
Alexa sempat berdiri untuk menghentikan langkah Austin Bertrand namun lagi-lagi langkahnya tertahan oleh suatu hal.
“Aku tak punya bukti apapun mengenai hal ini. Dan lagi itu hanya dugaan ku saja lelaki ini ada hubungannya dengan ibuku.”batin Alexa menatap punggung Austin yang sudah masuk ke dalam rumah.
Bodyguard tadi segera keluar menuju ke ruang tamu setelah tuan nya masuk dan memberikan instruksi padanya.
“Nona... tuan... kalian sudah dengar sendiri secara langsung dari beliau jika saat ini tuan Austin masih banyak urusan yang segera ditangani.”ucap bodyguard tadi mengusir secara halus.
Sean kemudian berdiri dan menatap Alexa.
“Ayo kita pergi dari sini.”ucap Sean mengajak Alexa.
“Tapi...”jawab Alexa enggan untuk pergi dari sana dan masih ingin menunggu ataupun menemuinya lagi yang dianggap sebagai ayahnya.
Sean yang melihat Alexa beranjak dari sana menghampirinya.
“Nona sebaiknya kita pergi dari sini secepatnya. Nanti kita akan mencari informasi lainnya. Perlu diketahui orang ini bukan orang sembarangan.” bisik Sean lirih di telinga Alexa.
Alexa menoleh ke kanan dan menatap Sean. Ia melihat wajah lelaki itu menjadi serius.
“Ya baiklah.”jawabnya singkat menyetujui ajakan Sean.
Bodyguard yang ada di sana melihat dan mengamati mereka berdua.
Sean pun segera berjalan keluar dari rumah itu sebelum body guard tadi mengusirnya.
Alexa dan Sean keluar dari rumah dan di masih diikuti oleh bodyguard tadi. Bahkan dia menghentikan mata mereka sebelum benar-benar keluar dari pintu masuk.
“Nona, tuan tunggu sebentar !”ucap bodyguard tadi.
Alexa dan Sean berhenti dan boneka tadi langsung mendekati mereka. Ia kemudian kembali menyalakan sensor tubuh dan memindai tapi mereka selama beberapa detik.
“Baik silakan kalian boleh pergi dari sini.”ucap berikan setelah selesai melakukan sensor pemindaian.
__ADS_1
Sean segera kembali berjalan bersama Alexa menuju ke mobilnya.
“Tuan silakan masuk.”ucap Victor saat melihat tuannya datang dan segera membukakan pintu untuknya.
Sean hanya mengangguk lalu segera duduk di dalam mobil dengan Alexa yang masuk setelahnya.
“Ayo jalankan mobilnya, Victor !”ucap Sean memberi perintah pada sopirnya.
“Baik tuan.”jawab Victor singkat.
“broom...”mobil segera meluncur keluar dari lokasi.
Di rumah Austin Bertrand boneka tadi kembali masuk ke rumah dan menemui tuannya.
“Tuan... tidak ada sesuatu yang mencurigakan pada kedua tamu tadi setelah aku melakukan pemindaian pada tubuh mereka. Tapi gelagat mereka sedikit aneh.”ucap bodyguard tadi memberikan laporannya pada Austin Bertrand yang saat ini berada di sebuah ruangan di dalam rumah.
“Aku juga merasakan ada sesuatu pada mereka. Entah itu mereka punya niat tersembunyi pada ku atau ada maksud lain. Selidiki dua orang tadi !”ucap Austin Bertrand lagi.
“Siap tuan !”jawab berita tadi segera keluar dari ruangan pribadi Austin lalu masuk ke sebuah ruangan khusus di mana di sana banyak laptop canggih dan juga berbagai peralatan canggih lainnya yang bisa digunakan untuk melakukan penyelidikan dalam waktu singkat.
Dalam hitungan detik tidak sampai dalam satu menit semua data yang dia cari keluar.
Bodyguard tadi membaca informasi dia temukan seksama.
“Aku harus segera memberikan informasi ini pada tuan.”gumam sang bodyguard.
Ia segera mencetak data informasi yang diperolehnya lalu keluar dari ruangan itu dan masuk kembali ke ruang pribadi Austin.
“Ini tuan data yang aku temukan barusan.”ucap tadi kata dia menyerahkan data-data pada Austin.
Austin menerima data dari Bodyguard nya dan membacanya.
“Jadi begitu rupanya.”ucap Austin menara kembali data yang sudah dibacanya ke meja.
__ADS_1
“Apa perintah tuan selanjutnya?”tanya sang bodyguard.
“Kembalilah ke tempatmu bertugas nanti aku akan memanggilmu lagi jika ada sesuatu yang harus kau lakukan.”balas Austin Bertrand memberikan perintah.
Bodyguard tadi segera keluar. Sementara Austin Bertrand mencoba mengingat masa lalunya dengan Helena.
Kembali ke Sean dan Alexa yang saat ini dalam perjalanan menuju ke rumah. Mereka kembali melewati hutan.
Alexa tampak menatap Sean sedari tadi.
“Ada apa nona ? Apa ada yang ingin kau bicarakan denganku ?”ucap Sean menoleh ke arah Alexa.
“Ya...apa aku bisa bertemu lagi dengan lelaki tadi ?”tanya Alexa.
“Hmm... bisa bertemu dengannya tadi sudah bagus sekali. Aku rasa sulit untuk melakukan pertemuan yang kedua kali dengannya.”jawab Sean menyampaikan yang sebenarnya.
“Tapi aku mempunyai feeling lagi tadi ada hubungannya dengan ibuku dan dia menyebut nama ibu ku tadi.”balas Alexa mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya.
“Aku juga merasa begitu lelaki itu ada kaitannya dengan ibu mu. Mungkin saja dia adalah kekasih ibumu dan bisa jadi dia adalah ayah mu. Karena dia bisa liontin ini.”balas Sean menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya.
“Baru kali ini tuan Sean bicara panjang lebar pada seorang gadis.”batin Victor melihat dari kaca mobil.
Sean menyentuh liontinnya kemudian melepasnya. Ia pun Mencoba membuka liontin itu seperti yang dilakukan oleh Austin Bertrand sebelumnya.
“klik... !”liontin terbuka dan terlihat foto seorang lelaki dan seorang wanita di sana.
“Apa ini... ?”Sean terkejut melihat foto muda yang dia duga sepasang kekasih dan dia bisa tahu jika lagi di foto itu adalah Austin Bertrand di masa mudanya.
“Coba lihat ini... !”ucap Sean menunjukkan foto sepasang kekasih itu pada Alexa.
Alexa menerima liontin dan melihat foto yang ada di sana.
“Ini foto muda ibuku !”pekik Alexa terkejut saat melihat foto ibunya ada bersama dengan lelaki tadi.
__ADS_1
Alexa mengembalikan liontin itu pada Sean. Dan dia semakin yakin lelaki itu memang ada hubungan dengan ibunya.
BERSAMBUNG...