
Di lain tempat seorang lelaki berkebangsaan Perancis sedang duduk di kursi di sebuah kantor. Lelaki itu tampak santai dan memainkan jemarinya menatap monitor laptopnya.
Meskipun dia adalah seorang CEO di sebuah perusahaan besar di kotanya namun posisi itu tak membuatnya kehabisan waktu dalam kesehariannya. Bahkan malahan dia punya banyak waktu luang.
“klik... klik...” Lelaki itu membuka jejaring sosialnya dan melihat postingan teman maupun followernya.
Lelaki itu menggerakkan tombol scroll ke bawah dan melihat berbagai postingan dari lokal maupun mancanegara.
“Hmm... mobil mewah... kurang menarik.”gumamnya saat melihat salah satu postingan temannya di tengah beberapa mobil mewah terbaru saat ini.
Lelaki itu kemudian kembali menggerakkan tombol scroll ke bawah dan melihat postingan lainnya.
“Semuanya tidak ada yang menarik kali ini...”gumamnya lagi setelah melihat beberapa postingan temannya.
Dari luar kantor ada seorang lelaki yang berjalan menuju ke ruangannya.
“tok... tok...tok...”suara lelaki di depan pintu mengetuk pintu ruangan.
“Ya masuk saja Judas...”ucap lelaki tadi pada sekretarisnya.
Judas pun masuk ke ruangan dengan membawa setumpuk dokumen untuk di tandatangani.
“Tuan Sean... ini dokumen yang perlu ditandatangani hari ini.”ucap Judas berdiri di depan meja lelaki itu dan menunggu perintah selanjutnya.
Tanpa menatap lawan bicaranya dan tetap menatap monitornya, Sean menjawabnya.
“Letakkan saja di meja dan tinggalkan saja. Dua jam lagi Ke sinilah dan ambil lagi dokumen itu.”ucap Sean memberi perintah.
Judas menaruh berkas yang di bawanya ke meja Sean sesuai perintahnya dan segera keluar dari ruangan CEO.
__ADS_1
Setelah kepergian Judas, lelaki itu sama sekali tidak menatap berkas di mejanya dan dia masih asik berkutik dengan monitornya dan jejaring sosialnya.
Sean semakin asyik berselancar di dunia maya saat dia menemukan postingan yang menarik dari temannya.
“Ini sedikit menarik....”ucapnya saat melihat postingan dari beberapa temannya yang sedang berlibur ke luar negeri.
“Sepertinya aku... perlu liburan juga seperti mereka. Tapi buat apa jika tak ada urusan...”gumamnya lagi sambil terus menggulirkan scroll ke bawah.
Sean melihat postingan temannya yang lain yang dan dia terlihat sangat tertarik saat melihat sebuah postingan liburan dari seseorang berkebangsaan Jepang.
“Tunggu dulu... gadis ini mengenakan liontin antik dari zaman kerajaan Louis IV...”ucapnya saat melihat foto Alexa mengenakan kalung wasiat dari ibunya bersama seorang turis.
Sean memperbesar gambar untuk melihatnya lebih jelas lagi dan untuk memastikan apakah itu liontin asli atau bukan.
“Sepertinya asli... atau aku harus mengeceknya sendiri untuk mengetahui barang itu asli atau tidak.”gumamnya sambil tersenyum kecil dan tampak antusias melihatnya.
Sean mempunyai hobi yang tidak biasa dengan kebanyakan orang pada umumnya. Banyak hal yang selama ini dia kerjakan tidak atau bahkan hampir tidak dilakukan oleh orang lain.
Seperti salah satu hobinya yang suka mengoleksi barang antik. Dia mempunyai berbagai koleksi barang antik dari berbagai negara. Dia akan memburu barang antik yang disukainya sampai ke ujung dunia, itu prinsipnya.
“Ini tempat wisata di daerah mana ya...”batinnya yang merasa tidak pernah mendatangi tempat wisata pada foto yang dilihatnya.
Namun dia tak kehabisan akal dan mudah saja baginya untuk menemukan lokasi itu dengan cepat karena dia juga ahli IT.
“Klik....” Sean mengetikkan formula dan dalam hitungan detik daerah apa yang dicarinya ketemu.
“Oh... ternyata lokasi wisata ini berada di Jakarta-Indonesia.” ucapnya setelah menemukan lokasi pasti, nama tempat wisata itu dan apa saja resort yang ada di sana.
Sean memperbesar gambar dan memfokuskan melihat pada liontin yang dipakai oleh Alexa. Lalu dia jika melihat gambar liontin milik istri Raja Louis IV untuk membandingkannya.
__ADS_1
“Benar-benar mirip... tapi kenapa liontin itu bisa ada di sana... harusnya itu berada di negeri ini...”batin Sean lagi merasa ada yang tidak benar pada hal itu.
Sean kemudian menatap foto Alexa. Dia memperhatikan penampilan Alexa yang memang merupakan keturunan blasteran.
“Hmm... menarik sekali... sebuah liontin kuno dengan seorang gadis yang terlihat menarik...”batin lelaki itu tersenyum lebar foto Alexa.
Baginya penampilan Alexa berbeda dengan penampilan wanita pada umumnya. Dan selama ini dia belum pernah mempunyai seorang kekasih yang berdarah campuran.
Waktu terus berputar dan tak terasa sudah satu jam lebih dia menatap monitor nya.
“Bukankah tadi aku bilang jika dua jam lagi aku menyuruh Judas ke sini untuk mengambil berkas itu ?”ucapnya menatap jam dinding dan teringat pada perkataannya sebelumnya.
Sean pun menutup monitornya dan beralih menatap setumpuk berkas di meja. Dia mengambil satu persatu dokumen dan membacanya sebelum dia menandatanganinya.
“Srat... srat... srat...”suara gerakan pena di atas kertas.
Sean terus menandatangani berkas itu hingga selesai dan menumpuknya kembali di meja.
Selesai membubuhkan tanda tangannya pada semua berkas tadi lelaki itu keluar dari ruangan dan menuju ke tempat lain. Dia masuk ke ruangan koleksi barang-barang antiknya.
Disana berjajar rapi dalam suatu etalase berbagai macam koleksi barang antik yang bernilai jutaan rupiah bahkan lebih.
Sean berdiri di depan etalase kosong dan menatapnya dengan tersenyum.
“Sebentar lagi akan ada benda antik lain yang akan menambah koleksiku di sini.”gumamnya tersenyum lebar.
Sean kemudian melihat satu persatu koleksi yang ada di ruangannya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
-----------—----——-------------—-------------------
Dear all readers, baca juga karya lainnya berjudul Mafia Penghancur Play-boy ya... Terima kasih... 🙏❤️❤️