
Alexa masih tertidur di bahu Sean.Sedangkan lelaki itu masih terjaga dan menoleh ke samping kiri untuk melihat Alexa.
“Nona... maksud ku Alexa...apa kau baik-baik saja ?”ucap Sean menanyakan keadaannya karena tidak merasakan pergerakan ataupun mendengar suaranya.
Tak ada balasan atau respon lainnya dari Alexa. Sean kembali menatap ke depan.
“Kau sudah tidur rupanya.”gumam Sean mendengar suara halus nafas Alexa.
Ia pun mencoba menggerakkan tangannya yang terikat dengan tangan Alexa karena merasa sedikit pegal.
“Apa yang bisa kupakai untuk membukanya ?”gumam Sean mana tetangganya yang terikat kemudian menatap ke sekitar mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk membuka ikatan tangannya.
“Sayang sekali tak ada apapun di sini.”gumam Sean setelah melihat ke sekitar sambil menghela nafas panjang.
Ia pun mencoba melihat tali yang mengikat tangan mereka berdua.
“Sepertinya aku bisa membuka simpul ini.”gumamnya saat melihat lagi tali yang mengikat tangan mereka dan melihat polanya.
Sean menggerakkan tangannya mencoba untuk melepas tali itu dan mencobanya berulang kali namun ternyata usahanya gagal.
“Huft... mungkin nanti saja setelah Alexa bangun. Aku tak ingin mengganggu tidurnya.”batin Sean lalu kembali menatap ke depan.
Dia pun memejamkan mata setelah dua jam mengamati ruangan itu.
“nguung... nguung...”suara nyamuk terbang di sekitar telinga Sean.
Lelaki itu kemudian membuka mata karena mendengar suara berisik di telinganya.
“Nyamuk sialan mengganggu tidur orang saja !”umpat Sean merasa kesal karena terganggu tidurnya.
Ia pun mencoba memejamkan matanya kembali. Baru sepuluh menit matanya terpejam seekor nyamuk kembali datang dan hinggap di wajahnya.
Sean yang tak biasa tidur di tempat seperti ini sangat merasa risih sekali dengan kehadiran nyamuk yang mulai membuat pipinya terasa gatal.
__ADS_1
“Apa hanya aku yang digigit oleh nyamuk ? Atau Alexa juga digigit tapi dia sudah biasa ?”batin Sean melihat Alexa yang masih tertidur pulas di tengah suara nyamuk yang bising.
Semakin lama dia merasa jengah dan tak bisa menahannya lagi untuk tidak mengusirnya.
Sean menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri agar nyamuk itu pergi dari wajahnya, dia juga menggerakkan tangannya saat merasa ada banyak nyamuk yang hinggap di sana.
“Ahh... ada apa ini ?”ucap Alexa seketika terbangun saat merasakan Sean menarik tangannya.
“Maaf bukannya aku bermaksud membangunkan mu, tapi Aku tidak bisa tidur karena nyamuk-nyamuk ini.”jawab Sean menjelaskan ketidaknyamanannya.
“Oh...”balas Alexa sambil tersenyum kecil mendengar penjelasan Sean yang benar-benar memang seorang tuan muda yang tidak terbiasa tinggal di tempat kotor seperti ini.
Di lain tempat dua heli yang tadi lepas landas saat ini mendarat di sebuah pangkalan yang berada di sekitar area hutan tempat Alexa dan Sean berada sebelumnya.
“klak....”keenam awak heli turun dari hari dengan melompat kemudian segera menutup kembali pintunya.
Salah seorang lelaki memegang mikrofon yang ada di dekat bibirnya.
Setelah percakapan berakhir keenam orang tadi kembali ke tempatnya masing-masing dan berjaga di sana menunggu perintah selanjutnya.
Kembali ke hutan tempat Sivan berada. Lelaki itu menunggu heli datang untuk menyisir lokasi. Ia pun mencoba berbicara dengan mikrofon.
“Bagaimana apa kau sudah mengirimkan grandi oiseau ke lokasi ini ?”tanya Sivan memasukkan lagi karena sudah menunggu sendiri tadi namun belum ada tanda-tanda kedatangan heli ke tempatnya.
“Heli sudah mengudara beberapa waktu yang lalu bos... dan akan segera sampai beberapa saat lagi.”balas anak buah Sivan melaporkan.
Sivan mengakhiri panggilan dan kembali menatap ke langit untuk memeriksa apakah heli spesialnya sudah datang atau belum.
“chug... chug.... chug...”suara heli datang dari kejauhan.
Dalam hitungan detik grandi oiseau terbang rendah di sekitar Sivan.
“srak... !”sebuah jaring panjang terbentang dari atas tempat ke tempat Sivan berdiri.
__ADS_1
Lelaki itu segera meraih jaring yang terjulur ke arahnya dan merayap naik ke atas.
“Tarik aku sekarang !”ucap Sivan setelah sekitar dua meter.
Awak heli segera menarik dan menggulung cara yang terbentang hingga ke atas.
“hap !”Sivan langsung melompat masuk dan duduk di depan.
Seketika heli kembali terbang tinggi dan mulai mengudara.
Sivan mencoba menggunakan radar yang ada di depan untuk melacak keberadaan Sean.
“Kau lihat ini ? Tuan Sean ada di sini.”ucap Sivan sambil menunjuk titik koordinat di mana Sean berada setelah menemukan titik lokasinya.
“Kita terbang ke lokasi ini.”ucap Sivan memberi perintah.
“Baik bos !”jawab salah satu awak yang duduk di sebelah Sivan dan segera menuju ke titik lokasi yang ditunjuk oleh radar.
Di tempat Alexa dan Sean di sekap di bunker Île du soleil terlihat Sean yang masih terjaga dan mencoba mengusir nyamuk yang hinggap dari tubuhnya.
“Hmm... biarkan saja nyamuk itu dan cobalah untuk tidur. Menyumbangkan sedikit darah kotor pada nyamuk itu tak masalah.”ucap Alexa pada Sean karena dia jadi ikut terjaga dan tak bisa tidur. Jika lelaki itu menggerakkan tangannya otomatis tubuhnya juga akan ikut bergerak dan berguncang.
“Apa !?”jawab Sean singkat dan merasa Apa yang diucapkan oleh Alexa sungguh sangatlah konyol sekali.
“Cobalah tidur sebentar dan aku akan menjagamu dari nyamuk yang ada di sini.”ucap Alexa menawarkan bantuan.
“Oh ya...bagaimana cara mu melakukannya ?”balas Sean.
“Pejamkan saja mata mu sekarang, tuan.”balas Alexa lagi.
Sean mengikuti apa yang dikatakan Alexa. Ia mencoba memejamkan mata. Sedangkan Alexa mulai berjaga dan mengawasi nyamuk yang datang. Ia meniupkan nafasnya untuk mengusir nyamuk yang terbang di sekitar mereka.
BERSAMBUNG....
__ADS_1