Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 64 Bukan Yang Dicari


__ADS_3

Sean yang masih marah pada sopirnya mencoba menenangkan dirinya. Ia menatap ke arah Alexa dan tak ingin dari situ Salah paham padanya dan mengira dirinya seorang yang pemarah.


“Ehem... ayo kita berangkat sekarang saja !”ucap Sean kembali menatap Victor yang ada di luar mobil bersamanya.


Sean berbalik dan Victor segera membukakan pintu untuknya. Lelaki itu kembali duduk di samping Alexa yang sudah duduk terlebih dulu setelah menghirup udara segar.


“Ehem...”Sean melirik Alexa lalu kembali menatap ke depan.


“Victor jalankan mobilnya sekarang.”ucap Sean dengan nada lebih pelan dari sebelumnya.


“Baik tuan.”jawab Victor segera menyalakan mesin mobil dan memacu kendaraan itu.


Baru beberapa meter melaju Victor menoleh ke belakang.


“Maaf tuan... setelah ini kita ambil jalur mana ?”ucap Victor bertanya saat melihat dua belokan tak jauh di depannya daripada salah dan kena tegur lagi.


Sean tak langsung menjawab dan melihat jalan di depannya. Dia terlihat berpikir.


“Arah ke kota Piana berarti ambil jalur yang kanan.”jawab Sean kemudian setelah membaca kembali alamat Austin White.


Victor mengarahkan mobilnya dan mengambil jalur kanan dan mengemudi dengan tenang.


Sedangkan Alexa yang sedari tadi diam menatap keluar ke arah jendela di mana di sepanjang jalan terdapat deretan rumah dari batu putih yang indah.


“Pemandangan di sini benar-benar indah dan berapa kali pun aku melihatnya tetap saja aku tak akan bosan.”gumam Alexa mengagumi keindahan alam di sepanjang jalan kota Piana.


Mobil terus meluncur di jalanan tol yang tidak terjebak kemacetan. Di sepanjang jalan Victor terus bertanya pada Sean saat dia tidak mengetahui jalannya.


Alexa sesekali melirik Sean dan tak berucap sepatah kata pun.


“Tumben dia tidak marah-marah lagi pada supirnya ?”batin Alexa sambil tersenyum kecil melihat perubahan sikap Sean yang lebih lembut daripada sebelumnya.


Setelah dua puluh menit melintasi jalanan, mereka pun tiba di depan sebuah rumah mewah, rumah yang tak kalah mewah dengan rumah yang sebelumnya mereka kunjungi.

__ADS_1


“Kita sudah sampai tuan.”ucap Victor segera mematikan mesin mobil.


Ia segera turun dari mobil untuk membukakan pintu. Sean turun dari mobil setelah Alexa turun lebih dulu.


Victor kembali masuk ke mobil setelah Sean dan Alexa berada di depan gerbang pintu masuk rumah Austin White.


Melihat tombol bel yang ada di samping pagar inisiatif untuk menekannya sebelum Sean memerintah sopirnya.


“ding dong... ding dong...”Alexa mundur setelah menekan bel.


Tak lama model terdengar suara pintu terbuka dan seorang pelayan keluar dan berjalan menuju ke pintu gerbang.


“Ya ada keperluan apa ke sini ?”tanya seorang wanita menatap Sean dan Alexa cara bergantian karena baru pertama kali melihat mereka berdua.


Alexa akan menjawab tapi Sean mendahuluinya.


“Kami ingin bertemu dengan tuan Austin White.”jawab Sean menjelaskan tujuannya datang ke sana.


“Apa sudah ada janji dengan tuan ?”ucap pelayan itu balik bertanya.


“Bilang saja Sean Aldric mau bertemu dengannya.” jawab Sean singkat.


Mendengar nama Aldric disebut pelayan wanita itu langsung mengerti dan segera masuk ke rumah untuk menanyakannya pada tuannya.


Beberapa menit kemudian pelayan wanita itu keluar dan kembali menghampiri mereka berdua.


“Tuan... nona... silakan masuk dan ikuti aku.”jawab pelayan wanita.


Ia membuka pagar, Sean dan Alexa masa masuk dan berjalan mengikuti pelayan wanita tadi.


Mereka berdua kemudian duduk di kursi menunggu sang tuan rumah datang.


“Lama sekali....”gumam Sean merasa tak sabar karena sudah lewat dari sepuluh menit ia menunggu.

__ADS_1


Tak lama kemudian muncullah seorang lelaki berusia sekitar 70 tahunan dengan seluruh rambutnya yang berwarna putih dan berjalan dengan pelan dan sedikit membungkuk.


Lelaki itu kemudian segera duduk di kursi dan menatap Sean bergantian.


“Maaf tuan Sean Aldric ada keperluan apa mencari ku ?”tanya lelaki itu menatap Sean karena sebelumnya tak pernah berurusan dengannya.


“Baik Tuan Austin White kedatanganku kemari bukan untuk menawarkan kerjasama tetapi untuk hal lainnya.”ucap Sean menjelaskan maksud kedatangannya.


Austin White tidak paham pada apa yang dimaksud oleh Sean dan menekuk alisnya.


Sean kemudian melepas gelang dari tangannya dan menunjukkannya pada Austin White.


“Tuan Austin White apakah anda pernah melihat liontin ini sebelumnya ?”tanya Sean.


Ia menyerahkan gelang itu pada Austin Power dan menunggu jawabannya.


Austin Power menerima gelang dan melihat liontin itu. Lama dia memperhatikannya dan terlihat ia kembali menekuk alisnya.


“Ini liontin Marie Antoinette.”jawab Austin White lalu mengembalikan liontin itu pada Sean.


Sean dan Alexa segitiga merasa antusias setelah mendengar jawaban dari lelaki itu.


“Apa dia adalah ayah ku ?”batin Alexa dengan cemas dan gugup akan segera mengetahui kebenarannya.


“Jadi... apa tuan Austin pernah memiliki liontin ini dan memberikannya pada seorang wanita ?”tanya Sean lagi.


Pertanyaan yang diajukan Sean membuat Austin White bingung dan berpikir sebenarnya apa tujuan mereka datang menemuinya.


“Aku tidak pernah memiliki benda antik seperti itu. Aku hanya mengetahui saja tidak lebih.”jawab Austin White.


Sean menatap Alexa yang tampak kecewa. Ia tahu gadis itu berharap hal ini adalah ayahnya.


“Baik kalau begitu tuan Austin terima kasih atas kerjasamanya.”ucap Sean menyapa tangan lagi itu dan berpamitan.

__ADS_1


Alexa keluar dari rumah Austin White mengikuti Sean dengan wajah kecewa. Ia pun kembali masuk ke mobil dan duduk dengan tenang.


BERSAMBUNG....


__ADS_2