
Alexa melihat sebuah taksi yang melintas di depannya. Dia pun memanggilnya dan segera duduk di dalam setelah taksi itu berhenti.
Tanpa sepengetahuan Alexa, orang Sean diam-diam mengikutinya. Ia lalu mengirimkan kabar itu pada tuan nya dan segera mengeluarkan ponselnya.
“drrt... drrt...”Sean sedang mengikuti meeting dan merasakan ponselnya bergetar. Ia pun segera keluar dari ruangan untuk mengangkatnya.
“Ya halo ada apa ?”ucap Sean setelah mengangkatnya.
“Tuan, nona Alexa barusan keluar dari rumah dan naik sebuah taksi.”jelas orangnya Sean.
Sean merasa Alexa itu benar-benar gadis sekeras singa dan membuatnya kelabakan dengan tingkahnya yang liar.
“Aku masih meeting. Awasi saja dia. Mungkin dia hanya ingin keluar sebentar saja dan tidak mungkin kabur.”jawab Sean memberi perintah.
Setelah menutup telepon Ia pun kembali masuk ke ruang meeting. Di dalam ruang meeting lelaki itu tampak kurang konsentrasi dan beberapa kali sering mengalihkan Pikirannya pada Alexa khawatir jika gadis itu akan kabur lagi.
Beberapa saat kemudian Alexa turun dari taksi lalu menyeberang jalan menuju ke sebuah coffe shop. Di sana ia duduk selama memesan kopi latte dan menikmatinya sambil menatap pegunungan yang terbentang di belakang Cafe.
“Aku benar-benar jenuh berada di rumah mewah Sean. Aku jenuh menunggu investigasi ini selesai. Rasanya aku ingin pulang saja.”gumam Alexa menyesap sedikit demi sedikit kopi hangat di cangkir hingga habis.
Setelah kopi ya dia pesan habis dia pun memesan lagi karena belum ingin kembali ke rumah Sean.
Hingga sore hari gadis itu baru beranjak keluar dari Cafe setelah melihat jam tangannya yang menunjukkan saat ini jam pulang kantor.
“Taksi... !”sebuah taksi berhenti di depan Alexa. Gadis itu kemudian segera duduk dan memberikan alamat yang diajak pada sopir.
Alexa tiba di rumah Sean bertepatan dengan datangnya mobil Sean yang masuk ke rumah.
“Nona kau barusan dari mana ?”ucap Sean Setelah turun dari mobil dan melihat gadis itu mau masuk ke kamar.
“Tidak... aku hanya cari angin sebentar di luar.”balas Alexa menjelaskan.
Ponsel Sean kembali berdering dan lelaki itu segera mengangkatnya.
__ADS_1
“Ya Sivan ada apa... apa ada sesuatu yang penting ?”ucap Sean ditelepon.
“Tuan ada informasi mengenai data yang aku kirimkan padamu. Ada satu daftar nama yang berpotensi merupakan seseorang yang tuan cari.”ucap Sivan menemukan satu data dan sudah menyelidikinya.
“Siapa namanya ? Coba kirimkan data itu padaku.”perintah Sean.
“Austin Bertrand. Baik setelah ini aku akan mengirim semua datanya pada mu, tuan.”balas Sivan di telepon.
Sean menutup ponselnya dan tersenyum kecil setelah mendengar kabar dari Sivan.
Ia beralih menatap Alexa yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan nya.
“Nona besok aku akan meluangkan waktuku untuk mencari seseorang bersama mu.”ucap Sean. Ia pun kemudian pergi begitu saja meninggalkan Alexa yang masih berdiri di tempatnya, lalu masuk ke rumah.
“Apa dia menemukan sesuatu ?”gumam Alexa menatap punggung Sean.
Ia pun kemudian berbalik dan masuk ke kamarnya sambil tersenyum kecil.
Di kamar Sean, setelah dia berganti baju lelaki itu duduk dan membuka laptop. Ia mencari pesan yang dikirim oleh Sivan padanya.
“Semoga saja pencarian kali ini membuahkan hasil.”gumam Sean lalu menutup laptopnya setelah selesai membaca semua data Austin Bertrand.
Keesokan paginya Sean bangun dan segera bersiap. Tak lupa dia menelepon Judas.
“Halo Judas hari ini aku tidak ke kantor. Tolong kau handle semua jadwal meeting hari ini.”ucapnya di telepon.
Selesai menelepon Sean segera menatap menu sarapan paginya yang masih hangat di meja.
Di lain tempat Alexa terlihat siap sedari tadi dan sudah selesai sarapan pagi.
“Kenapa lelaki itu belum kesini mencari ku ?”ucap Alexa merasa lama sekali sudah menunggu Sean dan tak sabar ingin segera melakukan investigasi lanjutan.
Tiga puluh menit kemudian, Alexa mendengar derap langkah kaki menuju ke kamar nya.
__ADS_1
“Itu pasti Sean.”batinnya lalu segera membuka pintu.
Tepat di saat dia membuka pintu, Sean berdiri di balik pintu.
“Nona apa kau sudah siap ?”tanya Sean menatap Alexa.
“Aku sudah menunggu mu sedari tadi, tuan.”balas Alexa.
“Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang.”jawab Sean mengajak Alexa.
Alexa tersenyum kecil pada Sean. Ia pun kemudian menutup pintu dan berjalan mengikuti Sean.
“Klik....”Tak lama kemudian sebuah mobil mewah berhenti dan menghampiri mereka.
“Tuan, nona... silahkan masuk.”ucap Victor membukakan pintu.
Sean dan Alexa kemudian masuk ke mobil dan duduk berdua di kursi belakang.
“Kita mau kemana kali ini tuan ?”tanya Victor sambil mengunci mobil.
Sean mengambil catatan yang sudah ia persiapkan semalam sebelumnya lengkap dengan petunjuk arah menuju ke lokasi agar supirnya itu tidak salah jalan dan tersesat seperti sebelumnya.
Mobil kemudian meluncur keluar dari rumah mewah Sean menuju ke lokasi rumah Austin Bertrand.
Sudah satu jam lamanya Victor mengemudi dengan kecepatan tinggi, namun mereka belum sampai juga.
Satu jam berikutnya mereka ada di jalanan dengan banyak pepohonan di samping kiri kanan jalan.
“Apakah ini masuk ke hutan ?”ucap Alexa saat melihat ke luar mobil dan merasa mereka berada di hutan belantara.
“Apa kau tidak salah jalan, Victor ?”tanya Sean.
“Tidak tuan. Rute yang ku ambil sudah benar sesuai dengan yang tuan tunjukkan pada ku tadi.”jawab Victor menjelaskan dengan yakin.
__ADS_1
Karena jalan yang di tempuh sudah benar, mereka pun meneruskan perjalanan.
BERSAMBUNG....