
Dari atas heli Austin terus mengejar dan meluncurkan tembakan beruntun ke arah Sean dan Alexa.
“Merunduk... !”teriak Sean saat melihat sebuah peluru akan menembus tubuh mereka berdua.
“dash.... !”Sean segera merunduk sambil mendorong tubuh Alexa dan mereka berdua jatuh ke tanah bersamaan.
“Yang barusan itu hampir saja.”ucap Sean yang berada di atas tubuh Alexa.
“chug.... chug... chug... !” semua suara helikopter kembali terdengar di udara.
Alexa menatap ke atas, dia melihat heli milik Sean datang.
“Lihatlah ke atas !”ucap Alexa sambil mendorong tubuh Sean menjauh dari tubuhnya.
“Maaf.... aku hanya ingin melindungi mu saja tidak bermaksud lain.”balas Sean segera turun dari tubuh Alexa. Ia pun kemudian menatap ke atas dan grandi Oiseau mengudara tepat di atas mereka.
“Aku harap kali ini kita bisa benar-benar pergi dari tempat ini dengan selamat.”ucap Alexa menanggapi sambil mendongak ke atas.
Sivan yang sudah pernah baku hantam dengan heli milik Austin kali ini datang dengan persiapan lebih matang daripada sebelumnya.
“chug.... chug... chug...!”dua heli datang mengudara dari arah depan dan belakang heli milik Austin. Heli tambahan fantôme itu mengepung target dan mulai membekukan mereka.
“dor...dor...dor...”adu tembakan terjadi di antara tiga heli.
Sedangkan grandi Oiseau segera memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mengevakuasi Sean dan Alexa.
“whoosh... !”Sivan segera membentangkan jaring.
“Ayo cepat naik ! Kau lompat duluan, aku akan menyusul.”ucap Sean berdiri dan menarik tubuh Alexa lalu mengangkat dan melempar ke jaring karena Sean mau hal yang sama terjadi seperti sebelumnya.
“Cepat naik !”teriak Alexa saat jaring mulai ditarik ke atas. Ia mengulurkan tangan pada Sean.
__ADS_1
“haap... !”Sean segera menarik tangan Alexa dan ikut melompat ke jaring. Dia pun berada di belakang gadis itu untuk melindunginya jika ada tembakan peluru lagi.
Sivan melihat ke bawah dan memberikan berita pada anak buahnya untuk segera menarik jaring dan cepat.
Tak lama kemudian mereka berdua sudah duduk di kursi belakang.
Sean melihat ke arah luar menatap dua heli miliknya yang masih meringkus heli milik Austin.
“dor... blar.... !”Sivan tak ingin berada lama-lama di situ. Dia pun menembakkan misil ke heli Austin.
Heli milik Austin meledak dan terbakar di udara. Segera setelahnya dua heli tadi segera mengudara mengikuti grandi Oiseau.
Sean kembali menatap ke puing-puing heli milik Austin. Lelaki itu merasa senang bisa keluar dari semua ini dan masih geram dengan semua yang sudah diperbuat oleh Austin.
“Lemparkan granat ke tempat ini biar hancur sekalian !”ucap Sean memberi perintah pada Sivan.
Sivan mengeluarkan beberapa granat dari kotak penyimpanan. Alexa yang melihat itu ingin ikut membantunya.
“Biar aku saja yang melempar semua granat itu.”ucapnya menghampiri Sivan.
“Whoosh.... duar... !!!”Alexa melempar satu per satu granat yang dia bawa dan membumihanguskan tempat itu.
Tak lama kemudian terlihat api berkobar di area itu.
“chug... chug... chug...”tiga mengudara dengan cepat keluar dari kawasan hutan yang saat ini terbakar akibat lemparan granat Alexa.
Tiga hari kemudian terlihat Austin yang duduk di ruangan pribadinya. Lelaki itu menunduk setelah menelan kekalahan dan terbakarnya lahan bisnis hutannya.
“Helena tak ku sangka kau membesarkan putri kecil mu seperti beruang, tidak seperti dirimu yang lemah.”gumam Austin Bertrand menatap jauh keluar ruangan.
Austin menjadi penasaran dengan Alexa. Ia pun meminta anak buahnya untuk mencari semua informasi terkait tentang Alexa dari negeri kelahirannya.
__ADS_1
“Serahkan laporan itu pada ku dua jam dari sekarang !”ucap Austin memberi perintah kepada anak buahnya.
“Siap boz... !”jawab anak buah Sean lalu segera mencari profil data Alexa.
Di lain tempat di England, ada seorang lelaki yang berusia kurang lebih hampir sama dengan Alexa.
Bryan seorang lelaki hasil pernikahan kontrak seorang wanita dengan Austin Bertrand yang juga digadang-gadang sebagai pewaris keturunannya selanjutnya.
Lelaki itu memegang sebuah perusahaan cabang dari Austin yang berada di England.
Bryan duduk di ruangan kerjanya. Matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah kotak kayu yang ada di lemari kaca di sudut ruangan.
“Aku ingin tahu apa sebenarnya isi dari kotak ini.”gumam Bryan mengambil kotak hitam dari lemari kaca yang selama ini selalu dia simpan di sana dan merupakan barang berharga pemberian dari ibunya serta dia tak pernah diizinkan membukanya oleh ibunya.
“klak.... !”Bryan membuka kotak kayu hitam dan mengeluarkan isinya. Ada selembar kertas di sana dan dia pun segera membacanya.
Tangan Bryan gemetar saat membaca lembaran kertas dan ternyata merupakan hasil tes DNA nya dengan ayahnya.
“Jadi... aku bukanlah anak ibu dengan ayah ? Lalu aku anak siapa ?”gumam lelaki itu setelah melihat hasil kecocokan DNA mereka berdua 0%.
Bryan benar-benar terkejut dan syok mengetahui fakta yang disembunyikan oleh ibunya selama ini darinya. Dia duduk ke kursi dengan lemas. Dia pun segala memasukkan kembali surat tes DNA itu ke kotak hitam sebelum ada yang melihatnya.
“Jadi ibu... ibu selama ini berselingkuh dari ayah ? Apa mungkin ayah kandungku adalah Paman Benley ?”batin Bryan teringat pada sosok paman yang selama ini menyayanginya seperti ayah kandungnya sendiri dan merupakan teman baik ibunya.
Bryan pun terlihat frustasi bagaimana nanti jika sampai ayahnya tahu jika dia bukanlah darah daging nya, akankah dia tetap mendapat warisan penuh atas semua perusahaan Austin Bertrand.
Kembali ke tempat Austin Bertrand. Dua jam sudah berlalu. Anak buahnya datang dan menemuinya di ruangan pribadi.
“Tuan... ini informasi yang anda minta.”ucap anak buahnya menyerahkan data-data informasi tentang Alexa.
“Taruh saja di meja, nanti aku akan membacanya.”balas Austin singkat.
__ADS_1
“Baik tuan.” anak buah Austin menaruh berkas data ke meja. Ia pun segera keluar dari sana.
BERSAMBUNG....