
Keesokan harinya Alexa bangun pagi dengan rasa kesal yang tersisa pada dirinya. Gadis itu duduk di kursi setelah meminum segelas air putih.
Dia mencoba mengingat lagi saat bersama dengan Sean.
“Lalu kira-kira kapan lelaki itu mengambil liontin ku...”gumam Alexa berusaha mengingat kapan Sean melakukan aksinya.
Alexa mengingat semua kejadian saat bersama dengan lelaki itu. Dia merasa tak ada yang aneh dan mencurigakan saat itu.
“Tidak mungkin... pasti aku sedang lengah saat lelaki itu mengambil liontin ku.”gumamnya lagi terus berpikir dan mengingat kejadian terakhir bersama Sean.
“Ya.... ya... jadi di saat itu kah dia mengambil liontin ku ?”gumam Alexa lagi yang baru menyadari di saat Sean menyelamatkan dirinya dari tubrukan seorang lelaki di tengah keramaian.
“Tak ku sangka lelaki itu memang berbakat menipu...”gumam Alexa tersenyum kecut yang merasa terperdaya oleh sikap rambutnya dan juga paras rupawan Sean.
Semakin mengingatnya semakin membuatnya semakin kesal. Karena tak mau berlarut-larut memikirkannya dan hanya akan menambah rasa kebencian dia pun memutuskan untuk beraksi langsung.
“Huft....”desah Alexa berdiri dari tempat duduknya sambil menatap jam dinding yang menunjukkan jika waktu semakin siang.
“Aku hampir terlambat...”pekik Alexa dan segera berlari menuju ke kamar mandi.
Tak lama kemudian dia sudah selesai bersiap dan segera berangkat kerja mengendarai motor sport nya.
__ADS_1
“Sean Aldric... tunggu saja aku akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku darimu.”ucap Alexa mengendarai motor dengan kecepatan tinggi di jalanan untuk mengejar waktu agar dia tidak terlambat ke tempat kerjanya.
Di tempat kerja Alexa mencari Marco dan mendapati teman itu sedang menaruh tasnya loker.
“Marco tunggu dulu ada yang ingin ku bicarakan dengan mu...”ucap Alexa saat melihat mereka akan keluar dari ruangan dan dia menarik bahunya.
“Apa ada yang bisa ku bantu kali ini... ?”ucap Marco saat berbalik dan menghadap Alexa.
“Marco ini tentang Mr.Sean dan juga liontin ku. Kurasa pria itu ada hubungannya dengan hilangnya liontin ku.”jawab Alexa menjelaskan intinya.
“Maksud mu Mr. Sean mengambil liontin mu ?”balas Marco menyimpulkan sendiri, dan Alexa mengangguk cepat.
“Sekarang tolong bantu aku... Aku butuh informasi identitas lelaki itu. Mungkin saja kau mengetahuinya.” ucap Alexa Saya berharap banyak pada temannya itu.
Alexa tampak kecewa karena satu-satunya teman yang diharapkan ternyata tak bisa membantunya.
“Maaf Alexa... aku benar-benar tak bisa membantumu kali ini. Jika untuk seputar informasi data umum kau bisa mendapatkannya di bagian admin.”balas Marco alas menepuk bahu Alexa untuk menyemangati gadis itu. Dia pun juga mendoakan semoga Alexa segera menemukan liontinnya.
Setelah kepergian Marco Alexa menuju ke kantor dan mencari Dina.
“Dina... tolong bantu aku lagi kali ini aku mohon.”ucap Alexa pada sahabatnya meminta tolong.
__ADS_1
“Ya katakan saja padaku apa yang bisa ku bantu.”balas Dina.
Alexa kemudian menceritakan semua permasalahannya pada sahabatnya itu dan dia membutuhkan identitas lengkap Sean.
“Alexa aku tidak bisa banyak membantumu. Hanya ini yang bisa kulakukan untukmu.”balas Dina segera mencari profil data Sean di komputernya lalu mencetaknya dan menyerahkan informasi itu pada Alexa.
“Terima kasih Dina atas bantuan mu...”jawab Alexa sambil tersenyum saat menerima sedikit informasi mengenai Sean.
Sore hari di rumah, Alexa membuka tasnya dan mengeluarkan data Sean yang dia dapat dari Dina. Selain itu dia juga membuka kembali laptopnya.
“Klik...”Alexa masuk ke akun media sosialnya dan mencari akun Dyana.
Alexa mencocokkan data yang dia dapat dari Dina dan data Sean dari sosial media.
“klik...”Setelah lama mencari Akhirnya dia pun menemukan alamat lengkap dan tempat tinggal Sean di negara Perancis.
“Jadi dia tinggal di sini...”gumam Alexa lalu segera mencatat alamat yang ditemukannya itu agar dia tidak lupa.
Setelah mengetahui alamat dan tempat tinggal Sean berada Alexa kembali berpikir apa yang sebaiknya dia lakukan setelah ini.
“Apa pun caranya aku harus membawa kembali liontin milikku.” gumam Alexa yang tak mau menyerah begitu saja meskipun hanya sedikit petunjuk yang dia dapatkan saat ini.
__ADS_1
“Apa aku harus keluar kerja untuk mencarinya ?”batin Alexa berpikir cepat. Namun dia tak mau mempertimbangkannya matang-matamu sebelum memutuskannya. Jika dia resign dari pekerjaannya saat ini untuk selanjutnya bagaimana dia menghidupi dirinya jika dia tidak bekerja. Namun jika dia menunda pencariannya mungkin saja liontinnya tak akan pernah kembali padanya karena semuanya bisa saja terjadi dan itu di luar kendali nya.
BERSAMBUNG...