
Beberapa hari berlalu Alexa setiap hari mencari liontin nya di area tempatnya bekerja namun hingga saat ini dia belum juga menemukan liontin itu.
Alexa keluar dari pantai sehabis menyelam untuk mencari liontin
miliknya. Dia berjalan menyisir pasir.
“Bagaimana ya biar aku bisa membawa kembali liontin ku...apa sebaiknya aku memasang pengumuman saja...”gumam gadis itu merasa putus asa setelah sekian lama mencarinya.
Alexa pun kemudian menuju ke kantor dan ke ruang resepsionis.
“Dina... boleh aku pinjam sebentar komputernya ?”ucap Alexa pada temannya yang bekerja sebagai petugas resepsionis.
Alexa seringkali meminjam komputer kantor sebentar jika dia ada suatu keperluan.
“Ya kau boleh memakainya.”jawab Dina pada teman dekatnya itu karena saat ini sedang sepi dan tak ada tamu atau client berkunjung ke sana.
“Terima kasih...”jawab Alexa.
Dia pun segera duduk di samping Dina yang sudah pindah ke kursi di sebelahnya.
“Kau mau mengerjakan apa...”tanya Dina penasaran.
“Nanti kau akan tahu sendiri...”jawab Alexa menyerahkan komputer kemudian menoleh sebentar pada Dina.
Dina hanya diam saja dan melihat Alexa yang mulai mengetikkan sesuatu kemudian mengimpor sebuah foto dari ponsel.
“tik...tik...tik...”suara jemari Alexa yang bergerak di atas keyboard. Gadis itu membuat pengumuman tentang liontin nya.
__ADS_1
Tak lama kemudian dia selesai mengetik kemudian mencetaknya dan menunjukkannya pada Dina.
“Apa ini...”ucap Dina menerima kertas dari Alexa. Dia pun lalu membaca apa yang tertulis di sana.
“Jadi kau kehilangan liontin mu... dan kau akan memberikan hadiah kepada siapa saja yang menemukannya ?”tanya Dina setelah membaca dan mengembalikan kertas itu pada Alexa yang menatapnya.
“Satu lagi... boleh kah aku minta tolong padamu ? Bolehkah aku memasang pengumuman ini di sini ?”ucap Alexa lagi meminta tolong pada temannya.
Dina yang merasa iba pada Alexa menyetujui permintaannya.
“Terima kasih sobat... kau benar-benar baik padaku.”ucap Alexa sambil tersenyum lebar pada Dina. Dia pun menuju ke sisi dinding di dekat pintu masuk, lalu menempel pengumuman yang ditulis di sana.
“Semoga saja ada yang menemukan liontin ku...”ucapnya optimis dan berharap ada seseorang yang segera menemukannya.
Selesai pengumumannya Alexa keluar dari kantor dan kembali ke area resort untuk melanjutkan pekerjaannya.
Lelaki itu duduk di kursi sambil memegang liontin Ratu Louis IV. Entah kenapa sejak beberapa hari terakhir benda itu menjadi benda favoritnya. Bahkan dia sering membawanya kemanapun dia pergi.
Karena terlalu senang dengan benda itu dia pun mengabadikan benda itu dalam sebuah foto.
Sean mengeluarkan ponselnya yang merupakan tipe terbaru dengan kualitas kamera 50 mega pixel.
“Cekrek... cekrek... !”Sean memotret liontin tadi dari berbagai sisi untuk menemukan sisi estetikanya.
Setelah puas memotret liontin dia pun membuka galeri dan melihat gambar yang sudah di fotonya tadi. Dia memilih gambar terbagus dari yang terbagus yang di potretnya.
“Sepertinya ini yang paling bagus...”gumam Sean setelah menemukan gambar yang menurutnya bagus. Dia pun setelah menemukan gambar yang bagus menghapus semua foto yang menurutnya kurang bagus dan menyisakan yang bagus saja di ponselnya.
__ADS_1
Sean memasukkan kembali ponsel terus aku bajunya kemudian menaruh liontin tadi ke meja. Dia pun melanjutkan kembali aktivitasnya membaca.
Kembali ke Alexa yang saat ini masih berada di tempat kerja. Gadis itu selesai bekerja dan berjalan menuju ke tempat parkir.
“greng...”Alexa melajukan motornya dengan bersemangat menuju ke rumah karena dia merasa akan ada seseorang yang akan menemukan liontin miliknya terserah dia memasang pengumuman tadi.
Tak berapa lama kemudian gadis itu tiba di rumah. Dia masuk ke rumah sambil bersenandung karena hatinya sedang senang.
Kembali ke Sean di mana di sana saat ini hampir tengah malam. seperti biasa kalau lagi itu duduk di tempat tidur sambil membawa laptop. Kebiasaannya berselancar di dunia maya masih menempel dengan dirinya.
“klik...”Sean membuka akun jejaring sosialnya.
Lelaki itu membuka postingan teman-temannya untuk melihat informasi dan perkembangan terbaru yang belum dia ketahui.
Di tengah waktu tiba-tiba terlintas di pikirannya untuk memposting liontin Ratu Louis IV di akun media sosialnya.
“Aku hanya ingin melakukan tes saja tidak lebih. Aku ingin tahu apakah para penggemar barang antik lainnya akan tertarik pada benda ini... ?”gumam Sean tersenyum kecil sambil menatap liontin milik Alexa yang ada di tangannya.
Sean pun kemudian memposting foto liontin itu di media sosialnya.
“Sudah selesai... dan aku hanya perlu menunggu hasilnya besok.”gumamnya kemudian menurunkan laptop dari pangkuannya dan memindahkan nya ke tempat tidur.
Tak lama kemudian lelaki itu menguap dan matanya sedikit berair.
“Hmm.... lebih baik aku tidur sekarang...”gumam Sean.
Sean mematikan laptop dan menaruhnya ke meja. Dia kemudian Kembali ke tempat tidur dan merebahkan dirinya di sana sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....