Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 93 Surat Pelimpahan Aset


__ADS_3

beberapa saat kemudian Alexa bangun dari tidurnya. Gadis itu segera duduk setelah membuka mata.


“Aku tertidur rupanya... mungkin aku akan selalu merindukan tempat ini.”batin Alexa kembali menatap hamparan bunga lily di depannya.


Ia pun bermaksud berdiri dan menoleh ke samping.


“Kenapa dia ada di sini, sejak kapan dia mengikuti ku ? Ditambah lagi dia tidur di sini.”batin Alexa terkejut saat melihat Sean memejamkan mata dengan damai.


Alexa menatap wajah Sean yang tertidur lama.


“Mungkin ini terakhir kalinya aku melihatmu dan kita takkan pernah bertemu lagi.”batin gadis itu entah kenapa tiba-tiba hatinya sedikit perih saat akan berpisah darinya.


Alexa kembali menatap wajah sempurna Sean dan menyentuh pipinya lembut. Dia pun beralih menatap liontin yang ada di pergelangan tangan Sean.


“Ibu... besok aku akan pulang. aku benar-benar minta maaf karena tak bisa memenuhi wasiat terakhir mu dan terpaksa aku harus merelakan liontin ini. Namun meskipun aku kehilangan liontin ini semua kenangan tentang dirimu tak akan pernah hilang dari hatiku.”batin Alexa sedikit berkaca-kaca matanya saat menyentuh liontin pemberian ibunya.


Sean merasakan ada yang menyentuh lembut tangannya, dia pun memegang tangan itu dengan erat.


“Siapa... tangan siapa ini yang menyentuh ku ? Aku sudah lama sekali menunggu sentuhan lembut seperti tangan nenek saat aku masih kecil ?”batin Sean dalam kondisi setengah sadar.


Dia yang selalu merindukan sosok wanita seperti neneknya tak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya.


Sean memegang erat tangan Alexa lalu menarik ke tubuhnya dan memeluknya dengan erat.


“Alexa... kenapa kau ada di sini ?”ucap Sean terkejut saat membuka matanya dan mendapati gadis itu berada di atas tubuhnya.


“Apa... kaulah yang menarik tubuhku, kenapa malah kau yang bertanya padaku ?”balas Alexa mencoba menjauh dari tubuh Sean dan menarik tubuhnya mundur.

__ADS_1


“Jadi... perasaan barusan... perasaan sekolah nenek menggenggam tanganku, ternyata adalah Alexa ?”pekik Sean dalam hati. Dia pun kembali menatap gadis itu. Entah kenapa kali ini dia bisa melihat kelembutan di balik kecantikan Alexa yang selama ini tak pernah dia lihat, dan rasanya dia ingin berlama-lama dalam posisi seperti itu.


“dag-dig-dug...”Alexa boleh merasakan jantungnya menderu dengan kencang.


“Kenapa belakangan ini aku seperti ini saat berada dekat dengannya ?”batin Alexa menatap Sean dan hanyut dalam dekapan lelaki itu.


“Hey mau sampai kapan kau mendukung seperti ini ? Lepaskan aku.”ucap Alexa.


Sean seolah tak mendengar perkataan gadis itu dan larut dalam pikirannya sendiri. Alexa mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Sean, namun lelaki itu tak melepaskannya. Sehingga membuat mereka berdua bergulung-gulung di sana.


Setan datang dan membisiki telinga Sean melakukan dosa manis dan membuat lelaki itu tak kuasa menahannya.


Sean menyentuh bibir ranum Alexa dan dia tiba-tiba saja menciumnya. Gadis itu entah kenapa secara otomatis merespon ciuman Sean dan merasakan bibir manisnya.


“Lepaskan aku...”ucap Alexa yang tiba-tiba tersadar dan segera mengakhiri ciuman mereka.


“Apa yang barusan terjadi ? Kenapa aku merespon ciuman lelaki dingin ini ?”batinnya lalu segera pergi dan berlari dari sana menjauh sejauh mungkin dari Sean.


Sean ikut berdiri dan hanya menatap Alexa yang berlari masuk ke rumahnya.


“Oh mon dieu, pourquoi je embrrase le ?”batin Sean merasa tak bisa mengendalikan dirinya kenapa bisa dia mencium gadis itu.


Di lain tempat di rumah mewah Austin di sore hari. Lelaki itu sedari tadi hanya melihat amplop coklat yang ia taruh di meja dan sama sekali belum menyentuhnya, apalagi membuka isinya.


“sraak... !”Austin yang sebenarnya merasa malas untuk membuka amplop itu akhirnya dia pun membukanya.


Austin mengeluarkan surat dari dalam amplop dan mulai membacanya.

__ADS_1


“Hasil kesamaan genetika 0.99%. Sudah kuduga. Jadi yang dikatakan wanita itu benar adanya ?”gumam Austin setelah selesai membaca hasil tes DNA-nya dengan Bryan.


Lelaki itu kemudian melempar hasil tes yang dibaca ke meja.


Austin diam dan menundukkan kepala menahan amarahnya yang mulai naik. Dia pun memejamkan mata dan menyandarkan kepalanya ke kursi sambil menahan nafas dalam-dalam.


Setelah lama berpikir dan mempertimbangkannya lelaki itu pun akhirnya membuat surat kuasa tertulis sebelum menyerahkannya pada pengacara nya.


“Alexa putri ku... kau adalah pewaris ku mulai dari sekarang meskipun kau tak mengakui diriku sebagai ayahmu.”gumam Austin teringat pada Alexa.


Ia pun mulai menulis surat pemindahan asetnya dan mewariskan semuanya pada Alexa. Namun dia berhenti menulis tak ingat pada Bryan.


“Bagaimana dengan anak itu ? Apa aku harus memberinya sedikit dari aset ku ?”batinnya merasa tak tega melimpahkan semua asetnya pada Alexa dan tak memberikan apapun padanya. Bagaimana pun juga dia sudah menganggap Bryan sebagai anaknya selama ini.


Austin kembali berpikir dan mempertimbangkannya matang-matang. Dia kembali teringat pada penghianatan istri kontraknya dan membuatnya membatalkan niatnya untuk memberikan 10% aset miliknya pada Bryan.


Austin kembali menulis dia hanya memberikan Bryan sebuah rumah lengkap beserta isinya beserta mobil dan lain sebagainya di daerah Britania pada Bryan.


“Kurasa ini sudah lebih daripada cukup.”ucapnya mengakhiri menulis surat pelimpahan kekuasaan.


Lelaki itu kemudian kembali memanggil salah satu anak buahnya untuk menyerahkan surat yang barusan dia tulis pada pengacaranya untuk segera diproses sesuai dengan apa yang dia tulis.


“Bekukan semua kartu kredit tuan Bryan dan Amndine sekarang juga !”ucap lelaki itu kembali memberi perintah pada anak buahnya.


“Baik tuan.”anak buah Austin segera keluar dari ruangan itu dan segera menjalankan perintah tuannya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2