
Alexa berbalik ke belakang untuk melihat keadaan di sekitar. Ombak di pantai saat itu tidak pasang dan sudah kembali normal, angin juga sudah tidak berhembus kencang lagi.
“Di sini tidak ada...”gumam Alexa saat mencarinya di pasir di jalanan yang dia lewati.
Tanpa pikir panjang gadis itu pun kembali berjalan menuju ke pantai, melewati banyak orang yang ada di sana dan tak mempedulikan mereka.
“byuur.... !”
Alexa melompat ke pantai. Dia menyelam untuk mencari kalung miliknya yang hilang.
Beberapa turis yang melihat gadis itu menceburkan dirinya ke pantai melarangnya untuk kembali ke sana.
“Hey miss... don't dive ! It's too dangerous. May be the wave will come in higher again... !!”teriak seorang turis memperingatkannya jika keadaan belum aman.
Alexa menoleh ke belakang pada turis yang berteriak padanya.
“Never mind, sir. There's nothing happen.”balas Alexa yang keras kepala dan yakin tak akan ada ombak besar yang datang menghantam lagi.
Alexa kemudian menyelam dasar untuk mencari kalungnya.
“bleb... bleb... bleb...”
Alexa terus menyelam ke dalam dan memperhatikan sekelilingnya. Dia menuju ke bebatuan karang yang ada di sana karena mungkin saja kalungnya tersangkut sesuatu saat tadi menyelamatkan gadis kecil.
“Di sini tidak ada...”batin Alexa setelah mencarinya di bebatuan karang. Dia juga mencari di tengah rumput laut yang berada di sekitar karang, namun dia juga tak menemukannya di sana.
__ADS_1
Gadis itu tidak menyerah dia terus mencari di dasar air.
“Oh... aku harus naik ke permukaan air dulu...”batin gadis itu saat merasa mulai kehabisan nafas. Dia pun pernah cepat menuju ke permukaan air.
“haah... haah... haah...”Alexa menghirup nafas dalam-dalam kemudian kembali lagi ke dasar air. Gadis itu mencari di tempat di mana dia belum mencarinya.
“Aku harus menemukan kalung itu. Apa pun yang terjadi aku harus membawanya kembali meskipun sampai sore pun, aku akan tetap mencarinya sampai ketemu.”batin gadis itu yang masih terus mencari.
Dia ingat lokasi di mana tadi dia menyelamatkan sang gadis kecil dan dia pun menuju ke sana, mencari di sekitarnya.
“Sial... disini juga tidak ada. Di mana lagi aku mencarinya ?”batin gadis itu yang belum menemukan kalung yang dicarinya.
Alexa terus berenang ke dasar hingga dia melihat sebuah kapal karam.
Alexa yang merasa penasaran segera berenang ke sana. Kapal itu terlihat berkarat di sana-sini dan beberapa bagian luarnya ditumbuhi oleh rumput laut beserta hewan laut lainnya yang membentuk suatu ekosistem di sana.
“bleb... bleb... bleb...”
Sejenak Alexa terlena oleh keindahan biota laut yang menjadikan perahu karam itu sebagai tempat tinggal mereka. Dia pun berenang menuju ke sisi atasnya untuk melihat lebih jelas lagi.
Tanpa dia sangkan dia melihat sebuah benda yang terkait di dekat dek kapal karam itu.
“Itu kan seperti kalung... jangan-jangan itu adalah kalung ku...”batin Alexa saat melihat benda yang menyerupai kalung.
Dia pun segera menuju ke tempat itu untuk mengambilnya.
__ADS_1
“Yup...ini memang kalung ku. Akhirnya aku menemukannya.”batin gadis itu tersenyum lebar setelah melihat benda itu adalah miliknya yang dia carinya sedari dari tadi.
“Klang...”
Alexa segera mengambil kalungnya dari besi tua yang ada di sana dan segera kembali ke atas.
“crash...”Karena terburu-buru gadis itu tak sengaja menyenggol bagian kapal yang terbuka. Lengannya terkena besi dan sedikit terluka dan membuat lengan yang berdarah.
Aroma darah dari lengan Alexa yang terluka menyebar dengan cepat ke seisi laut dan sampai pada binatang laut yang peka terhadap aroma darah.
Dari kejauhan seekor hiu yang mencium aroma darah menjadi agresif. Hiu itu kemudian keluar dan mencari darimana aroma darah tadi berasal.
“whiz...”Tak berapa lama kemudian seekor hiu berenang dengan cepat dan sudah berada beberapa meter di belakang Alexa yang saat itu naik ke permukaan.
Alexa mempunyai perasaan yang tidak enak dan dia pun menoleh ke belakang saat merasakan air di sana terasa bergetar.
Gadis itu terkejut saat melihat seekor hiu bergerak dengan cepat menuju ke arahnya.
“Celaka... ada hiu mengejar ku. Dia pasti aroma darah dari lukaku tadi.” batinnya kemudian mengayunkan kakinya lebih cepat dan menuju ke permukaan air.
Namun hiu itu terus mengejarnya dan Alexa berenang dengan cepat menuju ke daratan.
“Tidak... jika dia terus mengejar maka dipastikan dia akan membahayakan para pengunjung lainnya ada di pantai ini.” batin Alexa saat menoleh ke belakang dan mendapati hiu itu masih mengejarnya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1