Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 85 Masuk Perangkap


__ADS_3

Sivan meminta crew nya untuk segera pergi dari tempat itu dan kembali melacak keberadaan Sean.


“tick.... tick... tick...”Sivan mengirimkan sinyal melalui radarnya dan menunggu balasan dari Sean.


“Sambil menunggu balasan dari tuan Sean, kita terbang pelan dan menyisir lokasi ini.”ucap Sivan masih menetap rada di depannya.


Grandi Oiseau kemudian segera mengudara menyisir lokasi sekitar tempat mereka menemukan jejak Sean sebelumnya.


Di lain tempat jam tangan Sean kembali bersinar menyala hijau.


“Jam mu berkedip.”ucap Alexa melihat lampu hijau yang menyala dari jam Sean.


Lelaki itu segera menatap jam tangannya.


“Ini sinyal dari Fantôme. Pasti mereka menemukan keberadaan kita di goa dan sekarang mencari kita.”ucap Sean terlihat berseri-seri dan dia pun segera menekan tombol hijau di jam tangannya lalu mengirimkan balik sinyal lokasi tempat keberadaannya.


Alexa merasa tenaganya sudah kembali pulih dan dia siap berjalan lagi. Gadis itu berdiri lalu menatap ke sekitar untuk mencari jalan mana yang harus diambil.


“Ayo kita lanjutkan perjalanan kita.”ucap Alexa mengajak Sean yang masih duduk segera pergi dari sana selagi hari masih terang.


“Tunggu jangan pergi dari sini. Kita tidak boleh beranjak dari sini.


Fantôme akan kesulitan mencari kita jika kita terus bergerak.”ucap Sean menghalangi Alexa pergi dari sana.


“Kapan Fantôme akan datang, kita tidak tahu. Jika kita berada lama di sini mungkin saja anak buah Austin masih mencari kita.”balas Alexa membantah argumen dari lelaki itu karena dia merasa mereka belum aman jika belum keluar dari area itu.


Sean sedikit kesal dengan sikap Alexa yang keras kepala seperti biasanya. Mereka berdua tampak berdebat dan masing-masing merasa pendapatnya benar.


“Baiklah-baiklah aku akan mengirim sinyal pada Fantôme lagi sekarang. Dan kita jalan pelan saja.”balas Sean daripada bersitegang dan mengambil jalan tengah.


Mereka berdua pun berjalan bersama dan Sean mengirimkam sinyal pada Fantôme setiap lima menit sekali.


“tap... tap... wuus... !”setelah berjalan sejauh tiga meter tiba-tiba ada jaring yang membungkus tubuh mereka lalu membuat tubuh mereka tergantung di pohon dalam jaring.

__ADS_1


“Argh.... !”teriak Alexa saat tubuhnya meluncur ke atas.


“Connard... ! Kenapa kita masuk dalam perangkap bodoh ini ?!”ucap Sean merasa kesal.


“Coba saja tadi kau menurut apa kataku kita tidak mungkin terkena perangkap seperti ini !”ucap Sean terdengar menyalahkan Alexa.


Alexa yang awalnya tidak marah telinganya sedikit panas dalam mendengar ucapan yang menyudutkan dirinya.


“Jadi tuan kaya ini menyalahkan aku ? Oke aku akan mengeluarkan mu dari sini, tenang saja !”balas Alexa yang merasa sedikit tersinggung.


Dia pun mencoba merobek jaring yang membungkus tubuh mereka.


“Ihh.. susah sekali. Apa kau bawa pisau ? tolong pinjamkan itu pada ku.”ucap Alexa gagal membuka jaring dan tangannya terlihat merah dengan bekas jaring di tangannya itu.


“Aku tidak membawa pisau jika aku bawa sudah dari tadi aku memotongnya.”balas Sean yang terlihat masih sedikit kesal.


Alexa diam dan berpikir sejenak. Dia pun mencoba menarik tali jaring bagian atas agar terlepas. Namun apa yang terjadi bukannya jaring tadi jatuh melainkan membuat jaring itu terus berputar karena Alexa terus bergerak.


“Apa yang kau lakukan, bukankah kau marah pada ku ? Tapi kenapa malah memelukku seperti ini ?”ucap Alexa ganti kesal pada sikap Sean.


“Tenanglah Alexa dan diam saja. Aku berusaha menjaga keseimbangan dan menghentikan putaran ini. Kau jangan salah paham.”balas Sean panjang lebar.


“chug... chug...” terdengar suara Heli dari udara tak jauh dari keberadaan mereka.


“Itu pasti fantôme !”ucap Sean yakin dan menatap ke atas.


Sedangkan Alexa bersikap waspada karena dia khawatir jika itu bukanlah Fantôme, melainkan anak buah Austin.


Sean tidak sabar dan dia pun ingin segera tim Fantôme menyelamatkan dirinya.


“Sivan... aku di sini !! Cepat ke sini dan lepaskan kami !”teriak Sean sekencang-kencangnya.


Tak lama kemudian sebuah heli terbang di atas mereka.

__ADS_1


“Wah kebetulan sekali kita tidak perlu susah-susah mencarinya. Target kita menunjukkan dirinya sendiri.”ucap seorang lelaki dari heli.


“Tembak saja mereka sekarang.”ucap lelaki lain menimpali.


“dor... dor... dor...” terjadi tembakan beruntun dari udara ke arah Alexa dan Sean.


“Kali ini karena salahmu. Kau yang memanggil para anak buah Austin itu. Coba saja tadi kamu mengikuti perkataan ku dan pergi dari tempat ini secepatnya pasti mereka tak akan menemukan kita.”ucap Alexa balas menyalahkan lelaki itu.


Sean hanya diam karena merasa dirinya memang salah. Dia pun hanya diam dan tak berkomentar lagi saat Alexa menggerakkan tubuhnya dan membuat jaring itu terus berputar menghindari peluru yang menuju ke mereka.


“Apa kau ada ide ?”ucap Sean memeluk pinggang Alexa lagi namun gadis itu membiarkannya saja kali ini karena kondisi genting.


“Dengarkan aku. Kita harus membuat jaring ini jatuh. Aku akan menghitung dan kau ikuti kemana aku bergerak.”ucap Alexa memberikan sebuah solusi.


Sean menurut saja karena dia kali ini tak bisa berpikir.


“Satu... ke kanan.”Alexa dan Sean bergerak bersamaan ke kanan untuk membuat tali itu berat muatan.


“Dua... ke kiri... tiga ke kanan.”Ujung tali mulai lepas karena gaya dorongan kuat ke bawah.


“Sedikit lagi... enam jongkok !”ucap Alexa memberi aba-aba dan mereka berdua bergerak berirama.


“tas... bugh !”tali jaring lepas dari daun pohon dan mereka jatuh ke tanah.


Alexa mencoba menggigit tali jaring yang mengikatnya berkali-kali hingga satu simpul putus, lalu Sean menarik simpul itu dan membuatnya terbuka


“Lari.... !”teriak Sean setelah mereka berdua keluar dari jaring.


Dari udara heli Austin terbang dan terus mengejar mereka berdua sambil melepaskan tembakan ke arah mereka.


Alexa dan Sean berlari cepat menghindari peluru yang terus mengarah pada mereka.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2