
Pagi harinya Alexa membuka mata. Dia melihat ke samping dan ada Sean yang menangkap tubuhnya.
Ia pun menyingkap selimut yang menutupi tubuh mereka berdua.
“Oh My God.... que diable ?”pekik Alexa tak percaya melihat tubuhnya yang telanjang bulat dan rasa nyeri di area sensitif kewanitaan nya.
Gadis itu mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya sebelumnya.
“Argh... kenapa aku bisa melakukan hal seperti ini ? Sialan ! Lelaki ini tak hanya mencuri ciuman pertamaku tapi dia juga mencuri malam pertamaku.”umpat Alexa setelah mengingat semuanya kenapa dia mau-maunya mencicipi anggur yang ditawarkan oleh Sean padanya.
Gadis itu terlihat terlihat sedih dan kecewa dan apa yang sudah terjadi. Namun dia tak bisa menyesali apa yang sudah dia lakukan tanpa sadar.
Tatapan mata Alexa kemudian tertuju pada jam yang ada di dinding.
“Celaka satu jam lagi pesawat akan berangkat.”pekik Alexa teringat jadwal keberangkatan pesawat dan dia sudah hampir terlambat.
Alexa segera bangkit dan mengenakan pakaiannya. Gadis itu berjalan menyalin kembali ke kamarnya untuk bersiap.
“Alexa... apa kau merasakan nikmat semalam ?”gumam Sean setengah sadar.
“Alexa... aku melakukannya dengan mu bukan karena pengaruh alkohol tapi karena aku memang benar-benar menyukai mu.”ucap Sean membuka mata lebar karena sama sekali tak ada jawaban dari Alexa.
Lelaki itu kemudian segera duduk pada saat merasa sisi tempat tidur kosong.
“Sial... ke mana dia pergi ? Kenapa aku selalu tampak bodoh di depan mu !”umpat Sean merasa kesal karena gadis itu kembali meninggalkan dirinya dan parahnya lagi dia kembali bicara sendiri, pernyataan cintanya lagi-lagi gagal tersampaikan.
Sean menarik selimutnya dan segera berdiri. Hanya darah merah yang tertinggal di tempat tidur dan dia pun segera memakai bajunya.
Sean berjalan masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya dengan berendam. Lama lelaki itu berada di bathub. Dia menyandarkan kepalanya dan teringat kembali pada malam pertamanya dengan Alexa. Dia masih ingat setiap ******* Alexa yang membangkitkan gairahnya.
“tok... tok...”suara pintu diketuk dari luar.
“Ya...”jawab Sean sambil menatap ke arah pintu kamar mandi.
“Tuan... lima menit lagi nona Alexa berangkat ke airport. Tuan ikut mengantar atau tidak ?”ucap seorang pelayan lelaki sambil menaruh baju ganti untuk Sean di dekat tempat tidur.
Sean seketika berdiri dari bathub jika hari ini gadis itu akan kembali ke tanah airnya.
__ADS_1
“Sial...kenapa aku bisa lupa itu ?”gumamnya lalu keluar dari kamar mandi dan segera memakai bajunya.
“Seluruh tubuh tuan penuh dengan tanda merah seperti kissmark... apa tuan...”batin pelayan lelaki itu saat melihat bagian dada Sean sebelum tertutup oleh kemeja.
“Ya baik aku pergi sekarang. Bilang pada Victor untuk menungguku sebentar.”ucap Sean memberi perintah pada pelayannya.
“Baik tuan.”jawabnya singkat lalu segera keluar dari kamar Sean dan menyampaikan hal itu pada driver.
Sean berpakaian cepat dan bersiap sambil melihat jam tangannya.
“Sial... gadis itu kenapa dia tak mengingatkanku ?”gerutu Sean kesal karena dia sama sekali tak ada persiapan.
Sean keluar dari kamar dan seorang pelayan wanita menghentikannya.
“Tuan... ini sarapan anda.”ucapnya sambil menaruh makanan yang dibawa ke meja.
“Terima kasih bi, tapi aku harus pergi sekarang juga.”jawab Sean berjalan cepat keluar dari rumah dan melewatkan sesi sarapan pagi.
Alexa terburu-buru. Gadis itu sempat menunggu Sean untuk mengucapkan kata perpisahan padanya, namun lagi itu tak kunjung keluar juga.
“Tapi nona.... tuan Sean masih bersiap dan meminta anda untuk menunggunya.”jawab Victor menolak.
“Tolong... tolong sekali. Atau aku naik taksi saja kalau begitu.”balas Alexa memberikan opsi.
Driver pun terpaksa mengantar Alex satu lebih dulu dan nanti akan kembali menjemput Sean daripada membiarkan gadis itu naik taksi dan sudah pasti dia akan kena marah nanti.
“broom...”mobil keluar dari rumah Sean menuju ke airport.
Sepuluh menit kemudian Sean sampai di tempat parkir. Ia mencari mobil yang akan mengantar Alexa hari ini.
“Kemana Victor ? Dimana mobil nya ?”ucapnya bertanya pada driver lain yang ada di sana saat tak menemukan mobilnya.
“Tuan... Victor sudah berangkat 15 menit yang lalu.”jawabnya.
“bugh.... !”Sean kembali merasa kesal karena Alexa meninggalkannya lagi dan dia meluapkan kekesalannya dengan memukul mobil yang ada di dekatnya.
“Sam... antar aku ke airport sekarang juga.”ucap Sean.
__ADS_1
“Baik tuan.”Sean segera duduk di dalam mobil dan mobil itu segera meluncur setelahnya.
“Tambah lagi kecepatan nya !”
Sam menambah laju kecepatan dan mencari jalur alternatif agar tiba lebih cepat di bandara.
Alexa tiba di airport. Gadis itu duduk menunggu di sebuah kursi sebelum keberangkatannya.
“Sudah dua puluh menit aku menunggu tapi Sean tak datang juga.”gumam Alexa mana tapi setiap pengunjung yang datang untuk mencari Sean.
Ia pun terpaksa menulis sebuah surat untuk Sean dan memberikannya pada petugas bandara.
“Panggilan untuk semua penumpang dengan penerbangan menuju ke kota Jakarta harap segera masuk.”
Alexa pun berjalan dengan berat hati Masuk ke pesawat sambil menoleh ke belakang mencari Sean, namun sayang dia tetap tidak bertemu dengan lelaki itu.
Alexa segera duduk di kursi sesuai dengan nomor tiketnya.
“whoosh....”pesawat pun tinggal landas dan gadis itu terus menatap jendela berharap melihat Sean di sana.
Lima menit kemudian, Sean tiba di bandara. Dia menuju ke tempat pesawat yang akan tinggal Landas menuju ke kota Jakarta setelah bertanya pada petugas bandara.
“Tidaaak.... Alexa.... !”teriak Sean saat melihat tempat itu sudah kosong. Ia menatap angkasa dan melihat pesawat yang membawa Alexa baru saja mengudara.
Sean berjalan dengan lemas dan langkah kaki gontai keluar dari tempat tadi.
“Maaf permisi... apakah anda tuan Sean ?”ucap seorang petugas bandara menghampiri Sean.
“Ya benar.”jawabnya singkat.
“Tuan ini ada titipan surat untukmu dari seorang nona tadi.”ucapnya lagi kalau menyerahkan surat dari Alexa padanya.
Sean segera membuka surat itu dan membacanya. Sebuah surat yang berisi tentang ucapan perpisahan juga sebuah ungkapan meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya semalam.
“Ouf.Je te chasserai chaque fois que tu iras.”ucap Sean sambil menghela nafas panjang dan duduk sebentar di sebuah kursi sambil tersenyum kecil.
BERSAMBUNG....
__ADS_1