
"Terimalah semuanya. Semoga bisa bermanfaat. Tentu saja, kita masih akan tetap berteman, Nis. Aku tidak pernah menyesal pernah mengenalmu. Kamu wanita yang baik."
Entah kenapa tiba-tiba hati saya mulai sendu. Kenapa jadi ingin nangis ya?
"Nis. Boleh aku minta sesuatu? aku harap kamu tidak keberatan," pinta Si Botak.
"Tidak Mas. Katakan saja. Insya Allah, aku tidak akan keberatan."
"Kembalilah ke sini. Tinggallah bersamaku di rumah ini. Semua aset-aset yang telah kuberikan akan tetap menjadi milikmu sepenuhnya. Tapi kumohon kembalilah ke sini, Nis. Kita mulai lagi semuanya dari nol."
"Kita revisi lagi perjanjian di antara kita. Perjanjian di mana aku ingin kamu benar-benar ada di sampingku. Menemaniku dalam suka dan duka. Obsesiku terhadap Meylan telah membutakan semuanya. Kamu dan Reyna benar. Aku memang sakit. Jiwaku penuh dengan kegilaan terhadap Meylan, hingga melumpuhkan akal sehat dan hati nuraniku. Dan kini aku mohon padamu, bisakah kamu menyembuhkannya, Nis? aku harap, kamulah yang menjadi obatnya. Izinkan aku untuk belajar mencintai kamu, Nis!"
Apa???? saya benar-benar tidak menyangka. Benarkah ini semua? tidak bermimpikah saya?
Saya lihat Si Botak makin tertunduk. Wajahnya makin sendu, menahan gurat kesedihan. Ini benar-benar kejutan buat saya. Ketika, saya datang tadi, kami langsung terlibat pada pembahasan tentang surat perjanjian itu, dan dia langsung menunjukkannya pada saya.
__ADS_1
Dalam hati saya sudah pasrah. Dia tidak menunjukkan gelagat ingin meminta saya kembali. Saya pun juga sudah tidak berharap lebih. Yang penting tujuan saya tercapai, realisasi atas kompensasi yang akan saya dapatkan sudah ada dalam genggaman.
Tapi ternyata sekarang dia menyatakan semuanya, bahkan dengan ekspresi sendu dan sedih seperti ini. Ya Allah, bermimpikah saya? Perasaan saya seketika makin campur aduk. Antara terharu dan bahagia, antara terkejut dan tidak menyangka.
Saya tatap kembali sinar matanya. Mencoba mencari kesungguhan di sana. Berharap dia tidak sedang mengada-mengada. Berharap semoga dia benar-benar tulus ingin menginginkan saya sebagai satu-satunya.
"Tapi Mas. Aku bukan wanita yang baik, Mas. Buktinya aku meninggalkan kamu saat kamu sedang sakit. Aku tidak sabaran."
"Tidak, Nis. Kamu bertindak seperti itu karena aku. Maka izinkan aku untuk memperbaiki semuanya. Kamu bersedia kan, Nis? izinkan aku untuk belajar mencintai kamu!" ucapnya sekali lagi.
"Benarkah itu semua Mas? benarkah apa yang kamu katakan?"
"Iya, Nis. Mari kita belajar untuk saling mencintai. Aku tahu, kesalahanku mencintai kemarin telah membuahkan kegilaan. Dan kini aku ingin menumbuhkan kembali kewarasanku bersamamu. Kamu mau kan, Nis?"
Saya mengangguk pasti. Dia membentangkan tangannya dan meraih saya dalam pelukan. Hati saya bergelora. Akhirnya dia menginginkan saya. Degub jantung saya semakin kencang menahan bahagia.
__ADS_1
Reyna menatap kami dari kejauhan. Dia mengacungkan dua jempolnya ke arah saya. Sungguh, tak ada yang lebih indah selain hari ini.
...****************...
Farid
Entah mengapa, aku jadi takut kehilangannya. Melihat Ninis kembali ke rumah ini, menatap wajah polosnya membuat hatiku menghangat. Tiba-tiba muncul keinginan kuat untuk memilikinya. Reyna benar, hati dan perasaan adalah kuasa Illahi.
Tidak ada yang sanggup menggerakkan seluruh rasa ini selain kehendakNYA. Dan hari ini, mata hati dan perasaanku terbuka lebar. Seperti ada energi yang menjernihkan pikiranku untuk membuka hati dan perasaanku untuk Ninis.
Aku akan belajar mencintainya. Dan tak ada alasan untuk berhenti belajar. Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu dan aku tidak ingin menyia-nyiakan waktuku. Meratapi masa lalu adalah kebodohan mutlak. Sekarang yang kuinginkan adalah memberikan ruang bahagia untuk orang-orang yang kusayangi sekaligus pernah kusakiti.
Bayangan wajah Mama muncul dalam benakku, penuh senyum dan harap, dan seketika berganti dengan wajah Ninis yang kini menangis menahan haru. Feeling Mama memang tidak pernah salah. Tak bisa dibayangkan bagaimana shocknya Mama jika tahu semua kegilaaanku kemarin. Cukup. Cukup sudah....
Bersambung.
__ADS_1
Mohon like, vote dan komentarnya ya Guys. Matursuwun.