berhenti di depan sebuah rumah megah dan besar. Dimana di sana sudah ada Sean yang berdiri di depan rumah menunggu kedatangannya.


“Ayo turun...”perintah salah satu anggota Fantôme sambil menarik tangan Alexa untuk keluar dari mobil.


“Lepaskan aku... ! Aku bisa turun sendiri !”ucap gadis itu menarik tangannya dengan kesal karena diperlakukan seperti seorang tahanan saja.


Alexa turun dulu dan dua anggota Fantôme mengikutinya dari belakang.


“Tuan mau di apakan gadis ini ?”tanya anggota Fantôme sambil memegang tangan Alexa kembali agar gadis itu tidak kabur.


“Bawa dia ruang belakang lalu masukkan dia ke salah satu kamar kosong yang ada di sana.”ucap Sean memberi perintah pada Fantôme.


Fantôme langsung saja membawa Alexa menuju ke tempat yang dimaksud oleh Sean.


“Tuan Sean Aldric... kau bilang akan melepaskan aku jika aku menurut padamu. Kenapa kau belum membebaskan aku juga ?!” teriak Alexa menoleh ke belakang dan menatap Sean yang hanya diam berdiri di sana menatap dirinya di bawa paksa oleh Fantôme.


“Akhirnya liontin ini kembali juga padaku...”ucapnya sambil tersenyum kemudian memakai gelangnya.


Sean berdiri di depan cermin menatap pantulan dirinya di sana. Dia baru menyadari sudut bibirnya yang bengkak.


“hiss.....gadis itu melukai bibirku.”gumamnya lalu menyentuh sudut bibirnya yang berdarah.


Sean kemudian berjalan menuju ke kulkas yang ada di kamar dan mengambil satu es batu kemudian kembali lagi ke depan cermin sambil menempelkan es batu tadi ke bagian bibirnya yang terluka.


“Aah...”gumam lelaki itu yang menahan rasa perih di bibirnya dan menatap ke kaca di depannya.


Sean masih memandangi wajahnya di depan cermin. Tiba-tiba dia teringat pada momen saat bersama Alexa di Menara Eiffel saat mencium bibir gadis itu.


“Bibirnya terasa lembut dan terasa manis seperti es krim.”gumam Sean saat mengingat kembali kejadian tadi.

__ADS_1


“Oh... apa yang ku pikirkan barusan...”ucap Sean menghentikan pikirannya sebelum menjadi liar dan kemana-mana.


Di lain tempat Alexa sampai ke ruang belakang. Sebuah ruangan yang benar-benar tertutup dan terisolasi dari tempat lainnya seperti sel tahanan.


Anggota Fantôme itu memasukkan Alexa ke sebuah ruangan kosong.


“Kau tunggu di sini sampai tuan sendiri yang akan mengeluarkan mu atau melakukan hal lain padamu.”ucap lelaki berbaju hitam kemudian menutup pintu dan mengunci nya.


“Tunggu.... buka pintunya... keluarkan aku dari sini... !!”teriak Alexa dari dalam ruangan sambil menggebrak pintu dengan keras.


Namun anggota Fantôme ucap Seanyang melihat hal itu hanya diam saja tanpa berkata apapun dan melakukan apapun, lalu meninggalkannya begitu saja.


Satu jam kemudian Alexa duduk di lantai setelah lelah menggebrak pintu dan tak ada respon sama sekali. Dia duduk di sudut ruangan sambil melihat ke sekitar, mencari jalan untuk keluar dari sana.


“Oh... sial sekali tak ada sesuatu yang bisa ku gunakan untuk keluar dari sini.”ucap Alexa saat melihat sebuah jendela yang terbuat dari kaca di dekat tempat tidur.


Satu jam berikutnya gadis itu merasakan perutnya lapar. Dia merogoh kantong sakunya untuk mencari sesuatu yang bisa di makan.


“Sayang sekali aku tak membawa apapun di saku bajuku. Di sini juga tak ada apapun yang bisa ku makan atau aku minum.”gumam Alexa sambil memegang perutnya yang makin terasa keroncongan.


Dia pun mencoba untuk duduk di tempat tidur yang ada di ruangan itu dan merebahkan dirinya, memejamkan matanya mencoba untuk menahan rasa lapar yang menyerangnya.


Di kamar Sean, lelaki sedang duduk di tempat tidur sambil menatap gelang di tangannya. Tiba-tiba dia teringat pada Alexa.


“Gadis itu....apa yang sedang dilakukannya saat ini...”gumamnya penasaran.


Sean kemudian mengambil laptopnya dan menyalakannya. Dia kemudian melihat CCTV yang terhubung pada ruangan yang di tempati Alexa saat ini.


“Oh... gadis itu tidak bisa tidur rupanya di sana...”gumamnya merasa bersalah karena telah menangkap Alexa.


Dalam hati Sean merasa kasihan pada Alexa dan ingin melihatnya secara langsung.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2