
Seharian penuh Austin mengurung diri di ruang pribadi. Betapa lelaki itu menyesali semua apa yang telah dia telah menyesali semua yang telah dia perbuat pada Alexa.
Raut mukanya terlihat sedih, kecewa yang bercampur untuk menjadi satu.
“Helena... ternyata kau tidak mengkhianati ku dan tetap menjaga hatimu untukku. Andai saja aku tahu lebih awal. Ini semua pasti tidak akan terjadi.”ucap Austin menatap foto lama seorang wanita cantik di sebuah meja.
Ia pun mengambil foto itu dan menyentuhnya sambil terus menatapnya.
“Helena sayang ku... kenapa kau tidak memberitahuku jika kau mengandung anak kita ? Seandainya saja aku mengetahuinya pasti kita sudah hidup bersama.”ucap Austin penuh penyesalan dan benar-benar menyesal kenapa dia dulu tak mencari wanita itu dan Percaya saja pada semua ucapannya yang melukai hatinya.
“Semua ini salah ku... andai saja aku bisa kembali ke waktu itu dan memperbaiki semuanya...”gumam Austin terlihat semakin sedih sambil memeluk foto wanita tadi.
“Sekarang apa harus kulakukan pada putri kita ? Apa dia bisa memaafkan ku dan menerimaku sebagai ayahnya ?”gumam Austin kembali memegang kepalanya yang terasa berat teringat pada apa yang sudah dia lakukan. Lelaki itu terlihat frustasi tak tahu langkah apa yang harus diambil.
Dua jam berikutnya lelaki itu keluar dari ruang pribadinya dan masuk ke ruang rahasia dimana dia menyimpan semua data penting perusahaannya dan kekayaan nya yang tak bisa ia simpan di bank karena sudah overload.
Austin duduk di kursi dan memutar globe yang ada di meja.
“klak...”sebuah pintu yang terletak di belakang lemari di ruangan itu terbuka secara otomatis. Terlihat tumpukan berlian setinggi lima meter di sana dan barang bernilai tinggi lainnya.
Austin tak berselera masuk ke sana. Ia pun memutar lagi globe yang ada di meja dan pintu tadi tertutup secara otomatis.
“Semua kekayaan ku akan ku wariskan pada Alexa. Tapi bagaimana dengan Bryan ? Dia juga anak ku.”gumam Austin terpikirkan pada satu-satunya putra kandungnya.
Setelah lama berpikir dia pun akhirnya memutuskan untuk semua asas perusahaannya menjadi dua bagian dengan bagian 70% untuk Alexa dan 30% untuk Bryan.
Siang hari lelaki itu keluar dari rumah untuk mendinginkan pikirannya yang stres.
__ADS_1
Austin duduk sendiri di kursi belakang dengan seorang sopir yang mengemudikan mobil meluncur di jalanan.
Di tengah jalan dia melihat mobil Amndine, istri kontraknya dua puluh tahun yang lalu dan segera berakhir kontrak nya setelah melahirkan Bryan untuknya.
“Mike ikuti mobil kuning itu !”ucap Austin sambil menunjuk sebuah mobil yang dia yakini milik Amndine.
“Baik tuan.”jawab Mike lalu mengikuti mobil kuning bergerak.
Mobil kuning tadi berhenti di depan sebuah restoran cepat saji. Dari dalam mobil terlihat Amndine keluar dari mobil bersama seorang lelaki.
Mereka berdua kemudian masuk ke restoran. Sementara mobil Austin baru berhenti pada jarak tiga meter di belakang mobil tadi.
“Aku penasaran siapa lelaki yang keluar bersama Amndine dan apa yang sedang mereka lakukan ?”batin Austin penasaran dan ingin tahu apa aktivitas mereka.
Austin memanggil Mike mendekat padanya lalu bicara padanya.
Mike segera bergerak setelah menerima micro chip Dari Austin dan masuk ke restoran tadi.
Mike menemui salah satu waiter yang ada di restoran. Dan dia meminta waiter itu membantunya untuk menaruh micro chip tadi pada Amndine. Setelah itu dia memberikan tips pada waiter tadi dan menunggu di sudut ruangan sambil duduk dan memesan segelas minuman.
Seorang waiter datang membawakan pesanan ke meja Amndine. Tanpa sepengetahuan wanita itu, waiter tadi menempelkan micro chip di punggung Amndine.
“Waiter itu berhasil memasangnya.”batin Mike melihat dari kejauhan.
Ia pun segera menghabiskan minuman yang dia pesan dan membayarnya lalu kembali masuk ke mobil.
Di dalam mobil Austin segera membuka kotak hitam di mobil yang terhubung dengan micro chip tadi. Dari audio tape terdengar suara percakapan setelah Austin mengaktifkan mode spy.
__ADS_1
“Amndine aku lama sekali tidak bertemu dengan Bryan. Bagaimana kabarnya dia ?”ucap suara seorang lelaki.
“Bryan baik-baik saja. Dia ada di England saat ini dan menjalankan bisnis Austin di sana. Kenapa apa kau rindu pada anakmu itu ?”balas Amndine.
Seketika Austin terkejut mendengar percakapan itu.
“Quoi... salope femme ! Selama ini dia menipuku ?”umpat Austin kesal dan terlihat sangat marah sekali.
Namun dia kembali mendengarkan percakapan Amndine untuk mematikannya.
“Aku sungguh beruntung di saat baru hamil usia satu minggu, aku mengikuti perjanjian menikah kontrak dengan Austin. Dan lelaki itu tidak mengetahui tentang kehamilan ku.”balas Amndine sambil tersenyum kecil.
“Lalu kapan kau akan memberitahukan hubungan kita dan memperkenalkan aku sebagai ayah resminya ?”balas lelaki itu.
“Nanti Ben setelah Bryan resmi mewarisi semua aset bisnis dan kekayaan Austin.”jawab Amndine.
Austin terlihat semakin marah dan mengepalkan tangannya.
“Itu tak akan pernah terjadi ! Kau akan merasakan akibatnya berani menipu dan mempermainkan seorang Austin Bertrand !”ucap lelaki itu terbakar emosi membara dengan mukanya yang menjadi merah.
“klik....”Austin merasa sudah cukup mendapatkan informasi yang dia cari. Ia pun segera mematikan alat sadapnya dan memutuskan sambungannya.
“Mike putar kembali mobil ke rumah !”
Mike melihat tuannya benar-benar marah sekali. Dan Baru kali ini dia melihatnya semarah itu.
“Baik tuan Austin.”jawab Mike segera memutar balik haluan mobil dan melajukan kembali menuju ke rumah.
__ADS_1
BERSAMBUNG....