
Cerita Bu Ratu tentang kehidupan perkawinannya membuat saya miris. Ternyata istilah sawang sinawang itu benar. Kehidupan orang lain yang kita anggap enak dan bahagia ternyata tidak seindah apa yang dirasakannya. Jujur, saya juga tadi ingin sekali bercerita kepada Bu Ratu tentang kehidupan pernikahan saya yang penuh sandiwara. Tapi saya urungkan. Bukankah saya sudah berjanji untuk tidak menceritakannya kepada siapapun.
Bu Ratu benar-benar kuat dan tabah. Rela bertahan demi anak-anaknya walaupun batinnya menderita. Seharian ini saya terbengong- bengong teringat kembali kisah Bu Ratu.
Mungkin Bu Ratu sudah tidak kuat lagi menahan beban di hatinya hingga dia bercerita pada saya. Di sekolah, tak ada satu pun yang tahu tentang masalah rumah tangganya. Dan sudah pasti Bu Ratu sangat percaya pada saya, makanya dia menceritakan semuanya.
Pantas saja, Bu Ratu sering terlihat murung dan tidak banyak bicara, ternyata batinnya terluka. Dari perbincangan tadi sore, Bu Ratu seolah ingin mengingatkan saya untuk senantiasa bersyukur dan mawas diri. Sikap ujub dan berbangga hati dengan kehidupan perkawinan yang sempurna telah membuahkan teguran keras baginya.
Intinya, Bu Ratu tidak mau hal-hal seperti itu terjadi pada saya. Hmmm, Bu Ratu tidak tahu saja kalau kondisi kita sama persis Bu! saya memang tidak dipoligami tapi suami saya terang-terangan masih sangat mencintai dan mengharapkan mantan istrinya, hehehehe.
"Bengong aja. Belum ngantuk?" Si Botak mengejutkan saya.
Saya menggeleng. Saat itu jam sebelas malam. Saya masih duduk di tepi ranjang.
"Ada masalah?" tanya Si Botak lagi.
"Enggak ada Mas. Cuma lagi capek aja. Oh ya, gimana kabar Meylan?"
"Hmmm, baik. Baru saja, kami chatt di WA. Dia lagi di Balikpapan sekarang." Si Botak menjawab dengan santai.
__ADS_1
"Kenapa memangnya?"
"Gak papa, Mas. Aku hanya agak khawatir saja, Mama dan Kak Ferin bisa tahu tentang Meylan."
"Oh. Tenang saja. Aman kok. Selama Mama dan Kak Ferin di sini, aku selalu pulang cepat. Karena aku gak mau mereka curiga. Takut aja kalau pas aku lagi ngedate sama Meylan, nanti kepergok sama Kak Ferin. Bisa saja itu terjadi kan? apalagi Kak Ferin selama di Jakarta, sibuk banget kan. Hampir tiap hari keluar rumah."
"Tidur gih!" ucapnya.
Dia pun menggelar sofa bed dan mulai merebahkan tubuhnya. Satu-sayup terdengar lirik syahdu dari lagu lawas milik grup band Chicago.
Wanted to show I'm a man;
Say the word and I'll tell you again;
That's all I am.
I am a man that you can count on;
Call out my name and I'll be there.
__ADS_1
I'm a man you can be sure of, baby,
It's your love that takes me there, takes me there.
I am a man that you can lean on;
Call out my name and I'll be there.
I'm a man you can be sure of, baby,
It's your love that takes me there, takes me there....
Lagu yang menggambarkan perasaan cintanya yang begitu mendalam kepada Meylan. So sweet... Mata saya sulit terpejam. Diam-diam saya melihat ke bawah. Memperhatikan Si Botak yang terlelap. Saya perhatikan dengan seksama ekspresi wajahnya. Begitu tenang dan damai.
Pasti dia sedang bermimpi tentang Meylan. Who knows... Di ruang mimpi, mereka pasti sedang bertemu dan bahagia. Hmmmm, semakin dalam saya menjelajahi wajahnya, ternyata dia sangat tampan. Saat terlelap begini, dia terlihat begitu menawan. Memang dasarnya ganteng sih, meski tidak masuk dalam kriteria saya. Tipe pria yang saya suka kan yang eksotis dan manis. Bukan yang putih mencrang seperti ini, hehehehe.
Tapi malam ini, entah mengapa saya begitu suka memandangi wajahnya. Meskipun botak, tapi dia terlihat sangat berkharisma. Rahang wajahnya yang persegi memberikan kesan jantan. Dagu belahnya juga membuat wajahnya terlihat manis, hidungnya mancung seperti mamanya. Aura tampannya saat tidur begini membuat saya terkesima.
Duh, apa mata Meylan kelilipan ya? Cowok ganteng kayak gini kok disia-siakan.... Hehehehe.
__ADS_1
Bersambung.
Mohon like, vote dan komentarnya ya Guys. Matursuwun.