Ku Kejar Kau Ke Paris

Ku Kejar Kau Ke Paris
Eps. 21 Kecewa


__ADS_3

Tak Seberapa lama kemudian Alexa tiba di hotel King yang searah dengan jalan pulang menuju ke rumahnya. Dia memarkirkan motornya dan jalan cepat menuju ke lobby.


Alexa menuju ke bagian resepsionis dan mencari informasi di sana.


“Maaf apa aku bisa tahu di mana kamar tuan Sean... aku ada perlu dengannya.”ucap Alexa pada petugas resepsionis di sana.


“Mohon ditunggu sebentar nona.”jawab petugas resepsionis kemudian memeriksa dan mencari di datanya komputer.


Beberapa saat kemudian petugas resepsionis menemukan data pengunjung yang menginap di hotel itu.


“Apakah yang nona maksud adalah tuan Sean Aldric ?” tanya petugas resepsionis.


Alexa mengangguk setelah berhasil mengingat nama lengkap lelaki itu.


“Mohon maaf nona... pengunjung atas nama tuan Sean Aldric sudah check out tadi pagi.”ucap petugas resepsionis menjelaskan setelah melihat datanya.


“Apa ?!”balas Alexa yang terkejut mendengar jawaban dari petugas resepsionis.


“Pantas saja dari tadi lelaki itu tidak muncul di area resort, ternyata dia sudah kembali ke negaranya. Tapi kenapa dia terburu-buru kembali ?”batin Alexa penuh tanda tanya dan merasa aneh saja.


“Baiklah terima kasih atas informasi dan bantuannya.”jawab Alexa pada petugas resepsionis.


Dia pun berjalan keluar hotel dengan langkah kaki gontai karena tidak berhasil menemui Sean.


“Haah...”gadis itu hanya bisa menghela nafas panjang menuju ke tempat parkir dan menaiki motor sportnya kembali menuju ke rumah.

__ADS_1


Setelah tiba di rumah Alexa segera menghubungi Marco.


“Halo Marco... apa kau tahu nomor ponsel tuan Sean ?” ucap Alexa setelah dengan Marco tersambung.


“Nomor ponsel... buat apa ? Tentu saja aku juga tidak mempunyai nomor ponsel turis itu.”jawab Marco


“Ah... ku kira kau mempunyai nomor lelaki itu. Aku hanya ingin mengembalikan cek yang dia titipkan padamu.”jawab Alexa menjelaskan permasalahan yang dia hadapi.


“Menurut ku kata perlu mengembalikan cek itu padanya Karena dia sudah memberikannya padamu berarti dia memang ikhlas memberikannya padamu berapapun nominalnya itu.”balas Marco panjang lebar dan meyakinkan janji siswa supaya tidak perlu merasa sungkan menerima tips dari Sean.


Malam hari Alexa merebahkan dirinya di tempat tidur. Dia memikirkan apa yang harus dia lakukan dengan nominal ratusan dolar yang ada di tangannya saat ini.


“Apa aku membuka bisnis baru saja... tapi aku belum ingin berhenti dari pekerjaanku sekarang.”gumam Alexa mendapatkan sebuah ide sambil mencari ide lainnya yang masuk akal baginya yang cocok untuk dirinya.


Di lain tempat Sean tiba di bandara Perancis. Setelah turun dari pesawat lelaki itu duduk di kursi tunggu sebentar sambil mengeluarkan ponselnya.


Sopir di rumah Sean segera berjalan cepat mengambil mobil untuk menjemput tuannya. Dia juga mengajak serta satu orang pelayanan lelaki dari rumah untuk membantu membawa dan mengangkat barang Sean ke mobil.


“broom...” mobil yang menjemput Sean melaju dengan cepat di jalanan menuju ke airport.


Sean yang tepat waktu dan menghargai waktu tampak melihat jam di tangannya selama menunggu mobil jemputan nya datang.


“Waktu kurang sepuluh menit lagi, aku harus segera sampai ke airport.”gumam sang sopir saat melihat jam tangannya. Dia pun mencari jalan pintas yang menuju ke airport dengan cepat.


Lima menit kemudian mobil yang menjemput Sean tiba di airport.

__ADS_1


Sopir tadi beserta pelayan yang dibawanya sudah turun dari mobil. Mereka berlari masuk ke airport untuk mencari keberadaan tuan mereka.


“Coba lacak di mana posisi tuan Sean berada saat ini.”ucap sopir itu pada pelayan yang berjalan di belakangnya.


“Baik...”jawab pelayan kemudian langsung melacak keberadaan posisi Sean saat ini.


“Ini dia posisi tuan Sean saat ini.”ucap pengen tadi menunjukkan lokasi Sean dari ponselnya pada sopir.


Sang sopir berhenti sebentar untuk melihat posisi yang ditunjukkan oleh pelayan tadi. Setelah menemukan posisi pastinya mereka pun segera berlari cepat menuju ke lokasi.


Tepat di saat Sean berdiri mereka berdua tiba di depannya dengan keringat bercucuran membasahi tubuh mereka.


“Tuan Sean... mari kita pulang.”ucap Sopir tadi menghampiri Sean.


“Ya...”jawab Sean singkat dan segera berjalan bersama sopir menuju ke tempat mobil berada.


Sementara pelayan yang ikut bersama sopir tadi segera mengangkat dan membawa barang-barang bawaan Sean dan memasukkannya ke mobil.


Tak berapa lama kemudian mereka tiba di rumah mewah Sean.


Lelaki itu langsung turun dari mobil dan berjalan masuk ke rumah.


“Bagikan satu tas hitam itu pada semua pekerja yang ada di sini.”ucap Sean berhenti sebentar dan berbalik menatap pelayannya.


“Baik tuan...”jawab pelayan tadi dan setelah melakukan perintah Sean.

__ADS_1


Sedangkan Sean, dia masuk ke ruang koleksi barang antiknya dan menuju ke salah satu etalase yang kosong. Dia menaruh liontin yang didapatnya ke etalase. Lama Sean berdiri di sana dan memandangi liontin milik Alexa.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2