Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 96 Malam Panjang


__ADS_3

Beberapa hari berlalu. Suatu malam di hari sebelum hari keberangkatan Alexa. Gadis itu duduk seorang diri di depan kamar sambil melihat bintang bertaburan di langit.


Ada sebuah bintang bersinar terang di langit yang meluncur dengan cepat.


“Apakah itu tadi bintang jatuh ?”gumam Alexa tak percaya pada apa yang barusan dia lihat.


Gadis itu kemudian memejamkan mata dan memanjatkan doa.


“Tuhan aku pengen membuat Ibuku bahagia di surga. Tolong penuhi permintaan terakhir ibuku yang belum terucap.”batin Alexa sambil memejamkan mata.


“puk...”Alexa membuka mata saat merasakan ada yang menepuk bahunya dengan lembut.


“Sean...”Alexa menoleh ke belakang dan melihat sosok Sean di sana.


Lelaki itu kemudian ikut duduk di samping Alexa.


“Apa yang kau lakukan di sini ?”ucap Sean bertanya menatap Alexa.


“Tak ada. Sebenarnya aku hanya tak bisa tidur saja karena besok aku akan kembali ke tempatku.”jawab Alexa sambil tersenyum kecil pada Sean lalu kembali menatap langit.


“Aku tak menyangka secepat ini dia akan kembali dan aku belum memberikan apapun padanya.”batin Sean menatap Alexa dari samping.


Tiba-tiba dia terpikirkan oleh sebuah ide dadakan tanpa persiapan. Dia ingin membuat garis itu terkesan pada tempat ini dan mencari kenangan yang berkesan baginya.


“Alexa... apa kau mau pergi bersamaku ?”ucap Sean.


Alexa menoleh dan menatap lelaki itu sambil mengerutkan dahi.


“Pergi kemana ?”balas Alexa penasaran.


“Kau selama di sini belum berkeliling di tempat ini jadi aku akan mengajakmu berkeliling sebentar. Apa kau mau pergi ?”balas Sean menjelaskan dengan bersemangat.


“Ya boleh saja.”jawab Alexa singkat setelah berpikir tak ada salahnya dia menghabiskan malam terakhirnya bersama lelaki itu.

__ADS_1


“Baiklah kau tunggu sebentar di sini.”balas Sean berdiri kemudian berjalan pergi.


Lelaki itu menuju ke tempat parkir mobil. Di sana ada drivernya yang selalu stand by jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh Sean dia selalu ready.


“Mana kuncinya ?”ucap Sean di depan mobil dan meminta kunci pada drivernya.


“Tuan mau pergi ke mana biar ku antar saja.”balas sang driver.


“Tidak perlu... berikan saja kuncinya padaku.”ucap Sean kembali mengurangi perkataannya.


Driver pun segera menyerahkan kunci mobil pada Sean dan dia Kenapa tidak meminta dirinya untuk mengendarai mobil dan mengendarai sendiri.


Sean kemudian masuk ke mobil. Dan lama kemudian mobil berhenti di depan Alexa.


“klik...”Sean membuka pintu dan turun dari mobil.


“Ayo masuk dan kita berangkat sekarang juga sebelum hari semakin bertambah larut.”ucap Sean berdiri di depan pintu mobil yang terbuka.


Alexa segera masuk ke mobil dan motor duduk di depan di samping Sean.


“Victor masih sibuk dan driver cadangan lainnya ke luar kota.”balas Sean sedikit gugup.


“broom....”mobil meluncur ke luar dari rumah.


Victor melihat mobil tuanya keluar dari rumah saat dia akan berjalan menuju ke pos penjagaan.


“Jadi itu alasan tuan menyetir sendiri mobilnya.”batin Victor melihat Alexa yang duduk di samping Sean.


Mobil meluncur di jalanan dan Alexa tak tahu ke mana lelaki itu membawanya pergi. Gadis itu hanya diam dalam mobil. Sesekali dia menatap Sean yang sedang menyetir tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.


“Kenapa suasana nya canggung seperti ini ? Dan Alexa sedari tadi hanya diam ?”batin Sean menatap Alexa yang diam menunduk entah apa yang dipikirkan oleh gadis itu.


“Ahem... ahem...kau masih lapar tidak ?”

__ADS_1


“Ya... aku sudah kenyang. Tapi jika kau ingin makan, tak apa aku akan menemani mu.”balas Alexa menatap Sean.


“Kalau begitu kita ke tempat lain saja.”balas Sean membatalkan pergi ke rumah makan.


“Ya terserah kau saja aku tidak begitu mengetahui tempat yang ada di sini.”balas Alexa.


Sean terus mengemudi dan akhirnya berhenti di sebuah tempat.


“Ayo turun.”ucap Sean turun dari mobil kemudian membukakan pintu untuk Alexa.


Alexa turun dan tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang terdapat Menara Eiffel.


“Apa kita berada di Menara Eiffel saat ini ?”tanya Alexa sambil memperhatikan sekitar yang terlihat sepi tak ramai seperti saat berada di Menara Eiffel pertama kali.


“Ya ini bagian belakang Menara Eiffel. Di sini sepi dan kita bisa menikmati malam tenang di sini.”balas Sean.


Alexa penasaran ada apa di tempat ini kenapa lelaki itu mengajaknya ke sana. Dia pun berjalan sambil menetap ke sekitar mencari sesuatu.


Setelah cukup jauh berjalan Sean berhenti di sebuah ayunan besi.


“Aku tidak tahu sebenarnya apa yang menarik dari tempat ini ?”ucap Alexa bertanya setelah tidak menemukan apapun di sana kecuali pepohonan yang terjadi dan lampu yang bersinar temaram.


Memang di sini sepi, ini yang ku cari.”jawab Sean sambil tersenyum kecil. Dia pun mana duduk di sebuah ayunan sambil menatap Alexa yang masih berdiri.


“Alexa duduklah... ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan mu.”ucap Sean sambil mengayunkan kakinya, mengayun ayunan.


Alexa tak tahu kenapa Sean mengajaknya duduk dan dia pun berjalan menuju ke ayunan kemudian duduk di ayunan yang berada di sebelah Sean.


“wuuss...”angin malam berhembus dan meniup rambut panjang Alexa.


Tiba-tiba saja gadis itu tersenyum kecil dan mulai mengayunkan ayunan besi itu.


“Oh ya... apa yang barusan ingin kau sampaikan padaku ?”ucap Alexa mengayun tinggi ayunan sambil menoleh ke arah Sean.

__ADS_1


“dag-dig-dug...”bunyi degup jantung Sean yang keras di tengah sunyi nya malam. Lelaki itu tampak mendengar pertanyaan Alexa dan mencoba merangkai kata menyampaikan apa yang ada di pikirannya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2