
Sean duduk di kursinya dengan wajah merah. Dia mengulangi kembali tayangan yang ditunjukkan oleh Judas padanya.
Lelaki itu masih tak percaya pada apa yang dilihatnya. Selama ini dia penasaran dan ingin tahu apa sebenarnya motif Alexa datang ke negeri ini, sekarang semuanya terjawab sudah setelah melihat tayangan itu.
“Jadi Alexa... kau sebenarnya sudah tahu jika aku yang mengambil liontin mu ?”batin Sean masih menatap tayangan dan melihat Alexa yang memegang tangan kirinya saat dia mengambil botol air mineral yang jatuh.
“Dan cek itu sebenarnya hanyalah sebuah alasan buatmu agar bisa bertemu denganku...”batin Sean yang merasa kalah dan telah dibodohi oleh wajah lembut Alexa.
“braak... !”Sean menggebrak meja karena kesal.
Judas terkejut melihat bosnya marah dan tak berani mengatakan apapun karena takut salah kata. Apa pun bisa terjadi di saat Sean marah.
“Gadis itu... dia... berani sekali menipu dan mempermainkan aku !”ucap Sean masih mengepalkan tangan dan wajahnya semakin merah.
Sean berdiri dan menutup laptop Judas.
“Judas... kirim fantôme untuk menyelidiki dan melacak keberadaan gadis itu segera !”ucap Sean memberi perintah pada sekretarisnya untuk menghubungi body guard Sean yang biasa ia gunakan untuk menyelidiki sesuatu atau menyelesaikan sesuatu.
“B-baik... tuan....”jawab Judas gemetar.
Judas segera mengambil laptopnya dari meja Sean dan keluar dari ruangan Sean, masuk ke ruangannya sendiri.
Di dalam ruangan, lelaki itu segera mengangkat telepon dan menghubungi fantôme.
“Sivan... bos memanggil mu...”ucap Judas saat telepon tersambung dengan ketua Fantôme.
“Ada misi apa tuan Sean mencari ku kali ini ?” jawab Sivan bertanya dengan penasaran karena sudah beberapa pekan dia tak mendapatkan misi dari bosnya.
“Liontin Marie Antoinette tuan hilang dan benda itu dicuri oleh seorang gadis.”jawab Judas menjelaskan.
“Jadi itu tugasku kali ini... kirim semua data dan informasi menyangkut pencuri itu padaku sekarang juga.”ucap Sivan yang siap menjalankan tugas kali ini.
__ADS_1
Judas mengakhiri percakapan mereka. Lelaki itu kemudian membuka kembali laptopnya dan mengirimkan video yang barusan dia tunjukkan pada Sean pada Sivan.
Judas kembali mengangkat telepon dan menghubungi staf bagian HRD.
“Halo... ini Judas. Tuan Sean meminta data seorang pelamar bernama Alexa Deswari. Tolong kirim semua informasi datanya padaku saat ini juga.”ucap Judas saat telepon tersambung dengan staf HRD.
“Oh... baik Judas... aku akan mencari data gadis yang kau sebut itu dan mengirimkan filenya pada mu.”balas staf HRD.
Setelah panggilan berakhir staf HRD tadi membuka komputernya. Dia membuka file semua data pelamar yang sudah masuk di sana.
“klik....” lelaki itu memasukkan satu rumus dan seketika data yang dia cari muncul.
“Ini dia data pribadi Alexa Deswari.”gumam staf HRD itu lalu segera mengirim filenya ke e-mail Judas.
Setelah selesai mengirim berkas itu pada Judas, Staf HRD itu tampak heran dan bertanya dalam hati saat melihat lagi profil data Alexa dan muncul pertanyaan kenapa Sean sepertinya memberikan perlakuan istimewa pada pelamar itu.
“Ding...”suara pesan masuk di laptop Judas.
“Baik.... aku sudah mendapatkan profil datanya. Dan sekarang aku akan mengirimnya ke Sivan.”gumam Judas membaca file yang dikirim barusan dan segera mengirimnya kembali pada pimpinan Fantôme.
Di lain tempat Sivan yang menunggu informasi selanjutnya dari Judas tampak tersenyum kecil saat melihat file masuk untuknya.
Lelaki itu membaca dengan terperinci informasi mengenai Alexa. setelah itu dia mengeluarkan ponselnya.
“Halo.... ada misi baru dari bos. Beritahu anggota Fantôme lainnya dan datang temui aku di markas Fantôme !” ucap Sivan menjelaskan dan memberi perintah pada bawahannya.
“Baik bos....”jawab bawahan Sivan.
Setelah percakapan berakhir Sivan keluar dari sebuah ruangan dan jalan menuju ke mobil.
Tak berapa lama kemudian lelaki itu menghentikan mobilnya dan turun di sebuah markas yang terletak di tempat tersembunyi dan jauh dari keramaian.
__ADS_1
“klik... klik...” Sivan berhenti di depan sebuah pintu. Lelaki itu menekan kode masuk ke markas.
“Ding.... kode terkonfirmasi !”
“krak....”setelah kode terkonfirmasi secara otomatis pintu terbuka.
Lelaki itu segera masuk dan pintu secara otomatis tertutup.
Sepuluh menit kemudian beberapa mobil hitam berhenti di depan markas.
“brak...”dua puluh orang lelaki berjas hitam turun dari mobil. mereka berjalan dengan cepat menuju ke pintu markas.
Setelah memasukkan kode akses markas, mereka semua masuk ke ruangan begitu pintu terbuka.
“bos....”ucap salah satu anggota Fantôme menyapa Sivan.
“Kalian semua duduklah...”ucap lelaki itu memberi perintah pada bawahannya.
Dua puluh orang berjas hitam kemudian duduk di kursi. beberapa menit setelahnya mereka semua terlibat diskusi dengan Sivan.
Sivan menunjukkan data yang terkait dengan Alexa pada para bawahannya, termasuk foto dan informasi lainnya. Mereka kemudian membahas rencana mereka saat ini.
Satu jam setelahnya Sivan berdiri setelah selesai membahas rencana apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
“Jadi begitu rencananya... sekarang semuanya menuju ke posisi masing-masing dan kita mulai sekarang misi menangkap gadis ini.”ucap Sivan mengakhiri diskusi mereka dan membubarkan pertemuan mereka.
“Baik bos...”jawab para anggota Fantôme serempak.
Mereka semua keluar dari markas termasuk Sivan dan langsung bergerak menuju ke posisi masing-masing.
Sedangkan Alexa saat ini sedang tidur di kamar penginapan dengan memegang gelang di tangan kanannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....