
Di kantor kedutaan Prancis tampak sebagian kursi dipenuhi oleh orang yang juga mengurusi paspor dan visa.
Namun tak sampai siang hari Alexa terlihat sudah keluar dari kantor imigrasi dengan membawa paspor dan visa.
“Akhirnya selesai juga...”ucap Alexa setelah keluar dari kantor imigrasi dan menuju ke tempat parkir untuk mengambil motornya.
“broom...”Alexa meluncur di jalanan mengendarai motor sport nya. namun nggak di situ tidak langsung pulang ke rumahnya melainkan dia menuju ke airport.
Jalanan menuju ke airport tampak padat di jam kerja. Namun hal itu bukanlah merupakan masalah bagi Alexa.
“din... !”Alexa membunyikan klakson motornya saat menyalip beberapa mobil dengan kecepatan tinggi lalu menyusup ke tengah bus dan truk yang berpapasan dan melewatinya dengan mudah.
Dia pun bisa menghindari kemacetan dan lama kemudian tiba di bandara.
“ckiiit... !”Alexa menginjak rem dengan tajam karena area di sekitar tempat parkir ramai.
Saat turun dari motor banyak pasang mata yang menatap ke arah Alexa dan heran melihatnya.
Namun Gadis itu sama sekali tak mempedulikan tatapan dari banyak pasang mata yang mengarah padanya.
“tap... tap... tap...”Alexa berjalan sambil melepas ikatan rambutnya sambil mengibaskan nya setelah helm terlepas dari kepalanya.
Tak berapa lama kemudian dia tiba di loket pemesanan tiket. Dia meminta informasi penerbangan dan tujuan Paris.
“Hmm.... jadi sebaiknya aku berangkat kapan ya...”batin Alexa melihat jadwal keberangkatan pesawat dan memikirkannya.
Setelah lama berpikir dia pun akhirnya memutuskan untuk memesan tiket pesawat dengan tujuan Paris untuk jadwal penerbangan besok.
“Ini tiket pesawatnya...”ucap petugas loket menyerahkan tiket pesawat pada Alexa.
Alexa menerima tiket pesawat dengan tersenyum kecil kemudian berjalan keluar menuju ke tempat parkir dan mengendarai motornya.
Alexa tiba di rumah siang hari. Dia pun merebahkan dirinya sebentar di sofa sekedar untuk meluruskan punggungnya yang terasa kaku setelah perjalanan.
__ADS_1
Satu jam berikutnya gadis itu masuk ke kamar. Dia memeriksa lagi tas dan barang bawaannya.
“Yang ini sudah benar dan lengkap...”gumamnya saat memeriksa satu tas yang sudah dia siapkan satu malam sebelumnya.
Dia beralih memeriksa tas lainnya untuk memeriksa kelengkapannya. Tiga puluh menit kemudian Alexa selesai memeriksa semua barang bawaannya.
“Semoga saja semuanya besok lancar...”ucap gadis itu kemudian keluar dari kamar untuk mengambil air minum.
Alexa melihat jam dinding yang menunjukkan hampir tengah malam dan dia pun masuk kembali ke kamar kemudian memejamkan matanya di tempat tidur.
Keesokan paginya gadis itu membuka mata namun dia tidur lagi saat melihat hari masih pagi.
“Waktu masih lama... jadi sebaiknya aku manfaatkan semaksimal mungkin untuk istirahat...”gumam Alexa sambil menguap kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih terasa dingin.
Siang hari di saat jam makan siang gadis itu baru bangun setelah merasakan perutnya perih.
“Apa yang bisa aku makan kali ini...”gumamnya sambil duduk sambil menggenapkan jiwanya yang belum komplit sehabis bangun tidur.
Sepuluh menit kemudian gadis itu berjalan ke dapur dan mencari bahan makanan yang bisa dia masak.
Terpaksa dia pun akhirnya masak mie instan untuk mengisi perutnya yang kosong.
“tap... tap...tap...”Alexa membawa mie instan yang sudah masak ke ruang tengah. Gadis itu menyetel Tv sambil memakan mie instannya yang masih hangat.
Di tengah makan dia teringat pada Rey, yang beberapa hari ini kelihatan. Dan dia juga belum berpamitan pada lelaki itu.
“Rey... mungkin... nanti sebelum berangkat saja aku akan mampir ke rumahmu.”gumam Alexa berniat untuk pamit pada sahabatnya itu.
Sore menjelang malam.
Alexa tak sabar ingin segera berangkat meski jadwal keberangkatannya masih dua jam lagi.
Gadis itu keluar dari rumah dengan membawa barang bawaannya kemudian mengunci pintunya. Alexa berjalan menuju ke rumah Rey yang berada di dekat pintu keluar gerbang regency.
__ADS_1
“tok... tok... tok...”Alexa segera mengetuk pintu rumah Rey setibanya di sana.
“kriek...”Rey semoga pintu rumah dan keluar.
“Alexa... kau mau pergi ke mana membawa barang sebanyak itu ?”tanya Rey menata barang bawaan Alexa yang berjajar di lantai.
“Aku mau ke bandara... aku mau ke Paris. Kau jangan mencari ku selama 45 hari ini.”ucapnya menjelaskan.
“Kenapa kau pergi ke sana... ada masalah apa ?”tanya Rey penasaran.
Alexa kemudian menjelaskan permasalahannya pada Rey dan lelaki itu hanya diam saja mendengarkannya.
“Kau berangkat ke bandara naik taksi ?”tanyanya dan Alexa mengangguk.
“Kau tunggu sebentar di sini aku akan mengeluarkan mobil dan mengantarmu ke sana.”ucap Rey kemudian bergegas mengambil kunci mobil untuk mengeluarkan mobil dari garasi.
“Tapi Rey... tidak usah...”jawab Alexa.
Dua menit kemudian Rey sudah berada di dalam mobil.
“Ayo masuklah...”ucap lagi itu membukakan pintu mobil.
Alexa pun akhirnya masuk sambil membawa barang bawaannya. Tak lama kemudian mobil meluncur menuju ke bandara.
Di bandara Rey mengantar Alexa sampai ke dalam sambil membawa barang bawaan Alexa.
“Rey... aku berangkat dulu. Terima kasih sudah membantuku.”ucap Alexa berpamitan sambil tersenyum lebar pada sahabatnya itu.
Rey meraih Alexa dalam pelukannya.
“Tomboy kau cepatlah kembali... ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu saat kau kembali nanti.”ucap Rey kemudian melepaskan pelukannya.
“Sampai jumpa Rey... !”ucap Alexa sambil melambaikan tangan pada Rey kemudian berjalan masuk menuju ke pesawat.
__ADS_1
Rey kembali setelah pesawat itu tinggal landas. Dia pun berjalan keluar dari bandara dan masuk ke mobilnya dengan tersenyum kecil menanti gadis itu pulang.
BERSAMBUNG...