Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 92 Sebuah Penolakan


__ADS_3

Tak lama kemudian anak buah Austin yang mengejar Alexa berhenti di depan Sean.


Sean yang sudah bersiap dari tadi maju menghampiri dua lelaki itu. Dia mengangkat tangannya dan bersiap melayangkan pukulan pada anak buah Austin.


“Tahan... !”ucap anak buah Austin menahan pukulan Austin.


“Jangan salah paham dulu kedatangan kami kemari bukan untuk mengibarkan bendera perang tapi kami memberikan undangan.”ucap anak buah Austin lainnya menjelaskan maksud kedatangan mereka.


Sean menurunkan tangannya, membatalkan serangannya saat anak buah Austin menyerahkan undangan pada Sean.


“Undangan VIP ?”gumam Sean membaca undangan di tangannya. Dia benar-benar merasa heran dan tak mengerti apa maksud lelaki itu memberikan undangan pada Alexa.


“Alexa ini undangan untukmu. Jangan terima ini.”ucap Sean berbisik lirih di telinga Alexa Saat menyerahkan undangan itu padanya.


Alexa menerima undangan itu dan membukanya. Ia juga tidak mengerti apa maksud dari Austin, lelaki yang dibencinya mengundang dirinya untuk datang ke rumahnya sebagai tamu VIP setelah Apa yang dilakukan pada dirinya selama ini.


“Apakah ini jebakan untuk ku ? Aku akan mudah tertipu dengan hal bodoh seperti ini.”batin Alexa tersenyum kecut.


Ia maju dan menghampiri anak buah Austin lalu menyerahkan kembali undangan itu pada mereka.


“Alexa... kau... kau... sudah kubilang jangan pergi.”ucap Sean menarik tangan Alexa dan mencoba menghentikannya. Namun Alexa tak mengindahkannya dan hanya menatap Sean dengan tersenyum kecil padanya.


“Gadis ini sungguh memang keras kepala, apa dia sudah lupa bagaimana Austin memperlakukan dirinya ?”batin Sean merasa kesal karena perkataannya tak didengarkan oleh Alexa.


“Bawa ini kembali dan bilang pada tuan mu aku menolak undangannya.”ucap Alexa menyerahkan kembali undangan itu dan segera berbalik menghampiri Sean.


Tak ada kata-kata untuk anak buah Austin. Apa pun perintah dari tuannya mereka harus terasa menjalankannya. Karena Alexa tak mau mereka ajak dengan baik-baik, maka mereka harus membawanya dengan paksa.


“Undangan ini bukan kau yang bisa memutuskannya, tapi tuan kami yang berhak membatalkannya.”balas salah satu anak buah Austin.


Ia pun segera menarik tangan Alexa ke sisinya dan berusaha membawanya kabur dari sana.

__ADS_1


Sean yang masih memegang tangan Alexa menarik dengan kuat tangan Alexa ke sisinya.


“bugh... !”Sean segera memeluk Alexa dengan erat agar anak buah Austin tak membawa gadis itu kembali.


Suasana yang awalnya tenang akhirnya terjadi baku hantam juga antara Sean dan anak buah Austin.


“pow....!anak buah Austin mulai melayangkan pukulan ke arah Sean. Untungnya Sean bisa menangkisnya dengan mudah.


Alexa memegang leher Sean dan Ingin lelaki itu menurunkan dirinya saja agar Sean bisa leluasa bergerak.


“Turunkan aku.”ucap Alexa berbisik di telinga Sean.


“Tekan tombol merah di saku celana ku, cepat !”balas Sean tidak mengindahkan permintaan Alexa dan lelaki itu masih sibuk melawan anak buah Austin.


“Tombol merah di saku ?”batin Alexa. Ia pun segera mencari tombol merah di saku celana bagian kiri dan kanan Sean.


“dag... dig... dug...”Alexa rasa jantungnya kembali berdetak kencang karena merasa terlalu dekat dengan lelaki itu.


“Sial, apa yang ku pikirkan ?”batin Alexa saat melihat celana Sean dan memikirkan hal lainnya. Ia pun fokus pada mencari tombol merah.


“tap.... tap... tap....” seketika anak buah Sean yang berjaga di sekitar rumah segera keluar dari sana setelah mendengar alarm tanda panggilan.


Sepuluh anak buah Sean segera tiba di lokasi. Mereka mengepung anak buah Austin dan dalam waktu singkat membuat mereka babak belur.


Anak buah Austin yang kalah jumlah akhirnya kembali ke mobil dan kembali ke rumah Austin.


“Hey... kenapa kau belum menurunkan aku juga ?”ucap Alexa yang masih mengalungkan tangannya pada leher Sean.


Sean menatap Alexa dari dekat dan dia bisa mendengar detak jantung gadis itu.


“Oh... maaf...”balas Sean gugup dan tak sadar jika keadaan sudah aman. Ia pun segera menurunkan Alexa.

__ADS_1


Anak buah Sean segera kembali setelah memastikan keadaan benar-benar aman, selain itu mereka tak ingin mengganggu privasi bosnya.


“tap... tap...” setelah keadaan aman Alexa kembali ke tengah kebun Lily dan duduk di sana.


Sedangkan Sean hanya berdiri di sampingnya dan melihatnya saja, karena ia udah biasa melihat kebun miliknya itu.


Lama Alexa duduk di sana dan dia merasakan sangat nyaman sekali sehingga dia merupakan dirinya tanpa merasa khawatir sama sekali.


“Gadis ini... apa yang ada dalam pikirannya ? Bisa-bisanya dia tidur di tempat seperti ini setelah apa yang terjadi barusan padanya.”ucap Sean melihat Alexa yang tertidur dengan wajah tersenyum.


Lelaki itu menatap wajah Alexa yang damai dan tiba-tiba dia ikut merebahkan dirinya di samping Alexa.


“Ternyata di sini memang segar sekali.”gumam Sean merasakan sembilan angin yang berhembus menipunya. Ia pun kembali memandangi wajah Alexa dari dekat. Tak beberapa lama kemudian lelaki itu ikut tertidur terkena hembusan lembut angin.


Di lain tempat anak buah Austin kembali ke rumah. mereka melapor pada tuan mereka dengan tubuh yang babak belur.


Tanpa memberitahu pun Austin bisa menebak apa yang terjadi pada mereka.


“Jadi kalian gagal membawa gadis itu kemari ?”ucap Austin bertanya dan anak buahnya hanya mengangguk saja.


“haah... sudah kuduga dia tak mau bertemu denganku.”ucap Austin sambil menghela nafas panjang dan kecewa.


“tap... tap... tap...”anak buah Austin lainnya datang masuk dan melapor padanya.


“Tuan... ini hasil laporan tes DNA tuan muda Bryan.”ucap anak buah itu menyerahkan amplop coklat pada Austin.


Austin menerima amplop itu dan melemparnya ke meja karena dia belum untuk membuka dan melihat hasilnya setelah penolakan Alexa padanya.


“Kalian semua keluar dari sini.”ucap Austin pada semua anak buahnya yang ada di ruangan itu.


“Baik tuan.” mereka semua segera keluar dari ruangan.

__ADS_1


Sementara Austin kembali duduk di kursi dan menatap kosong keluar jendela.


BERSAMBUNG...


__ADS_2